Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Anderson licik juga!


__ADS_3

Di dalam kamarnya! Marwa menggerutu karena kesal Lucas berkata demikian tanpa memikirkan Marwa yang masih belia tidak patut mendengar ajakan tidur bersama dengan seorang laki-laki, apalagi laki-laki biru lebih cocok sebagai paman atau Omnya.


"Wong gendeng ini mas Lucas! Bisa-bisane ngajak aku tidur bareng, sudah merenggut kesucian bibirku, sekarang opo maning yang bakalan dia renggut dari aku. Dasar om om mesum?" Gerutu Marwa.


Keesokan harinya Anderson mengajak Ellea dan Marwa untuk melihat keadaan Gea di rumah sakit. Meski hati Ellea masih sangat berat untuk memaafkan Gea, tapi mendengar Gea terjatuh dari ketinggian seperti itu, membuat Ellea merasa sedikit iba.


Sesampainya di rumah sakit petugas kepolisian menyambut kedatangan Anderson dan yang lainya dengan ramah, mereka senantiasa berjaga di luar kamar pasien karena status Gea selain sebagai pasien di rumah sakit ini, Gea juga menyandang gelar tersangka utama kasus pembunuhan orang tua Ellea, sehingga penjagaannya sangat ketat.


Anderson dan Ellea masuk ke dalam ruangan pasien, sementara Marwa menunggu diluar! Kebetulan saat itu Dokter baru saja selesai melakukan pengecekan keadaan Gea saat ini. Dokter mengajak Anderson selaku keluarga Gea untuk memberitahukan keadaan Gea saat ini.


Gea menderita kelumpuhan seumur hidup akibat cidera pada sumsum tulang belakang sehingga merusak sistem syaraf di bagian tulang belakang maupun saluran kanal atau yang lebih dikenal dengan sebutan Spinal Cord Injury.


Kedua tangannya akan sulit digerakkan, yang paling parah adalah bagian pinggang kebawah sama sekali tidak akan bisa digerakkan, kaki Gea seumur hidupnya mengalami kelumpuhan dan tidak mungkin bisa sembuh, pasien dengan kelumpuhan seperti ini 1000:1 yang bisa kembali sembuh. Hanya mata yang masih bisa melihat, bibir yang bisa bicara, dan telinga serta hidung yang masih berfungsi normal.


Mendengar hal itu Anderson dan Ellea merasa kasihan juga terhadap Gea. Andai saja Gea mau hidup yang baik dan tidak menyakiti orang lain mungkin dia tidak akan mengalami musibah seperti ini. Dokter pun pamit, sementara Gea masih belum sadarkan diri sejak semalam.


"Ellea, mungkin ini saatnya kita berdua membuka pintu maaf untuk Gea. Aku tau kesalahan Gea sangat fatal, tapi seperti yang kamu lihat sekarang betapa menyedihkannya Gea," kata Anderson.


"Iya! Tadinya aku masih sangat marah sekali pada Gea! Bahkan aku ingin sekali menamparnya atau menendangnya untuk mengeluarkan amarahku, tapi setelah melihat keadaannya sekarang aku jadi lebih bisa memaafkannya," kata Ellea.


Anderson pun memeluk Ellea, di saat yang sama rupanya Gea sudah siuman dan perlahan membuka kedua matanya. Gea menengok kearah samping, dilihatnya Anderson dan Ellea yang tengah berpelukan.


Amarah Gea kembali memuncak ketika melihat Ellea, dia mencoba mencari benda apapun itu untuk melemparkannya pada Ellea! Gea yang melihat ada gelas di samping ranjangnya, langsung menggerakkan salah satu tangannya untuk meraih gelas tersebut.


Tapi apa yang terjadi, Gea tidak dapat merasakan apapun terhadap kedua tangannya. Rasanya seperti dia tidak memiliki tangan, Gea berusaha keras menggerakkan kedua tangannya namun tidak bisa, setelah kedua tangannya sama sekali tidak bisa bergerak! Gea mencoba berdiri, namun sama saja tubuhnya tidak mampu merespon, bahkan kedua kaki Gea telah mati rasa dan tidak bisa digerakkan.


Kedua mata Gea terbelalak! Bola matanya berputar-putar, dia tidak percaya dengan apa yang dirasakannya saat ini. Gea berpikir bahwa ini semua pasti cuma mimpi.

