Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Suami sah dan Isteri sah


__ADS_3

Ellea menuruti perintah suaminya untuk meninggalkan mereka berdua, meski Ellea mengkhawatirkan akan ada gesekan diantara kedua laki-laki itu, tapi sebagai isteri yang baik Ellea akan senantiasa menurut pada suaminya.


"Aku engga tau, kenapa bagian personalia bisa menerima kamu di perusahaan ku. Tapi akan aku pastikan untuk segera memecat mu!" kata Anderson.


"Maybe, mereka tau orang yang kompeten dan layak untuk bekerja disini," kata Gerry dengan percaya diri.


"Kompeten?? Kamu bertugas sebagai seorang suami saja tidak becus," kata Anderson yang mulai geram dengan Gerry.


"Apa Tuan Anderson yang terhormat ini merasa kalau dirinya sudah becus menjadi seorang suami? Dengan hanya menjadikannya seorang isteri kedua? Isteri siri?" sindir Gerry dengan menertawakan ringan Anderson.


"Diam kamu!!! Apa sebenarnya tujuan kamu bekerja di kantor ku ini untuk kembali mendekati Ellea?" tanya Anderson.


"Oh ya tentu!! Karena buat saya, Ellea tidak layak menjadi isteri kedua," kata Gerry.


"Tidak akan pernah aku membiarkan itu terjadi. Detik ini juga saya pecat kamu!" ujar Anderson yang sedang emosi.


"Waw, saya engga nyangka ya!! Segitu takutnya Anda terhadap saya, sampai takut untuk bersaing dengan saya?" ledek Gerry.


Anderson yang sudah diselimuti kecemburuan namun tidak ingin Gerry meremehkan kalau dirinya menganggap Gerry sebagai ancaman, akhirnya mengurungkan niatnya memecat Gerry.


"You are just a loser (kamu hanya pecundang)!!" kata Anderson lalu bergegas pergi dari hadapan Gerry.


"Kita lihat berapa lama Ellea akan bertahan hanya menjadi isteri cadangan untuk Anda!! Saya yakin dia akan memilih kembali memulainya bersama saya dibandingkan harus seumur hidupnya menjadi isteri kedua!" kata Gerry seraya melihat Anderson yang tetap berlalu pergi dari hadapannya.


Anderson sangat kesal bukan kepalang dengan kehadiran Gerry, dan Anderson juga memikirkan bagaimana sebenarnya perasaan Ellea terhadapnya dan juga terhadap Gerry mantan suaminya.


Ellea yang melihat kedatangan Anderson berpura-pura sibuk dengan layar laptopnya, Ellea takut Anderson akan tetap membahas masalah Gerry yang sempat menyapanya kemarin. Sementara Anderson sudah menatap tajam dari kejauhan karena rasa cemburu dan rasa kepo maksimalnya pada pertemuan Ellea dan Gerry.


Anderson berdiri tepat dimeja kerja Ellea, namun Ellea enggan menengok dan berfokus pada laptopnya saja. Kemudian Anderson yang sudah kepanasan langsung menutup layar laptop milik Ellea.

__ADS_1


"Apa kamu akan diam tanpa penjelasan, begitu?" tanya Anderson.


"Em, apa? Aku tidak mengerti. What's the problem?" tanya Ellea berpura-pura polos.


"Yes, masalah besar sekali! Seorang isteri diam-diam bertemu dan saling menyapa mesra mantan suaminya!" kata Anderson.


"Tidak seperti itu? Kenapa kamu lebay sekali!" kata Ellea.


"Apa? Aku, lebay kata mu?" tanya Anderson lalu meraih dagu Ellea dengan satu tangannya, mendekatkan wajahnya dengan wajah Ellea.


"Ini kantor!! Lepaskan, nanti ada yang melihat!" kata Ellea gelagapan.


"Aku bisa melu mat bibir mu sekarang juga didepan semua karyawan, kalau sampai kamu bertemu mantan suami kamu itu lagi dibelakang ku," kata Anderson.


"Iya, aku minta maaf! Lain kali aku tidak akan merahasiakan apapun lagi," kata Ellea.


Anderson akhirnya melepaskan dagu Ellea, dan pergi masuk ke ruangan kerjanya. Sementara itu Gea tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor Anderson, bersiap caper dengan segala tipu muslihatnya.


