Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Romantisme kantor


__ADS_3

Akhirnya Marwa menyetujui usul Ibunya untuk membeli beberapa lingerie dengan berbeda model dan warna! Marwa dan Bude Asih juga membeli beberapa pakaian da lam baru.


Setelah beres melakukan pembayaran untuk pembelian underwear, Marwa dan Bude Asih memutuskan untuk membeli beberapa pakaian bayi untuk Aiden, itung-itung untuk pancingan kata Bude Asih, agar Marwa secepatnya memiliki momongan.


Hari sudah mulai siang, Marwa dan Bude Asih juga sudah banyak membeli beberapa pakaian dan bawahan baru dari brand-brand terkenal. Ditotal seluruh belanjaan Marwa dan Bude Asih nominalnya sudah mencapai Rp.50.000.000.


Jumlah yang membuat Marwa dan Bude Asih sampai melongo dan lemas karena uang sebanyak itu habis dalam waktu sesingkat ini! Bahkan hanya untuk membeli beberapa pakaian saja. Namun supir pribadi Marwa, justru tersenyum dan baru mau mengantar keduanya pulang setelah melihat struk belanjaan dengan total Rp.50.000.000 itu.


"Ya Gusti, Marwa Ibu wis lemes liat struk belanjaan sampai sebanyak ini! Kalau di kampung uang sebanyak itu wis bisa bangun satu rumah," kata Bude Asih sambil terus meratapi struk belanja.


"Iya Bu! Tapi ya gimana lagi toh Bu, supir Marwa ndak mau nganter pulang kalau kita ndak belanja sampai nominal yang wus ditentukan mas Lucas," kata Marwa.


"Ya wis, mudah-mudahan Gusti Allah ganti kebaikan suamimu itu ndo, rezekinya makin luas, makin lancar!" kata Bude Asih.


"Njeh Bu, matursuwun ya Bu doane," kata Marwa.


"Ya wis kita pulang sekarang! Udah siang banget iki, Ibu wis kangen Aiden," kata Bude Asih.


"Bu, sebaiknya Ibu pulang duluan saja sama pak supir! Marwa mau naik taksi online buat pergi ke kantor mas Lucas," kata Marwa.


"Lah pie moso Ibu pulang sendiri, terus itu loh kamu kan durung makan siang!" kata Bude Asih.


"Ya justru itu Bu! Marwa wis janji karo mas Lucas untuk main ke kantornya! Yo Bu, Marwa makan siang di kantor saja!" kata Marwa.


"Oh ngono toh, ya wis! Kamu hati-hati, sampaikan terimakasih Ibu sama nak Lucas," kata Bude Asih.


"Njeh Bu! Ibu juga hati-hati, terus langsung makan siang ning umah, jangan ditunda-tunda!" kata Marwa.


Akhirnya Bude Asih pulang bersama supir pribadi Marwa! Sementara Marwa pergi memesan beberapa menu di restauran di dalam mall untuk makan siang bersama Lucas. Setelah makanan selesai di pesan, Marwa segera meninggalkan mall dan memesan taksi online untuk berkunjung ke kantor.


Tak perlu menunggu lama! Taksi online yang di pesan oleh Marwa sudah tiba menghampirinya, Marwa pun masuk ke dalam taksi online itu untuk pergi menuju kantor Anderson group.


Sesampainya di kantor, Marwa buru-buru turun dari mobil dengan penuh semangat untuk segera bertemu dengan Lucas dan makan siang bareng bersamanya. Di lobby utama, resepsionis sudah hapal dan mengenal Marwa, sehingga Marwa tidak perlu untuk lapor atau menunggu diruang tunggu kantor.



Marwa langsung bertandang menaiki lift menuju lantai ruangan Lucas berada.


Ting, pintu lift terbuka.

__ADS_1


Marwa keluar dari lift dengan membawa paper bag berisi makanan untuk makan siang, sekertaris pribadi Lucas yang melihat kedatangan Marwa, langsung menaikan satu alisnya, entah apa maksud dari reaksinya itu. Marwa yang kurang suka dengan sikap sekertaris pribadi suaminya itu, langsung saja nyelonong melewati meja kerjanya.


"Nona, tunggu dulu!" kata sekertarisnya.


"Iya ada apa toh?" tanya Marwa.


"Pak Lucas sedang sangat sibuk sekali! Jadi sebaiknya tidak diganggu dulu," ujar Sekertaris.


"Suamiku memang sangat sibuk dengan pekerjaannya! Tapi kalau untuk bertemu isterinya, suamiku jelas ndak sibuk, malah banyak waktu luang! Wis aku permisi," kata Marwa tersenyum.


