Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Anderson dan Ellea Menyatu


__ADS_3

"Jangan ditutupi!! Aku ingin menguasainya," lirih Anderson yang kembali menyambar bibir ranum Ellea.


Ellea sudah berani tidak menutupinya lagi hingga membuat kedua tangan Anderson sekarang leluasa untuk menjamahnya, Anderson mulai membelai halus paha mulus Ellea dengan kedua tangannya, jari jemari Anderson semakin menari-nari disekitaran paha mulus Ellea.


Semakin dekat dan semakin nekat Anderson mulai bermain diarea milik Ellea, membuat Ellea merasakan sesuatu hal yang untuk pertama kalinya ia rasakan, jari jemari Anderson semakin mahir menari-nari diarea itu sembari masih terus memagut bibir Ellea membuat Ellea tak bisa berteriak atau mengeluarkan suara yang tertahan itu.


Anderson yang sudah semakin tinggi has ratnya akhirnya bersiap untuk menjebol gawang milik Ellea dengan rudal besar itu, mengarahkannya dan langsung menekannya tanpa ampun. Seketika Ellea berteriak merintih kesakitan.


"Aww,,, sstttthhh ahh, ku mohon jangan!" teriak Ellea disertai expresi wajah kesakitannya.


Anderson yang bingung kenapa sangat sulit sekali ditembus benteng pertahanan Ellea padahal Ellea hanyalah seorang janda, tapi kenapa sangat sulit dan tidak bisa.


"Kenapa sesempit ini?" tanya Anderson yang terpaksa menghentikan sementara aksinya.


"Aku masih perawan," lirih Ellea.


"Apa? Tapi kamu kan sudah pernah menikah Ellea," kata Anderson yang kaget sekaligus tidak menyangka.


"Iya tapi Gerry adalah gigolo dari seorang Tante-tante yang mengharuskannya tidak menyentuh ku sama sekali, Gerry menikahi ku hanya untuk menutupi perbuatan hinanya dengan Tante-tante itu. Bahkan ciu man pertama ku adalah dengan mu, kamu yang pertama kali melakukan segalanya dengan ku," lirih Ellea.


Mendengar hal itu membuat Anderson merasa tidak percaya bagaimana bisa ada laki-laki bodoh seperti Gerry namun disisi lain Anderson sangat bahagia saat ini. Dia tidak menyangka wanita yang sejak pertama ia bertemu dengan Ellea sudah ia dambakan, dan sempat menikah dengan laki-laki lain. Kini menjadi isteri keduanya sekaligus akan memberikan mahkotanya hanya untuknya.

__ADS_1


"Aku semakin tergila-gila pada mu sayang! Aku tidak akan pernah melepaskan mu sampai kapanpun. Jadilah milikku hari ini," lirih Anderson yang kembali meneruskan aksinya.


Kali ini Anderson dengan sangat lemah lembut melakukannya, pelan-pelan namun pasti dorongan Anderson terasa semakin dalam. Ellea mencengkram kuat bantal disertai rintihan kesakitannya sampai tak terasa air mata Ellea menetes di pipinya.


"Ahh, em, sstttt sakittttt, ah ku mohon pelankan!" teriak Ellea.


"Ini hanya sebentar tahan, setelah ini kamu tidak akan merasakan sakit lagi, menjerit lah sekerasnya Ellea," bisik Anderson.


"Aaaaaaaaa,,, saaakitttt. Kamu jahat," teriak Ellea.


Anderson semakin mendorong hingga akhirnya tembus lah benteng pertahanan Ellea, kini berhasil dikuasi oleh Anderson membuat darah segar mengalir dan membasahi sprei.


Ellea masih menangis dan merintih kesakitan meski Anderson sudah sangat lembut dan penuh kehati-hatian memainkannya namun Ellea masih belum bisa menikmatinya saat ini.


Anderson semakin jatuh cinta pada Ellea saat ini, mendapatkan kesucian wanita yang memang ia dambakan benar-benar sangat membuatnya bahagia, sudah hampir setengah jam Ellea sudah tidak lagi merintih.


"Stttsthh ah," lenguhan Ellea semakin nyaring terdengar.


"Apa kamu sudah bisa menikmatinya sayang?" tanya Anderson.


Ellea mengangguk sembari tangannya masih meremas sprei.

__ADS_1


"Oh,, Ellea aku sangat menyukai ini, ini sangat sempit dan sempurna" kata Anderson yang semakin menggila pada Ellea.


Gerakan Anderson semakin dipercepat hingga membuat Ellea semakin merasakan melayang diudara kedua mata Ellea terpejam merasakan rudal Rusia yang tak henti-hentinya memborbardir pertahanan miliknya hingga selama ini.


"Ellea, aku selesai," lirih Anderson.


Anderson akhirnya mengakhiri permainan pertamanya dengan Ellea siang hari ini, tapi Anderson teringat bahwa obat yang diberikan oleh Lucas sama sekali belum diminumnya.


Ellea yang sedang berada di kamar mandi saat ini digunakan oleh Anderson untuk meminum obat kuat itu, ketika Ellea keluar dari kamar mandi raut wajah Anderson seperti ingin menikamnya lagi.


"Apa kamu lapar?" tanya Ellea.


Anderson kembali menariknya keatas ranjang, obat itu benar-benar bereaksi dengan sangat cepat dan luar biasa, Anderson kembali melakukannya pada Ellea tanpa ampun.


Siang, sore, hingga malam berlalu Anderson dan Ellea tidak sekalipun keluar kamar, obat itu bekerja diluar dugaan hingga membuat Anderson tak bisa lepas dari Ellea mereka melakukannya hingga tak terhitung berkali-kali, meski lelah namun tak menghentikan keduanya untuk meneruskan permainan hingga mereka benar-benar merasa sudah cukup.


Pelayan di rumah sampai khawatir dengan Taun mereka yang sejak siang hingga malam hari begini tak kunjung keluar kamar. Lucas dan Gea baru saja tiba di kediaman Anderson, melihat para pelayan berbaris didepan kamar Anderson seperti tengah menunggu pembagian sembako.


"Kalian sedang apa disini?" tanya Lucas.


"Ini, em anu gimana ya? Tuan Anderson dan Nona Ellea sejak siang hingga malam begini tidak keluar kamar. Kami khawatir," kata seorang pelayan.

__ADS_1


Lucas tertawa mendengar Anderson dan Ellea tidak keluar kamar karena Lucas tau Anderson kembali mengambil obat yang sudah ia buang ke tempat sampah, sementara Gea mulai merasakan ketidaksukaannya terhadap kemesraan Anderson dan Ellea, Gea mulai cemburu dan mulai memikirkan Anderson saat ini.


"Biarkan saja, mereka tidak akan keluar kamar sampai besok pagi," kata Lucas sambil tersenyum lalu berlalu pergi.


__ADS_2