
Malam harinya di tutup dengan mengobrol sambil minum jus menyaksikan pemandangan pantai di malam hari dari teras belakang villa, sementara Aiden sudah berada di dalam kamar begitu juga dengan kedua baby sisternya yang sudah kembali ke dalam kamarnya karena mengantuk.
Tak lama kemudian, Bude Asih pun ikut pamit untuk tidur duluan. Hanya tingga Lucas dan Marwa, Ellea dan Anderson yang masih terjaga. Tiba-tiba handphone Lucas berdering, rupanya telepon masuk dari sekertarisnya di kantor.
📞"Hallo," kata Lucas.
"Hallo selamat malam Pak! Maaf saya mengganggu," kata sekertarisnya.
"Ada apa?" tanya Lucas.
"Begini Pak, Klien lama kita Pak Cipto dari Mouza company, besok meminta untuk meeting dengan Pak Lucas, sekalian bermain golf bersama katanya!" ujar sekertaris.
"Tumben! Ada apa memangnya? Tapi kamu belum bilang kalau saya sedang di Bali kan?" tanya Lucas.
"Tadi beliau menyampaikan, katanya mereka sudah selesai dengan prodak barunya, dan ingin mempercayakan prodaknya pada perusahaan iklan kita, makanya saya sarankan Pak Lucas besok bisa menemani beliau bermain golf, agar beliau benar-benar menjatuhkan pilihannya pada perusahaan kita," kata Sekertarisnya.
"Em, begini saja! Kamu tahan dulu lima menit jangan kasih kabar dulu! Biar saya bicara dengan kakak saya," kata Lucas.
"Baik pak! Kalau begitu selamat malam!" kata sekertarisnya.📞
Lucas sedikit bingung, pasalnya besok dia sudah berjanji akan mengajak Marwa jalan-jalan dan juga pergi ke pantai! Namun tander dari perusahaan Mouza company group itu bukan tander kecil, bermain golf ibarat ajang silaturahmi sekaligus ajang untuk membicarakan tander besar bagi kalangan pengusaha.
"Terserah!" kata Anderson.
"Ya wis mas, aku ndak jalan-jalan juga Ndak apa-apa! Nanti kan bisa ke sini lagi," kata Marwa.
"Iya Lucas, lagipula jarang sekali kan Mouza company kembali mempercayakan perusahaan kita, dulu kan pernah ada trouble yang membuat mereka kecewa," kata Ellea.
"Yap, Ellea benar! Kalau tander ini kita dapatkan, otomatis itu akan memutus rantai kekecewaan Mouza company yang dulu sempat ada trouble dengan perusahaan kita!" kata Anderson.
Lucas sejenak berpikir, tak ingin membuat Marwa kecewa, namun Marwa tak masalah bila harus pulang besok pagi agar siangnya Lucas bisa meeting dengan kliennya itu. Bagi Marwa liburan bisa kapan saja, tapi tander perusahaan adalah hal yang sangat penting agar perusahaan semakin untung banyak.
__ADS_1
"Kamu engga marah?" tanya Lucas.
"Ndak lah mas, aku kan bisa liburan lagi nanti, sing penting perusahaan mas Lucas semakin lancar rezekinya," kata Marwa.
"Iya, kita harus ambil ini Cas, dan buat Mouza company group nantinya akan terus mengaliri kita dengan prodak-prodak perusahaan dia yang lainnya," kata Ellea.
Akhirnya dengan kesepakatan bersama! Mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta besok pagi-pagi sekali, agar siang harinya, Lucas bisa segera menemui klien penting kali ini. Lucas dibuat semakin jatuh cinta dengan sikap Marwa yang kian hari sudah mulai bisa pengertian terhadapnya.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali mereka kembali ke bandara untuk melakukan penerbangan kembali ke Jakarta, tepatnya kembali melanjutkan aktivitas melelahkan mereka.
Setelah hampir dua jam, akhirnya mereka sampai di bandara Jakarta, di sana dua mobil beserta supir pribadi Anderson sudah menunggu kepulangan keluarga besar itu. Mereka pun segera masuk ke dalam mobil untuk kembali melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah! Sesampainya di halaman rumah, Anderson dan yang lainya langsung disambut oleh para pelayan untuk membawakan barang-barang mereka.
