Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Keributan besar


__ADS_3

Bude Asih yang mendengar keluhan Ellea, bisa menilai bahwa Ellea memiliki keraguan yang sangat besar terhadap Anderson. Sementara pondasi kokoh dalam sebuah rumah tangga adalah kepercayaan satu sama lain, kalau pondasinya saja sudah ragu dan setengah-setengah bagaimana rumah tangga itu akan bisa berdiri kokoh?


"Bude hanya tidak mau kamu terlalu mengkhawatirkan yang belum tentu itu benar Lea!" kata Bude Asih.


Sementara di kantor! Anderson baru saja selesai meeting dengan hasil yang cukup baik. Anderson sangat berterimakasih pada sekertarisnya itu karena dia sudah piawai membuat materi untuk presentasi dengan sangat sempurna, sehingga pada karyawan dapat mencerna isi dari materi meeting tersebut.


Anderson menepuk pundak sekertarisnya sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih, sekertaris baru itupun ikut tersenyum dan merasa itu sudah menjadi tugasnya jadi dia ikut senang jika meeting berjalan baik. Melihat obrolan akrab dan sentuhan tangan Anderson pada pundak sekertarisnya membuat Gerry yang saat itu berada di dekat sana, langsung mengeluarkan handphone lalu memotretnya.


"Dengan foto-foto ini Ellea pasti semakin ragu pada Anderson!" Kata Gerry di dalam hatinya.


Gerry yang masih mencintai Ellea, masih sangat berharap Ellea bisa kembali pada pelukannya! Meskipun Ellea sudah memiliki seorang anak tapi tetap saja, Gerry tidak goyah, dan akan ikut menyayangi anak Ellea jika Ellea bisa kembali padanya.


Setelah melihat hasil jepretannya begitu sempurna! Gerry langsung mengirimkan foto-foto itu pada Ellea.


Ellea yang masih mengobrol dengan Bude Asih di dalam kamarnya! Tiba-tiba handphonenya bergetar satu pesan masuk dari Gerry, Ellea langsung membuka pesan masuk itu! Dilihatnya foto-foto Anderson tengah begitu akrab dengan sekertarisnya yang masih muda dan cantik, apalagi Anderson menyentuh pundak dari sekertaris itu.


Darah Ellea menjadi mendidih, Ellea tidak habis pikir bisa-bisanya Anderson secepat itu akrab dengan sekertarisnya.


"Lihat nih Bude! Anderson tuh kebangetan banget, isteri baru melahirkan dia sudah nempel-nempel aja sama cewek lain," kesal Ellea.


"Sabar Lea! Kamu jangan berpikir seperti itu, mungkin Anderson memang akrab dengan para karyawanne," kata Bude Asih mencoba menenangkan Ellea.


Namun emosi Ellea semakin meletup-letup layaknya gunung berapi yang siap meletus.


"Ellea kecewa banget sama Anderson, dia memang tidak akan bisa hidup kalau tidak memiliki dua isteri," kata Ellea.

__ADS_1


"Lea jangan bicara sembarangan! Bicara yang baik-baik saja, lagipula kamu kok cepat sekali terhasut oleh foto-foto yang dikirim oleh orang ga jelas," kata Bude Asih.


"Ini foto-foto sumbernya sangat jelas dan terpercaya bude, ini Gerry yang mengirimkannya," kata Ellea.


"Gerry? Kalau bude ndak salah ingat! Ibumu pernah bilang pernikahan pertamamu itu dengan laki-laki bernama Gerry kan? Iya toh Lea?" tanya Bude Asih.


"Iya bude, ini dari Gerry mantan suami Lea!" kata Ellea.


"Ya Gusti eling kamu Lea! Itu uwong punya niat ndak baik pasti, dia sengaja ngirim foto-foto ga jelas itu biar kamu karo Anderson bertengkar," kata Bude Asih


"Bude, mau ini disengaja ataupun engga! Tetap saja Anderson memang sedekat itu dengan sekertarisnya," kata Ellea, raut wajahnya masih sangat kesal.


"Ya sudah! Kamu sebaiknya tanyakan dulu secara baik-baik pada suamimu, dan ingat jangan pakai emosi," kata Bude Asih.


