
Pelayan mengetuk pintu kamar Gea untuk memberikan jus jeruk pesanannya. Gea yang sedang bergembira tak henti-hentinya tersenyum senang menyambut kemenangan untuknya, karena dipikirnya jus jeruk itu sudah di minum oleh Ellea saat ini.
Klekkk,,, pintu kamar terbuka.
"Nyonya ini jus jeruknya!" kata pelayan sembari menyodorkan gelas berisi jus itu.
Gea meraih gelas itu dengan tersenyum pada sang pelayan.
"Tumben cepet! Gitu dong jadi kan, aku engga perlu teriak-teriak!" kata Gea.
Pelayan pun pergi meninggalkan kamar Gea. Kemudian Gea segera menutup pintu kamarnya. Gea meletakkan gelas berisi jus jeruk itu di depan meja televisi.
"Jus jeruk kamu memang penyelamat hidupku! Setelah ini kita akan lihat Ellea akan hancur hidupnya, rahimnya akan rusak dan itu artinya mau tidak mau Anderson harus tidur denganku dan berpaling dari Ellea agar dia bisa memiliki keturunan." Kata Gea sambil tertawa terbahak-bahak.
Gea bahkan sampai bersujud pada jus jeruk di hadapannya. Setelah puas tertawa akan kemenangannya Gea meraih gelas berisi jus jeruk itu lalu mulai mengangkat gelas itu hingga menyentuh bibir merahnya.
Tanpa ragu Gea meminum jus jeruk yang berisi obat perusak rahim itu yang sebenarnya dia tujukan untuk Ellea namun sekarang justru berbalik padanya.
Glekkkkkkk, glekkk, gleekkkk.
"Ahhhhhh, segarnya!" Kata Gea.
Gea pun bersantai di dalam kamarnya, sembari berpose cantik didepan kamera depan untuk ia upload ke sosial medianya. Obat itu semakin lama akan semakin menjalar menuju rahim dan merusak jaringan rahim. Saat ini Gea memang belum merasakan reaksi apapun, dia juga sama sekali tidak curiga akan apa yang sebenarnya sudah terjadi.
Hingga malam hari Gea menghabiskan waktunya dengan menonton film, bermain handphone. Saking senangnya dia hari ini bahkan Gea sampai sulit untuk tidur, dia sudah membayangkan kalau Anderson akan menceraikan Ellea dan dia menjadi satu-satunya yang akan memberikan keturunan untuk suaminya itu.
Sementara Ellea, sudah menghabiskan jus buah naga itu dan berhenti berenang untuk mandi lalu beristirahat di kamarnya. Tak lama Anderson pulang saat Ellea baru keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk dida danya.
"Witwiwwwww,,,," Anderson bersiul sembari menatap dari atas kebawah lekuk tubuh Ellea.
"Kamu baru sampai rumah? Apa sangat melelahkan?" tanya Ellea.
"Sangat lelah! Tapi ketika melihatmu ada disampingku, rasa lelah itu hilang begitu saja!" kata Anderson sembari menarik tubuh Ellea kedalam dekapannya.
"Gombal!" kata Ellea.
"Aku bahkan tidak pernah gombal pada siapapun! Itu murni dari dalam hatiku!" kata Anderson.
"Lalu apa yang hatimu rasakan padaku?" tanya Ellea.
__ADS_1
"Ahh sudahlah jangan mulai memancingku! Kamu tau aku sangat bahagia bersamamu, jangan suruh aku untuk seperti anak-anak ABG yang menyatakan cintanya melalui kata I love you atau datang dengan membawa coklat dan bunga," kata Anderson.
"Memangnya kamu tidak akan pernah memberikan aku bunga atau coklat seperti pasangan lain?" tanya Ellea.
"Hmm, itu bukan tipe ku!" kata Anderson.
Ellea pun melepaskan pelukan Anderson dari suaminya sembari cemberut, mengetahui bahwa dirinya tidak akan pernah mendapatkan bunga ataupun coklat seperti pasangan lain yang laki-lakinya romantis.
"Ayolah jangan cemberut begitu!" rayu Anderson.
"Mandi sana! Lagipula masih banyak kok laki-laki yang akan membawakan aku bunga dan coklat!" kata Ellea.
Mendengar hal itu Anderson langsung mengeluarkan handphone miliknya lalu menghubungi Lucas saat ini juga.
📞"Hallo, Lucas!" kata Anderson.
"Iya Hallo Tuan! Ada yang bisa aku bantu?" tanya Lucas.
"Ya! Besok kirimkan satu truk bunga dan satu truk coklat ke rumah untuk Ellea!" kata Anderson.
