
Gea yang baru saja keluar dari toilet mencari-cari Anderson, bertanya pada para tamu lain yang mungkin melihat suaminya itu berada dimana, Gea memutari seluruh sudut gedung besar itu. Gea juga menelpon Anderson namun handphonenya tidak aktive.
"Ah sial!! Kaki mulusku sampai lecet begini, oughttt capek banget jalan kesana-kemari tapi tetep ga ketemu. Sebenarnya dimana si kamu Anderson, bikin kesal saja!!!" Gerutu Gea sembari memijat-mijat kakinya yang sudah lecet.
Gea terus berjalan lagi sembari menengok kesana-kemari, tak lama kakinya yang lecet membuatnya tak nyaman lagi menggunakan sepatu high heels 7cm itu, Gea mulai kehilangan keseimbangan badannya dan ketika pelayan tengah mengantarkan beberapa minuman berwarna untuk para tamu, Gea jatuh menubruk pelayan itu.
"Ehhh, ehhh," kata Gea.
Bughhhhtttttt.. minuman dari gelas-gelas itu tumpah ruah di gaun mahal milik Gea.
"Aw....!!" Gea merintih dilihatnya semua tamu tengah melihat kearahnya, dia bukanya menjadi Ratu malam ini malah menjadi bahan tertawaan para tamu penting.
Gea dibantu oleh pelayan untuk membersihkan gaunnya di toilet. Sementara itu di kediaman Anderson Ellea tengah mengobrol dengan Lucas ditaman depan rumahnya sembari menghirup udara malam yang tenang.
"Lucas, kenapa kamu belum menikah juga sampai saat ini?" tanya Ellea.
"Em, kenapa ya? Belum ada yang mau menikah denganku sepertinya," canda Lucas.
"Ah!!! Itu tidak mungkin, kamu tampan meskipun masih tampan suamiku! Dan kamu juga mendapatkan gaji yang cukup besar bukan dari suamiku?" tanya Ellea.
"Wah sayang sekali aku ternyata masih kalah jauh dengan Tuan Anderson! Tentu Tuan Anderson selalu memberikan yang terbaik untuk para pekerjanya, hanya saja aku belum menemukan wanita yang sesuai dengan tipeku," kata Lucas.
"Apa tipe wanita yang kamu mau itu seperti Gea Wilson yang katanya cantik seantero jagad raya?" ledek Ellea sambil tertawa tipis.
"Astaga itu tidak mungkin, tipeku seorang wanita pintar, ceria, dan berani seperti Anda Nona!!" kata Lucas.
Mendengar dirinya adalah tipe Lucas, sontak Ellea tertawa dan hanya berpikir itu candaan Lucas semata. Mereka pun tertawa bersama-sama dan meneruskan obrolannya. Tak lama mobil Anderson tiba di depan rumah. Anderson segera turun dari mobil dan melihat Ellea dan Lucas tengah tertawa bersama di taman, Anderson pun menghampiri keduanya.
"Mana laki-laki itu??? Lucas, apa kamu mau aku pecat hah? Kenapa kamu biarkan laki-laki yang bernama Gerry itu mengunjungi isteri ku?? Dan kamu wanitaku, kenapa kamu tega seperti itu dibelakangku? Apa kamu marah karena aku datang ke acara itu?" tanya Anderson yang berbicara tanpa bernafas saking cemburunya.
"Wait!! Bicara pelan-pelan, jangan dateng-dateng marah-marah begitu," kata Ellea yang merasa suaminya sedikit over.
__ADS_1
"Maaf Tuan, tadi memang ada laki-laki yang menunggu didepan gerbang untuk memberikan sebuah kotak pada seorang pelayan, tapi setelah itu dia langsung pergi dan tidak menemui Nona Ellea," kata Lucas.
"Apa?? Jadi dia tidak masuk ke rumahku? Tidak menemui isteriku?" tanyanya lagi untuk meyakinkan.
"Iya Tuan Rudal Rusia, Anda sepertinya lebay deh!" celetuk Ellea.
"Lebay katamu?? Aku begini karena," Anderson tak meneruskan kata-katanya.
"Karena apa? Ayo bilang!" tantang Ellea.
"Tunggu Tuan! Anda datang ke pesta tanpa pengawalan dan hanya menggunakan satu mobil bersama supir dan Nyonya Gea kan?" tanya Lucas.
"Iya, aku sudah tidak butuh dikawal lagi karena George Wilson sudah mendekam di penjara," kata Anderson yang belum menyadari kalau dia telah meninggalkan Gea di acara itu.
"Bukan itu maksud pertanyaanku! Anda meninggalkan Nyonya Gea di sana sendirian Tuan?" tanya Lucas.
"Astaga!!! Aku lupa, bukan lupa tepatnya aku tidak Ingat samasekali," kata Anderson tersenyum kikuk dihadapan Ellea.