Gea datang dan melewati meja kerja Ellea dengan tersenyum sinis, membuat Ellea geleng-geleng kepala. Gea langsung menuju ruangan Anderson, tanpa mengetuk pintu! Gea masuk kedalam ruangan kerja suaminya itu. Dilihatnya karyawan tadi tengah menjelaskan undangan itu. Gea langsung merebut undangan itu.


"Waw undangan pesta!" kata Gea sembari tersenyum senang.


"Aku akan pergi bersama Ellea!" kata Anderson.


"Maaf Tuan tapi hanya nama yang bertuliskan diundangkan tersebut yang bisa masuk kedalam!" ujar karyawan itu.


"Maksud kamu?" tanya Anderson.


"Disitu tertulis undangan atas nama Anda dan isteri sah Anda yaitu Nyonya Gea Wilson, untuk menghadiri acara launching prodak tersebut," kata karyawan.

__ADS_1


"Nah iya benar itu!! Look at this! Jelas disini tertulis, Anderson dan isteri yaitu Gea Wilson," kata Gea tersenyum senang.


"Kalau begitu aku tidak akan pergi ke pesta itu!" tegas Anderson.


"Apa? Kamu tidak pergi ke acara besar seperti ini hanya karena wanita mura han itu?" kesal Gea.


"Maaf Tuan, tapi produk itu adalah produk ternama yang diprediksi akan merajai pasar, dan berita baiknya memungkinan besar mereka akan menjatuhkan pilihannya ke perusahaan iklan milik kita untuk memasarkan produk tersebut!" ujar karyawan tersebut.


"Stttss sial!" kata Anderson.


Hahahaha.... Gea tertawa puas dengan hal ini, kali ini dirinya akan bersanding dengan Anderson tanpa pengganggu.


"Oke, kamu boleh pergi! Biar aku yang akan mengurus suami ku, aku yakin dia tidak akan melewatkan acara sebesar ini!" ujar Gea menyuruh karyawan tadi keluar dari ruangan Anderson.


Anderson terlihat sangat kesal dan serba salah, dia masih belum memutuskan apakah akan tetap datang kesana dan mendapatkan tander tersebut nantinya, ataukah dia akan urungkan proyek sebesar itu demi Ellea.


"Kenapa sayang? Apa tau kamu tidak akan mundur dari proyek sebesar ini, ingatlah pesan almarhum Papah mu itu, besarkan perusahaan ini sampai menjadi perusahaan iklan terbesar!" kata Gea berusaha meyakinkan Anderson.


Disaat yang sama Ellea masuk kedalam ruangan kerja Anderson, dan melihat Gea tengah tersenyum senang sedangkan Anderson seperti tengah memikirkan beban berat.


"Ada apa ini?" tanya Ellea.


"Kamu lihat! Tanpa harus mengajukan sebuah proposal perusahaan dari produk terlaris di Negara ini secara khusus mengundang Anderson dan isteri sahnya, untuk hadir ke acara launching produk baru dari perusahaan mereka," kata Gea dengan bangganya.


Mendengar hal itu hati Ellea terasa seperti disayat-sayat oleh silet tajam sangat sakit dan perih, meskipun dia mencoba untuk tidak jatuh cinta pada Anderson, namun rasanya Ellea sudah terlanjur mencintai Anderson saat ini.


"Ellea!! Aku tidak akan pergi ke acara itu tanpa kamu!" kata Anderson.


"It's oke, itu adalah bentuk dari sebuah pekerjaan. I'm fine," kata Ellea mencoba sebisa mungkin menahan bulir bening dikedua matanya agar tak terjatuh dihadapan Gea.

__ADS_1


Ellea tak mau terlihat lemah dihadapan Gea, itu hanya akan membuat Gea semakin merasa diatas awan. Padahal saat ini hari Ellea sangat perih, mengingat memang Ellea hanyalah seorang isteri kedua yang dinikahi secara siri dari CEO muda yang sukses dan tampan.


"Kalau begitu ini semua sudah clear kan sayang? Aku tidak akan bekerja hari ini, aku akan pergi ke salon dan butik ternama langganan aku, agar aku terlihat cantik paripurna mendampingi mu suamiku!" kata Gea tersenyum puas dihadapan Ellea.


__ADS_2