Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Sudah terkumpul bukti-bukti


__ADS_3

Membiarkan Marwa pergi berlari dari hadapannya, tanpa penjelasan apapun yang keluar dari mulut Lucas saat ini. Bagi Lucas dia tidak punya waktu untuk mengurusi perkara hati atau wanita saat ini, membongkar kebusukan Gea adalah fokus utama Lucas saat ini.


Lucas lantas pergi masuk ke dalam kamarnya! Di dalam kamarnya, dia membuka handphone cadangan milik Gea yang tidak dikunci olehnya, sehingga Lucas bisa leluasa mencari bukti tambahan untuk menjerat Gea kedalam penjara.


Dan benar saja isi pesan Gea terhadap anak buahnya terkuak sudah saat ini, dalang dibalik meninggalkannya orang tua Ellea adalah Gea Wilson. Hanya tinggal menunggu besok pagi saja, untuk memberikan sejumlah bukti-bukti itu pada Anderson dan diserahkan pada pihak kepolisian.


Keesokan harinya Anderson, Ellea, Gea dan Marwa tengah sarapan bersama. Marwa terlihat langsung menunduk begitu Lucas datang menghampiri Anderson yang tengah duduk disampingnya!


"Pagi Tuan!" sapa Lucas.


"Pagi! Ayolah sarapan dulu," ajak Anderson.


"Tidak usah Tuan! Saya sudah meminta Sekertaris pengganti Anda untuk mengosongkan jadwal Anda hari ini," kata Lucas.


"Mengosongkan jadwal? Memang ada apa?" tanya Anderson.


"Tidak ada! Hanya saja hasil pemeriksaan kesehatan Anda oleh Dokter pribadi Anda, sedikit kurang baik. Jadi beristirahat lah di rumah?" kata Lucas.


Meski sedikit bingung dengan sikap aneh Lucas tapi Anderson paham, pasti ada sebab penting yang membuat Lucas memintanya untuk stay di rumah saja. Sementara itu Gea sama sekali belum sadar bahwa handphone cadangannya telah raib dan berada ditangan Lucas saat ini.


"Lucas! Kenapa bukan kamu saja yang menjadi isterinya! Sepertinya kamu sangat sweet sekali memberikan perhatian pada Anderson," ledek Ellea.


"Anda juga selalu memberikan perhatian yang baik untuk Tuan Anderson, Nona," kata Lucas.


"Halah! Karyawan carmuk aja dibanggakan! Tukang cari muka," kata Gea sembari melengos pergi meninggalkan meja makan.


"Jangan dengarkan omongan wanita itu Lucas! Kamu adalah laki-laki idaman terbaik pokoknya!" goda Ellea.


Sontak saja Marwa yang tengah meminum air putih, mendengar Ellea menyanjung Lucas seperti itu! Air yang sudah masuk ke mulut Marwa pun tersembur keluar lagi.

__ADS_1


Burrrr,, Uhukkk, Uhukkk.


"Ya ampun Marwa! Pelan-pelan," kata Ellea.


Marwa hanya menundukkan wajahnya dari Lucas, mengingat perbuatan keduanya semalam membuat Marwa malu menatap Lucas. Sementara Lucas menganggap hal seperti itu biasa saja.


"Tuan bisa ke ruangan Anda sekarang?" tanya Lucas.


"Tentu! Aku juga sudah selesai sarapan kok!" kata Anderson.


Anderson dan Lucas pergi ke ruangan kerja Anderson untuk membahas bukti-bukti kejahatan yang Gea lakukan. Lucas menaruh flashdisk yang berisi rekaman cctv cafe, dan satu buah handphone cadangan milik Gea. Dimana semua bukti kejahatan Gea lengkap tersimpan di sana! Termasuk saat dulu Gea berusaha meracuni Anderson, bahkan obat perusak rahim yang dia pesan untuk mencelakakan Ellea, dan hasil rontgen serta surat keterangan dari Dokter tentang Gea yang telah melakukan operasi pengangkatan rahim.


"Yang membuat aku kaget, Tuan! Ternyata Nyonya Gea sempat ingin mencelakai Nona Ellea dengan memesan obat perusak rahim," kata Lucas.


"Apa? Benar-benar iblis dia! Tapi Ellea hamil, apa ada yang salah dengan rencana jahatnya itu?" tanya Anderson.


