
Tubuh Marwa kini sedikit lemas setelah mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya. Lucas segera meraih tubuh kecil Marwa menuju ranjang panas. Dengan lembut, Lucas meletakkan tubuh Marwa diatas ranjang.
Keduanya masih terus saling bertatapan, Marwa merasa kini dia seperti sudah jatuh cinta pada Lucas. Lucas lah laki-laki pertama yang sudah menyentuhnya, bahkan kini menjadi suaminya. Jantung Marwa semakin berdebar-debar kala Lucas menyelipkan senyum tipis dari bibirnya.
Lucas melepaskan satu persatu pakaiannya sendiri, setelah semuanya berhasil dia lepaskan! Lucas langsung menindih tubuh Marwa, lalu memagut kembali bibir Marwa yang sudah membuatnya candu.
Merek berdua kembali beradu, Lucas mengarahkan kedua tangan Marwa agar melingkar dilehernya, Lucas pun melepaskan sejenak ciumannya itu.
"Hei, cintailah aku! Karena malam ini aku akan menjadikanmu wanitaku sesungguhnya," kata Lucas.
Marwa meneguk ludahnya, tak percaya Lucas akan memintanya untuk mencintainya.
"Tanpa kamu minta! Aku wis jatuh cinta karo sampean mas," kata Marwa sembari tersenyum malu.
Mendengar hal itu Lucas merasa lega, lalu kembali meraup bibir mungil Marwa. Tangan kanan Lucas kali ini meraih senapan miliknya untuk segera diarahkan pada ladang gandum Marwa. Lucas melepaskan kembali ciumannya.
"Ini akan sakit! Kamu boleh mencakarku, atau mengigitku nanti untuk mengekpresikan rasa sakitmu!" lirih Lucas.
"Njeh mas! Aku sudah siap, sing penting mas Lucas puas," kata Marwa.
Mendengar kepasrahan Marwa, aliran darah Lucas semakin mendidih. Kepalanya terisi oleh harapan-harapan akan surga duniawi yang akan segera dia dapatkan! Senapannya terlihat semakin mengeras hingga urat-uratnya semakin terlihat.
Sungguh jika senapan milik Lucas dapat bicara, mungkin dia sudah bawel untuk segera dilesatkan pada ladang gandum yang begitu murni dan menggoda itu, Lucas tersenyum nakal, lalu tangan kanannya mengarahkan senapan itu agar melesat dilubang yang tepat.
Lucas menekan masuk senapan miliknya, seketika kedua mata Marwa terbelalak, begitu besar rasanya tidak akan mungkin bisa melesat masuk jika sebesar itu. Baru ujungnya saja sudah sebesar ini, apalagi untuk memasukkan seluruhnya, Marwa ketakutan akan nasib ladang gandumnya kalau Lucas kembali menekan paksa masuk senapannya.
"Sthh ahh, sempit banget!" lirih Lucas.
Lucas tak pantang menyerah! Dia kembali menekan senapannya agar bisa masuk seluruhnya, semakin Lucas menekan paksa, Marwa semakin meringis kesakitan, saking sempitnya Lucas harus susah payah menekannya agar masuk dan tidak terlalu menyakiti Marwa.
"Awww sstthhhh Ahhh sakit mas! Udah mas, jangan dimasukin semua mas, separo aja aku lara mas bisa-bisa lubangku robek morat-marit," pinta Marwa dengan merengek.
__ADS_1
"Nanti juga enak! Kamu tahan dulu ya!" kata Lucas sambil terus menekan masuk.
"AW mas! Ampun mas, oughtttty." rintihan Marwa semakin nyaring terdengar ditelinga Lucas.
Untung saja disetiap ruangan rumah Anderson kedap suara jadi sekencang apapun teriakan Marwa, orang lain tidak akan bisa mendengarnya.
"Ahhhh sempit sekali Marwa, aku seperti terjepit," era ngan Lucas mendapati ladang gandum Marwa yang begitu menggigit senapannya.
Lucas semakin ber naf si untuk menjebol ladang gandum super sempit itu, meskipun Marwa terus mere mas bahunya, mencakar punggungnya tapi Lucas tetap gigih untuk terus menekan masuk agar senapannya melesat sampai kedalam sana.
Terlihat air mata Marwa yang mulai mengalir di pipinya, meskipun tidak tega namun Lucas sangat mendapatkan kenikmatan ini! Tidak mungkin Lucas akan mengakhirinya begitu saja, Lucas secara perlahan terus menekan masuk senapannya.