Mendengar hal itu Lucas sontak keheranan kenapa Anderson yang tidak pernah memberi wanita bunga atau coklat, mendadak menyuruhnya bunga dan coklat satu truk.
"Apa Tuan! Coba ulangi, aku sepertinya salah dengar tadi. Bunga dan coklat?" tanya Lucas.
Sontak Ellea sampai speechless mendengar Anderson benar-benar akan membelikannya bunga dan coklat.
"Ba-baik Tuan. Akan segera aku urus!" kata Lucas.
"Tunggu! Apa sebaiknya kita beli saja toko bunga dan pabrik coklatnya?" tanya Anderson.
Mendengar hal itu Ellea semakin kaget, padahal tadi Ellea hanya mencoba menggoda Anderson tak disangka respon suaminya akan sampai seperti ini.
"Hei sudah matikan teleponnya! Itu tidak perlu," kata Ellea sembari meraih handphone milik Anderson.
Anderson kekeh tetap akan memesan semuanya, rebutan handphone pun tak terhindarkan lagi. Hingga akhirnya tubuh Ellea dan Anderson terjatuh bersama saat tengah berebut handphone.
Anderson tersenyum lalu menyambar bibir Ellea selama beberapa detik hingga akhirnya dia melepaskannya.
"Aku mandi dulu! Setelah ini kita lanjutkan!" bisik Anderson.
__ADS_1
Sementara itu jam sudah menunjukkan pukul 00.00 malam. Gea masih belum juga bisa tidur tak sabar menunggu kehancuran Ellea nantinya. Karena bosan sejak tadi didalam kamarnya! Gea pergi keluar kamar lalu menuju kolam renang untuk mencari angin segar.
Saat sedang melihat-lihat air dikolam renang, mata Gea tertuju pada gelas jus yang sepertinya itu bekas tadi Ellea minum dan belum sempat di rapihkan oleh pelayan. Gea mendekati gelas tersebut. Dilihatnya bekas jus berwarna merah, sepertinya itu jus buah naga.
Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dalam benak Gea, kenapa Ellea meminum jus buah naga? Bukankah dia meminta dibuatkan jus jeruk oleh pelayan pribadinya? Kalau Ellea meminum jus buah naga? Lalu kemana perginya jus jeruk yang sudah dia campur dengan obat perusak rahim.
Gea kembali mengingat ketika pelayan pribadi Ellea begitu cepat mengantarkan jus jeruk pesanannya. Kedua mata Gea mulai melotot, memikirkan apa mungkin jus jeruk itu malah yang dia minum, karena Ellea meminta jus buah naga?
Gea mencoba menepis pikiran buruknya, dia melangkah terburu-buru pergi ke kamar khusus para pelayan.
Tok, tok, tok Gea mengetuk-ngetuk pintu pelayan. Salah seorang pelayan terbangun lalu membukakan pintu kamar.
"Nyonya!" kaget seorang pelayan.
"Di-dimana pelayan pribadi Ellea yang tadi membuatkan jus untuk Ellea?" tanya Gea dengan wajah yang sudah berkeringat dingin.
"Tunggu sebentar Nya, saya akan bangunkan dulu!" ujar seorang pelayan.
Pelayan pribadi Ellea pun dibangunkan, kemudian menemui Gea didepan pintu kamar.
"Nyonya! Ada apa ya?" tanya pelayan.
"Kamu! Kenapa aku melihat ada bekas gelas jus buah naga didekat kolam renang?" tanya Gea dengan wajah harap-harap cemas.
"Oh itu Nya, jus bekas non Ellea! Saya belum sempat rapihkan!" kata pelayan.
"Bu-bukan itu maksudku! Bukankah dia meminum jus jeruk yang kamu buatkan?" tanya Gea semakin panik.
"Oh tidak Nya! Saya salah dengar, rupanya non Ellea meminta jus buah naga," kata pelayan itu santai.
Pikiran Gea semakin tak karuan, wajah Gea semakin pucat, tubuhnya kini bergetar tak mampu berkata-kata.
"Nyonya! Anda kenapa?" tanya pelayan.
"La-lu! Dimana jus jeruk yang kamu buat itu?" tanya Gea dengan nada pilu.
"Oh ya tentu saja diperut Anda Nyonya! Lawong Nyonya Gea minta jus jeruk ya sudah saya kasih ke Nyonya yang tadinya untuk nona Ellea," kata pelayan.
Jangan Lupa Like. Like. Like pokoknya 😁
__ADS_1
Komen juga boleh
Vote nya juga makasih banyak☺️