"Astaga, bagaimana bisa ada seorang suami yang tidak ingat telah meninggalkan isteri sahnya," ledek Ellea sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu, saya akan menjemput Nyonya Gea dulu Tuan!" kata Lucas.
"Ya lebih baik begitu!! Sana!!! Sana! Kalau kamu tetap di sini, kamu hanya akan menjadi nyamuk," kata Anderson.
Anderson pun mulai tersipu malu dihadapan Ellea, layaknya remaja yang baru pertama kali berduaan, padahal mereka sudah sering berkeringat bersama. Tapi tetap saja hati Anderson tak berhenti berdebar ketika berdua dengan Ellea. Mereka duduk dan memandangi langit gelap yang diterangi oleh bintang-bintang, sehingga membuatnya sangat indah.
"Ellea, maafkan aku!" kata Anderson.
"Maaf? Untuk apa?" tanya Ellea.
"Aku belum temukan cara atau pengacaraku belum temukan kelemahan dari surat perjanjian yang aku tanda tangani saat menikahi Gea," kata Anderson.
__ADS_1
Anderson memang dijebak ketika masih SMA kelas 3, Papahnya tewas dalam kecelakaan yang dimanipulasi oleh George Wilson, sedangkan pengacara keluarga Anderson mengalami koma kurang lebih satu tahun tiga bulan. Anderson menjadi yatim piatu karena Mamanya bahkan sudah meninggal satu tahun terlebih dahulu terjatuh dari tangga rumahnya.
Saat itu perusahaannya mengalami krisis parah, dan George menawarkan bantuan suntikan dana pada Anderson agar perusahaannya dapat kembali stabil, asal Anderson bersedia menikahi Gea setelah lulus kuliah dan tidak boleh menceraikannya.
Perjanjian itu sah dimata hukum, sehingga jika Anderson kekeh menceraikan Gea. Maka Gea mendapatkan jaminan hukum dan dapat melayangkan gugatan ke pengadilan, terkecuali jika Gea menceraikan Anderson atau Gea meninggal dunia. Mereka baru bisa terpisahkan.
Anderson baru menyadari dirinya sudah dijebak saat sang pengacara bangun dari koma, dan ketika Anderson memberitahu semuanya, pengacara bilang sebenarnya George Wilson memiliki hutang yang sangat banyak pada Papahnya, jadi suntikan dana itu memang seharusnya George Wilson bayarkan karena hutangnya pada Papah Anderson telah jatuh tempo, Anderson tidak perlu menandatangani surat perjanjian itu.
Apalah daya Anderson telah menandatanganinya, ditambah dia berpikir bahwa Gea bukanlah wanita yang buruk untuk ia jadikan isteri!! Siapa sangka setelah menjalani pernikahan dengan Gea, Gea dan Papahnya adalah satu kesatuan, darah jahat dari Papahnya mengalir sempurna menurun pada Gea.
"It's oke!! Aku tidak mau menuntutmu atau membebanimu dengan masalah ini," kata Ellea.
"Aku berjanji akan menjadikan kamu isteriku satu-satunya, isteri sahku! Karena aku," kata Anderson yang bibirnya mendadak gemetar gugup untuk meneruskan kata-katanya.
"Karena kamu apa? Talk to me, please ( katakan padaku)!" kata Ellea yang sudah berharap Anderson akan mengatakan dia mencintainya.
"Apa ya namanya? Em,,, kamu tau? Saat pertama kali aku melihatmu di kantor, kamu telat dan kamu juga mengusirku dari meja kerjamu, saat itu entah kenapa hatiku berdetak sangat kencang," kata Anderson.
"Lalu??" tanya Ellea.
"Apa aku harus mengatakan ini sekarang?" tanya Anderson.
"Ya! Tentu saja," kata Ellea.
"Intinya begini Ellea! Pengacara keluargaku, pasti akan temukan kelemahan dari surat perjanjian itu, atau dia pasti akan mencari cara agar aku bisa terbebas dari Gea," kata Anderson.
"Bukan itu yang mau aku dengar!!! Sudahlah keahlianmu memang hanya sebatas ranjang dan selang kangan saja!!" ketus Ellea.
Aku mengucapkan terimakasih banyak untuk temen-temen yang masih setia baca novelku ini!! Sedang aku usahakan Update lebih dari satu Bab sehari.
Jangan Lupa Like dan Komen serta Votenya ya, karena dukungan dari kalian adalah penyemangat dan mood booster banget setiap harinya untuk aku.
__ADS_1
Menyuguhkan bacaan yang bisa menghibur readers, bisa mengobati kejenuhan hati readers dari padatnya aktivitas sehari-hari dengan membaca novel ini, adalah yang paling utama dan paling penting buatku🤗🤗🤗
Tambahan dikit lagi ya, maaf kalau terdapat banyak typo soalnya jari tangan lagi luka sedikit jadi ngetiknya agak susah.