Lucas akhirnya menjelaskan kronologi dari mulai Gea meminta makan di cafe, yang ternyata itu alibinya padahal Gea menaruh sejumlah perhiasan miliknya untuk membayar anak buah yang dia perintahkan untuk mencelakakan orang tua Ellea. Raut wajah Anderson semakin memerah, Anderson sangat muak dengan Gea. Dan tidak habis pikir sikap jahat Gea serupa dengan Papahnya George Wilson.


Anderson meminta pengacara pribadinya untuk datang, lalu mereka bertiga pergi bersama-sama ke kantor polisi untuk menyerahkan berbagai macam bukti kejahatan yang dilakukan oleh Gea. Polisi segera memproses semua bukti-bukti itu dan akan segera membuat surat penahanan untuk Gea dan juga anak buahnya yang terlibat.


Anderson yang tak tenang bila menunggu tindakan polisi yang sepertinya akan memakan waktu yang lumayan lama dalam memburu tersangka anak buah Gea. Meminta pada Lucas, untuk mengerahkan seluruh anak buahnya segera menangkap pria dalam cctv itu.


Bahkan Anderson sendiri ikut bersama Lucas dan beberapa anak buahnya yang lain untuk menangkap anak buah Gea. Sementara itu, Gea akan segera menghubungi anak buahnya itu, untuk menanyakan apakah dia sudah mencari tahu informasi atau kelemahan Lucas. Kedua mata Gea melotot! Betapa kagetnya dia mendapati handphone cadangannya tidak ada ditempat biasa dia menyimpannya.


Dari situ Gea tau ini semua ulah Lucas! Gea yakin kini Anderson akan menjebloskannya ke penjara. Gea buru-buru membawa pakaian seperlunya dan beberapa perhiasan untuk segera pergi dari rumah Anderson, sebelum polisi datang menangkapnya.


Melihat disekitar rumah tak ada satupun anak buah Anderson yang berjaga, Gea semakin yakin bahwa Anderson sudah memiliki bukti untuk menyeretnya ke dalam penjara dan dia pasti sedang memburu anak buahnya saat ini.


Gea menaiki taksi online untuk pergi ke tempat yang aman. Didalam perjalanan Gea menghubungi anak buahnya!

__ADS_1


📞"Hallo," kata Gea dengan nada panik.


"Ini Anda Nyonya Gea?" tanya anak buahnya.


"Iya, ini aku! Gawat, sepertinya Anderson sudah mempunyai bukti-bukti untuk menjebloskan aku ke dalam penjara. Handphone cadanganku hilang!" kata Gea.


"Pantas saja tadi nomor Anda menelpon saya Nyonya!" kata anak buahnya.


Cepat share lokasi kamu sekarang! Aku butuh tempat persembunyian," kata Gea.


"Baik Nyonya!" anak buah Gea pun memberitahukan lokasinya pada Gea dan menunggu Gea di sana.


Sementara Anderson dan Lucas, setelah anak buah mereka terkumpul semua. Semuanya berangkat bersama untuk menggerebek anak buah Gea. Anderson meminta salah seorang temannya yang ahli dalam melacak lokasi dari panggilan telepon, karena tadi Anderson sempat memancing anak buah Gea dengan meneleponnya melalui handphone Gea.


Kini lokasi anak buah Gea sudah berhasil ditemukan, berbekal maps mereka pergi ke tempat itu. Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam lebih, Gea sampai di lokasi tempat anak buahnya berada. Gea segera masuk ke dalam sebuah rumah yang terlihat kosong dipinggir jalan yang sangat sepi dan masih dikelilingi oleh perbukitan.


"Nyonya! Syukurlah Anda sampai, saya punya informasi penting tentang Lucas," kata anak buahnya.


"Sialan ini semua gara-gara Lucas! Dia yang selalu mengacaukan rencanaku! Informasi apa yang berhasil kamu dapatkan?" kata Gea.


"Lucas ternyata tak ada bedanya dengan kita! Dia musuh dibalik selimut," kata anak buahnya sambil tersenyum.


Jangan Lupa untuk Like!


Komen!!!


Vote!!


Atau kasih hadiah juga boleh. Makasih semuanya ditunggu ya next part nya sebentar lagi di up☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2