__ADS_1


"I-ini, ini pasti cuma mimpi! Kenapa kaki dan tanganku? Kenapa?" teriak Gea.


Sontak Anderson dan Ellea langsung menengok kearah Gea, melihat Gea sudah siuman Anderson dan Ellea menghampirinya.


"Gea tenang ok!" kata Anderson.


"Apa yang terjadi denganku, Anderson? Kenapa tidak bisa digerakkan?" tanya Gea dengan wajah panik dan kedua matanya yang sudah berlinang air mata.


"Gea, kamu! Kamu akan sulit untuk sembuh," kata Anderson.


"Sulit sembuh? Sulit sembuh dari apa?" teriak Gea.


"Kamu menderita kelumpuhan permanen Gea!" kata Anderson.


Seketika dunia milik Gea terasa seperti kiamat. Untuk apa hidup bila dirinya harus lumpuh seumur hidup, ini terdengar mustahil dan konyol, Gea sangat putus asa, seketika dia langsung histeris menjerit dan menangis.


"Engga mungkin! Engga mungkin, aku engga mau lumpuh, aku ga mau," teriak Gea.


Anderson hanya bisa terdiam melihat Gea menjerit-jerit seperti ini, Ellea juga serba salah apa yang bisa dia lakukan berada di situasi seperti ini. Gea menengok kearah Ellea, kemarahan dia pun langsung meledak pada Ellea.


"Ini semua gara-gara kamu wanita ja lang! Puas kamu sudah menghancurkan hidupku sampai seperti ini?" bentak Gea.


"Gea kamu waras engga si? Tadinya aku kasihan ya dengan kondisi kamu seperti sekarang ini, aku coba membuka pintu maaf untuk kamu! Tapi lihat kamu malah menyalahkan aku?" kesal Ellea.


"Gea hentikan menyalahkan Ellea," kata Anderson.


"Membuka pintu maaf kamu bilang? Sampai mati pun, aku tidak akan pernah minta maaf pada wanita ja lang seperti kamu! Aku menyesal karena hanya orang tua kamu saja yang aku bunuh, harusnya kamu pun ikut aku bunuh!" teriak Gea.

__ADS_1


Ellea sudah mengangkat satu tangannya untuk menampar wajah Gea, namun Ellea berusaha untuk tidak mengotori tangannya menampar wanita yang sudah tidak berdaya dihadapannya.


"Kamu memang tidak akan pernah bisa berubah Gea! Sekarang kami akan pergi dari sini, aku hanya ingin memberitahukan kamu kalau kamu sudah ditetapkan menjadi tersangka, dan ketika kesehatan kamu mulai membaik kamu akan masuk ke dalam penjara," kata Anderson.


"Anderson! Aku masih isteri kamu sayang, kenapa kamu tega! Kamu harus bebaskan aku dari semua tuduhan itu, kamu juga punya banyak uang, antar aku untuk Opera di luar negeri, aku pasti akan sembuh seperti sedia kala," kata Gea memelas pada Anderson.


"Maaf Gea! Aku justru hendak memberikan kamu penawaran, kamu akan bisa mendapatkan perawatan yang baik dikelas VVIP di rumah sakit ini sampai 6 bulan kedepan, atau kamu sekarang juga dibawa ke dalam penjara," kata Anderson.


"Penawaran apa maksud kamu?" tanya Gea.


"Kamu bisa dirawat disini asal kamu tanda tangani ini," Anderson mengeluarkan sebuah map yang berisi surat gugatan cerai.


"Engga! Aku tidak akan pernah menandatangani ini! Tega kamu memaksa aku seperti ini?" kata Gea.


"Ini tidak ada beda dengan saat dulu kamu dan Ayahmu menjebakku! Apa salahnya kalau aku lakukan hal yang sama kejamnya!" kata Anderson.


"Anderson!" lirih Gea.


"Keputusan ada ditangan kamu Gea! Kamu masih bisa dirawat dengan baik untuk 6 bulan kedepan di sini, atau kamu dipaksa keluar dari sini dan langsung masuk ke penjara menjalani hukuman kamu saat kondisi kamu masih memerlukan perawatan intensif seperti sekarang!" tegas Anderson.


Jangan Lupa untuk Like!!!!!!!!!!!!


Komen!!!


Vote!!


Atau hadiah juga boleh☺️🙏 makasih

__ADS_1


__ADS_2