"Marwa, aku tinggal sekarang ya! Karena aku harus menemui klien sekarang," kata Lucas.
"Mas, apa ndak sebaiknya kamu istirahat dulu atau minum dulu lima menit saja!" kata Marwa.
"Engga, nanti saja di tempat golf! Kamu istirahat ya," kata Lucas.
Woooo,,,,,,,,, semua yang menyaksikan itu langsung bersorak kagum akan keberanian Marwa.
Sementara Lucas masih tak menyangka dengan sikap Marwa yang sekarang sudah berani menci umnya di depan umum.
"Kamu manis sekali Marwa!" kata Lucas.
"Aku bisa lebih manis lagi loh mas! Tapi cepet pulang ya mas," kata Marwa.
"Oke! Aku akan usahakan segera menyelesaikan meeting ini! Dan segera kembali untukmu," kata Lucas.
Marwa pun melambaikan tangannya seiring dengan mobil yang ditumpangi Lucas meninggalkan halaman depan rumahnya. Marwa pun kembali ke dalam rumah, lalu memutuskan untuk beristirahat di kamar Bude Asih.
__ADS_1
"Bu, Marwa kan akan mulai home schooling sekarang!" kata Marwa.
"Iya, ya Alhamdulillah kamu bisa lebih banyak waktu di rumah," kata Bude Asih.
"Menurut Ibu pie ya Bu?" tanya Marwa.
"Pie apane?" tanya Bude Asih.
"Marwa kan durung KB Bu! Terus rencanane, kan Marwa mau KB besok," kata Marwa.
"Loh, kalau sekolah di rumah! Ya wis ora usah KB-KBan ndok, biarin saja kamu hamil terus punya anak! Toh ada ibu di sini," kata Bude Asih.
"Iyo Bu, mas Lucas juga kelihatan udah kepingin jadi Bapak, ya wis nanti Marwa bilang sama mas Lucas, Marwa ora usah KB ya Bu," tanya Marwa.
"Iya, nanti kan kalau Aiden sudah ada baby sisternya, jadi Ibu kadang-kadang doang bantuin jaga, tapi kalau nanti kamu ngelahirin ya ora usah pake baby sister, kita berdua bisa jagain," kata Bude Asih.
"Njeh Bu! Aku dadine pengen buru-buru hamil wae Bu, biar mas Lucas makin sayang sama aku Bu," kata Marwa.
"Iya nak, Ibu doa'kan kamu secepatnya diberikan momongan!" kata Bude Asih.
Sesampainya di lapangan golf, Lucas menemani pimpinan Mouza company group dari mulai bermain golf, sampai makan siang bersama! Akhirnya mereka mulai saling membahas pekerjaan, Lucas diminta memberikan presentasi singkat tentang tema yang akan dia ambil bila prodak ini jatuh pada perusahaan iklannya.
Setelah menjelaskan, Mouza company group Akhirnya sangat tertarik dengan tema yang akan dipakai oleh Lucas, dan memutuskan untuk kembali mempercayakan prodak mereka pada Anderson group, setelah dulu sempat dibuat kecewa karena trouble yang sebenarnya itu ulah dari Gea dan Papahnya, tapi tetap saja akibat ulah George Wilson dan Gea Wilson, perusahaan Anderson sempat merugi dan cukup terpuruk, hingga membuat sebagian klien membatalkan kerjasamanya.
Lucas sudah tidak sabar untuk segera pulang ke rumah karena sudah merindukan Marwa, namun pimpinan Mouza company group malah mengajaknya kembali bermain golf, terpaksa Lucas harus sedikit lebih bersabar lagi untuk bertemu pujaan hatinya.
Padahal setiap saat Lucas selalu melirik ke jam tangan miliknya, sementara di rumah! Marwa sudah tidak sabar ingin memberitahukan pada Lucas bahwa dirinya akan menolak untuk di KB dan memilih untuk siap menjadi Ibu muda.
__ADS_1
Marwa yakin, Lucas akan sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Karena sejak kelahiran Aiden, Lucas semakin ingin secepatnya memiliki keturunan.