
"Sayang sekali aku harus melewatkan gunung-gunung itu semalam," celetuk Anderson.
"Dasar Tuan mesum!" kata Ellea yang langsung menutupi gunung kembarnya dengan satu tangannya.
"Pergi kalian berdua!" teriak Gea yang masih kesal mengingat Axel selingkuhannya dan George Papanya sendiri tidak menjenguknya sama sekali.
"Kamu benar kamu memang akan pergi. Dan Gea kamu memang isteri pertama ku, tapi baik aku ataupun kamu kita tidak pernah saling mencintai dari dulu hingga saat ini," kata Anderson.
"Memangnya kamu pikir itu penting untuk ku? Aku tidak peduli dan aku ingin kalian pergi sekarang!" bentak Gea.
"Aku tidak memberitahu mu Gea, tapi aku memberitahu isteri kedua ku ku Ellea, sepertinya dia sangat penasaran apakah aku disini menemani mu yang sedang dirawat karena aku mencintaimu atau karena rasa kemanusiaan saja," sindir Anderson.
Mendengar hal itu Ellea langsung tersenyum tipis, ada rasa bahagia dan hatinya berbunga-bunga mendengar Anderson meyakinkannya dengan cara berbeda.
"Kalau begitu aku dan Ellea akan pulang, akan aku suruh Lucas untuk berjaga disini," kata Anderson yang tetap tidak melepaskan pelukannya dari Ellea.
Anderson beranjak dari kasur pasien dengan memangku tubuh Ellea. Lucas yang melihat Anderson keluar kamar pasien dengan memangku tubuh Ellea hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Hei bro, jaga wanita itu! Sepertinya Papahnya sendiri sudah tidak peduli dengan keadaannya," kata Anderson.
"Lepaskan aku!! Aku malu astaga kamu menyebalkan sekali si!" kesal Ellea yang masih meronta-ronta meminta diturunkan.
"Siap Tuan, bersenang-senanglah!" kata Lucas.
Anderson tersenyum lalu berjalan kembali sembari tetap memangku tubuh Ellea sepanjang jalan.
"Kenapa kamu tidak mau lepaskan?" tanya Ellea.
"Lihatlah wajah ku! dan lihatlah tubuh ku! Jika sudah, apa kamu yakin ingin aku lepaskan? Kamu tidak menikmatinya?" tanya Anderson sambil tersenyum manis pada Ellea.
Ellea yang menatap wajah Anderson berhenti meronta-ronta dan malah menyandarkan kepalanya pada bahu Anderson seraya menikmati tubuhnya dipangku sepanjang jalan oleh Anderson hingga masuk kedalam mobil.
Anderson memakaikan seat belt milik Ellea lalu tangannya yang satu menopang ke jok mobil yang diduduki Ellea.
__ADS_1
"Kenapa kamu ke kantor?" tanya Anderson.
"A-aku hanya merasa bosan berada di rumah sendirian," kata Ellea sembari menundukkan wajahnya.
"Apa karena tidak ada aku di rumah? Kamu merindukan aku?" tanya Anderson.
"Tidak!! Sudahlah cepat jalan," kata Ellea yang sudah malu ditatap sedekat ini oleh Anderson.
"Apa kamu cemburu melihat aku memangku tubuh Gea?" goda Anderson.
"Tidak!" kata Ellea dengan gugupnya.
"Apa sekarang kamu sudah sangat mencintai aku?" tanya Anderson.
"Kamu sendiri? Jika kamu tidak mencintai Gea isteri pertama mu, apa kamu mencintai wanita lain?" tanya Ellea.
"Iya," kata Anderson singkat sembari tersenyum lalu bergegas menutup pintu mobilnya dan berhenti menggoda Ella.
Sepanjang perjalanan Ellea memikirkan jawaban Anderson yang menyatakan "Iya", Ellea bertanya-tanya siapa wanita yang dicintai oleh suaminya itu. Apakah mungkin itu dirinya?
"Kita mau kemana?" tanya Ellea.
"Ke surga, aku yakin kamu sudah menantikan ini," kata Anderson.
"Apa maksudmu?" tanya Ellea.
"Mengganti malam pertama kita, dengan pagi pertama kita sepertinya tidak terlalu buruk," kata Anderson.
"Ini jalan menuju rumah, jangan bilang kamu akan melakukannya pagi-pagi begini?" tanya Ellea.
"Mau malam atau pagi, rasanya tetap sama saja seperti di surga, bersiaplah!" kata Anderson sembari tersenyum dan melakukan mobilnya dengan menambah kecepatan mobilnya.
Ellea sangat panik dan gugup, disisi lain juga Ellea sudah ingin merasakannya dan tak sabar ingin merasakannya. Apakah benar yang dikatakan oleh teman-temannya, kalau rasanya seperti melayang-layang diudara ketika laki-laki menyerang benteng pertahanan wanita? Tapi begitu ini akan segera terwujud Ellea justru ketakutan hingga berkeringat dingin.
__ADS_1
Sementara di rumah sakit Gea mengambil handphone miliknya untuk menelpon George Wilson dan juga Axel selingkuhannya itu.
📞"Hallo, Pah," sapa Gea.
"Iya, ada apa?" tanya George.
"Ada apa Papah bilang? Jangan pura-pura engga tau deh Pah, Gea yakin Papah sudah dengar kabar Gea masuk rumah sakit kan?" kesal Gea.
"Iya, Papah sudah dengar! Lantas kenapa?" tanya George.
"Kenapa? Pah aku kaya gini karena perintah Papah, tapi apa yang aku dapat? Papah sama sekali engga peduli sama Gea, datang kesini untuk melihat keadaan Gea aja Papah engga lakuin," kesal Gea.
"Kamu yang bodoh Gea, Papah hanya menyuruh mu mencegah Anderson tidak menyentuh isteri keduanya itu!! Kamu malah dengan bodohnya masuk rumah sakit, itu artinya Anderson akan leluasa bersama isteri keduanya itu. Dasar anak tidak berguna!" kata George yang langsung menutup teleponnya.📞
Aaaaaa....Gea mengamuk membuat Lucas segera menghampirinya.
"Tenanglah, kondisi mu belum stabil," kata Lucas.
Gea langsung menjahit selang infusannya dan turun dari kasur pasien lalu bergegas pergi.
"Anda masih harus dirawat Nyonya!" kata Lucas.
"Jangan halangi aku!! Minggir!" teriak Gea yang langsung meninggalkan Lucas.
Lucas membiarkan Gea meninggalkan rumah sakit dan memutuskan untuk mengikuti kemana wanita itu pergi, Gea menaiki taxi menuju ke suatu tempat. Lucas memakai mobil miliknya dan mengikuti Gea dari belakang.
Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam, Gea berhenti disuatu rumah sederhana entah milik siapa. Lucas senantiasa mengawasinya dari dalam mobil.
Gea mengetuk pintu rumah itu dengan keras.
Tokk, tokk, tokkk.
"Buka!!!! Buka laki-laki brengsek!" teriak Gea.
__ADS_1
Visual Anderson