Sekertaris pribadi Lucas pun, langsung memberikan reaksi ketidaksukaannya dengan sikap berani Marwa. Sementara Marwa cuek saja, dan segera mengetuk pintu ruangan kerja Lucas.


Tokk, tokk, tokk.


"Mas Lucas, iki aku mas," kata Marwa.


Mendengar suara Marwa saat sedang rindu-rindunya, Lucas langsung bangkit dari kursi meninggalkan pekerjaannya untuk segera membukakan pintu kantornya.


Klek, pintu terbuka.



"Hai, kamu jadi kesini rupanya!" kata Lucas.


"Kenopo toh? Apa mas Lucas ndak seneng? Mas Lucas sibuk mas?" tanya Marwa.


"Engga! Masuklah!" kata Lucas.


Marwa pun segera masuk ke dalam ruangan kerja Lucas! Diletakkannya paper bag makanan itu, untuk kemudian dikeluarkan oleh Marwa dan ditata diatas meja.



"Kamu kok repot-repot beli makan siang untuk aku?" kata Lucas.


"Ndak repot! Iki loh, aku sama Ibu mau mengucapkan terimakasih karena mas Lucas sudah membiayai aku dan Ibu belanja, makasih banyak ya mas," kata Marwa.


"Sama-sama, ngomong-ngomong kamu beli apa saja?" tanya Lucas.


"Oh banyak mas, aku beli baju, beli rok, beli celana, beli pakaian da lam, terus beli baju tidur yang koyo jaring laba-laba, kalau ndak salah lingerie itu loh mas," kata Marwa.

__ADS_1


"Oh beli pakaian se xy, untuk menyambutku diatas ranjang ya?" ledek Lucas.


"Aduh keceplosan!" kata Marwa langsung menutup mulutnya sendiri sambil geleng-geleng kepala.


Lucas pun berbisik ditelinga Marwa.


"Padahal tanpa memakai itupun! Kamu sudah sangat menggoda dan membuatku berga irah terus setiap hari," bisik Lucas.


Marwa pun sontak tersenyum malu, mendengar perkataan Lucas.


"Ya beda toh mas! Nanti kamu bisa berkali-kali lipat lagi gai rahnya," kata Marwa.


"Aku jadi tidak sabar untuk nanti malam! Aku tidak akan mengampunimu," kata Lucas lalu menge cup bibir Marwa.


Marwa pun meletakkan kedua tangannya pada dad a bidang Lucas, sementara Lucas sudah semakin liar melu mat bibir merah jambu Marwa! Keduanya saling bertautan, menikmati ciu man disiang hari.


Tanpa terasa anaconda dibawah sana sudah terbangun oleh ulah Lucas dan Marwa yang tidak tau tempat membuatnya bangkit dan mengeras di kantor. Lucas semakin liar memagut bibir Marwa.


"Ammhhhh Ahhh," lirih Marwa sambil terus merespon baik luma tan Lucas pada bibirnya.


Seluruh tubuh Lucas rasanya sudah mendidih oleh bira hi hingga tidak sanggup lagi untuk menahannya! Tapi di kantor dan siang hari begini, tidak mungkin juga melakukannya di sini, Lucas segera mengakhiri pagutan di bibir Marwa karena tak ingin anaconda dibawah sana terus mendesak untuk keluar kandang.


"Aku akan tahan untuk nanti malam," kata Lucas.


"Njeh mas, lagipula malu kalau di kantor," kata Marwa.


"Malu? Kita sudah pernah melakukannya di kantor, apa kamu lupa malam itu?" tanya Lucas.


"Ih mas Lucas, wis toh jangan dibahas! Aku isin mas kalau inget," kata Marwa.


Lucas pun tersenyum melihat reaksi malu-malu Marwa, padahal Marwalah yang terlihat sangat menikmati saat mereka melakukannya di kantor.


"Ya wis, kita makan siang dulu ya mas! Kan kamu udah kerja dari pagi, kamu makan yang banyak ya mas," kata Marwa.


"Iya, kamu juga harus makan yang banyak agar tenaga kamu banyak untuk nanti malam," kata Lucas.


Marwa dan Lucas pun makan siang bersama di ruangan kerja Lucas, keduanya saling menyuapi dan menyantap makan siang dengan lahap, makanan apapun bila dilahap bersama pasangan rasanya akan berkali-kali lipat lebih nikmat, dibandingkan makan sendirian.


Gak bosan-bosannya bilang makasih untuk readers yang sudah mengikuti novel ini sampai detik ini! Terimakasih banyak semuanya.

__ADS_1


Jangan Lupa jaga kesehatan terus, karena beritanya umicron, abicron, cucucron, nenekcron, kakekcron katanya sedang meningkat lagi.😌😌


__ADS_2