Kini sudah separuhnya masuk, namun Marwa sudah menjerit-jerit kesakitan sambil terus menangis. Bahkan bahu Lucas menjadi bulan-bulanan tangan Marwa untuk dicubit, dipukul dan cengkram kuat. Semakin dalam Lucas semakin tak kuasa menahan kenikmatannya, dan dengan satu kali hentakan kuat akhirnya Lucas berhasil melesatkan senapannya masuk seluruhnya kedalam ladang gandum milik Marwa.
"Aaaaaaaa, sttthhhhh mas sakit mas, oughttt mas," Marwa merintih dan menangis.
"Ahhhh, kamu nikmat sekali Marwa, punyamu benar-benar mengigit," lirih Lucas dengan terus mende sah.
"Oughtttt Marwa, stthhhhb emmmmmhh," erang an- erang an Lucas terus terdengar.
"Mas, uwis mas aku minta ampun!! Sakit mas ampun, Ahhh," tangisan Marwa semakin menjadi-jadi.
Lucas membiarkan Marwa menangis, dan mencengkramnya kuat namun pantang untuk Lucas jika dia harus mengakhiri semuanya saat ini! Lucas masih sangat menikmati tubuh Marwa, untuk pertama kalinya dia menjebol gawang seorang gadis belia dan masih perawan.
Lucas seperti melayang ke udara, sensasinya lain sekali dengan para wanita yang pernah dia tiduri. Marwa membuatnya merasakan hal yang selama ini dia dambakan. Lucas terus memaju mundurkan senapannya dari dalam area sensitif Marwa.
Sudah hampir setengah jam lamanya, kini tangisan Marwa sudah tidak terdengar sama sekali, justru yang terdengar dari bibir Marwa adalah suara-suara desa han kenikmatan yang membuat Lucas makin ber gairah dibuatnya.
"Oughtt mas, emmmmahhhhh mas ohhh." Marwa ber desah.
"Oughhtt yessss! Apa kamu suka? Aku sangat menikmati ini!" tanya Lucas.
__ADS_1
"Emmahhh mas, terus mas!" pinta Marwa, yang sudah mulai terbiasa dengan gerakan maju mundur cantiknya Lucas.
Kini sudah tidak ada lagi rasa perih atau sakit diarea miliknya. Keduanya larut dalam permainan malam ini, meskipun keringat sudah mengucur tapi Lucas belum mau mengakhirinya!
Barulah setelah lebih dari satu jam, tubuh Lucas bergetar! Kedua matanya terpejam merasakan pelepasannya yang sudah dekat. Lucas semakin mempercepat tempo permainannya, gerakan pinggulnya sungguh membuat ranjang itu bergoyang hebat.
"Ahhhh mas Lucas, ahhhh mas, mas, ihh," teriak Marwa.
"Ahhh sthhh sitttt! Aku hampir sampai Marwa!" erang an Lucas.
Lucas terus memompanya hingga akhirnya,. Lucas mencapai puncaknya dan menyemburkan lelehan mayonaise di ladang gandum milik Marwa.
Tubuh Lucas roboh diatas tubuh Marwa, dia lemas sekaligus juga bahagia atas pelepasannya. Keduanya langsung dengan nyenyak karena sudah sangat kelelahan.
Tengah malam Marwa terbangun! Mendapati Lucas masih menindih tubuhnya, Marwa pun membangunkan Lucas.
"Mas, mas Lucas! Bangun to mas, aku berat iki sampean berapa kilo si?" protes Marwa sambil menyolek-nyolek bahu Lucas.
Lucas yang merasa tidurnya terganggu dengan colekan Marwa, akhirnya terbangun dan melihat dirinya masih menindih tubuh Marwa. Lucas buru-buru turun dan berbaring disamping tubuh Marwa.
"Maaf aku kecapean," kata Lucas.
"Mas aku pingin ke kamar mandi, pengen buang air kecil! Tapi aku wedi perih mas," kata Marwa.
"Engga akan perih ko! Kan beda lubang," kata Lucas.
"Moso si! kamu gendong aku si mas, aku wedi masih perih mas, please!" rengek Marwa.
"Oke!" kata Lucas, meskipun dengan mata yang masih setengah ngantuk tapi Lucas mau menuruti keinginan Marwa menggendongnya ke kamar mandi, pikirnya Marwa begini juga akibat ulahnya sendiri.
Jangan Lupa Likenya ya!😁🙏
__ADS_1