Sore harinya Anderson pulang lebih cepat dari biasanya, acara syukuran pun akan segera dimulai. Di kediaman Anderson sudah tertata rapi hidangan untuk anak-anak panti asuhan, hanya tinggal menunggu beberapa saat lagi.


Semenjak ada bude Asih di rumah ini, sangat bisa diandalkan dalam mengatur hal-hal seperti ini, sehingga Ellea tidak perlu repot-repot untuk turun tangan memikirkannya. Anderson segera menuju ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar, Ellea baru selesai memandikan bayinya. Anderson pun segera menghampiri Ellea yang masih terlihat cuek dengan kedatangannya.


"Hei, kamu masih marah soal tadi pagi?" tanya Anderson sembari memainkan pipi bayinya.


Ellea meraih telepon rumah yang terletak didekat lampu tidur kamar, meminta pada babysister untuk membawa bayinya jalan-jalan didepan. Tak lama seorang babysister pun datang, dan segera menggendong bayinya keluar kamar.


"Ellea, suami kamu ini baru pulang kerja loh, kok malah dicemberutin gitu," ujar Anderson berupaya mencairkan suasana.

__ADS_1


"Toh udah ada ini wanita yang memberikan senyumnya untuk kamu, tanpa aku harus tersenyum pun kamu sudah dapatkan itu," sinis Ellea.


"Ellea please! Apa lagi si ini, apa aku salah ingin isteri aku berada di rumah mengurus anak kita saja tanpa perlu capek-capek kerja," kata Anderson.


"Bukan karena takut aku capek! Tapi karena takut keganggu aku saat lagi enak-enak berduaan sama sekertaris baru kamu itu!" kata Ellea.


"Apa? Memang kenapa jika aku berdua dengan sekertarisku Ellea? Dia bekerja untuk perusahaan kita, dan semua pekerjaanku dibantu olehnya, jadi apa ada yang salah?" tanya Anderson.


"Oh iya engga salah kok! Sampai-sampai ngusap-ngusap pundak kaya di foto ini!" kata Ellea sambil memperlihatkan foto-foto yang dikirimkan oleh Gerry.


Anderson terheran-heran foto seperti itu sangat biasa ketika seseorang tengah mengobrol dengan orang lain, hanya foto tertawa dan menepuk pundak tanda ucapan terimakasih. Tak habis pikir Ellea akan mempermasalahkan hal sekecil ini.


"Dari mana kamu dapatkan foto-foto itu?" tanya Anderson.


"Kenapa? Kamu takut semakin ketahuan lagi jeleknya olehku?" tanya Ellea.


Anderson dengan kasar merebut ponsel miliknya dari tangan Ellea. Hal itu semakin membuat Ellea marah terhadap Anderson, sementara Anderson segera mencari sumber dari masalahnya ini. Dilihatnya foto-foto itu dikirimkan oleh Gerry rupanya.


"Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tidak berkomunikasi lagi dengan bajingan tengik ini!" kata Anderson dengan nada tinggi.


"Bajingan? Justru dia yang memberitahukan kelakuan kamu selama di kantor itu seperti apa? Ternyata seperti ini, aku kecewa Anderson," kata Ellea dengan nada setengah membentak.


Bude Asih yang saat ini berada tepat dibalik pintu kamar Ellea, sampai tidak jadi mengetuk pintu kamar Ellea saat mendengar keributan diantara Anderson dan Ellea yang begitu serius. Padahal acara pemberian nama untuk anak mereka akan segera dimulai! Anak-anak dari panti asuhan juga sudah tiba dihalaman rumah Anderson.


Tak lama terdengar suara benda dibanting ke lantai, yang membuat Bude Asih kaget bukan kepalang. Rupanya Anderson membanting handphone milik Ellea ke lantai, Anderson kecewa Ellea lebih percaya terhadap mantan suaminya dibandingkan mendengar penjelasan darinya. Disamping itu juga, Anderson sangat tidak terima jika Ellea dan Gerry masih terus menjalin komunikasi, padahal Ellea telah berjanji tidak akan ada komunikasi lagi diantara dia dan Gerry.

__ADS_1


__ADS_2