
Marwa yang sudah selesai berganti pakaian dan berdandan tipis-tipis karena sudah percaya diri, kalau Lucas akan mengajaknya jalan-jalan. Marwa menemui Lucas di ruang tamu, mereka berdua pun pergi bersama ke sebuah cafe mewah.
Sesampainya di cafe mewah itu! Lucas dan Marwa turun dari mobil, dan masuk ke dalam cafe dengan berjalan beriringan! Di sana seorang wanita cantik berumur 25 tahun, bekerja sebagai seorang model terkenal di kota ini, bernama Fristi! Parasnya yang cantik dan elegant mengarahkan pandangannya pada Lucas yang baru saja memasuki cafe bersama seorang gadis belia disampingnya.
Lucas dan Marwa sampai di tempat yang sudah ia pesan, keduanya berhadapan dengan Fristi, seperti biasa cipika cipiki menjadi syarat wajib saat Fristi dan Lucas berjumpa. Marwa yang melihat cipika-cipiki Lucas dengan Fristi langsung jengkel dibuatnya.
Pikir Marwa! Untuk apa Lucas mengajaknya jauh-jauh ke sini jika Lucas malah mempertontonkan cipika-cipiki dengan wanita lain dihadapannya.
"Hai honey! Sudah lama ya kita engga kencan bareng, ini siapa keponakan kamu kah?" tanya Fristi.
"Duduk!" kata Lucas menyuruh Marwa untuk duduk.
Mereka bertiga pun duduk bersama. Fristi masih belum mengerti mengapa Lucas membawa gadis belia ke sini.
"Marwa! Kenalkan ini Fristi!" kata Lucas.
Fristi pun mengulurkan tangannya pada Marwa, dan disambut oleh tangan Marwa.
"Hallo! Aku Fristi pacarnya Lucas atau lebih tepatnya calon isterinya!" kata Fristi.
"No! Fristi!" kata Lucas.
"Hah? Opo meneh iki mas? Calon isteri, tega sampean mempermainkan pernikahan kita mas! Aku wis berusaha keras untuk menjadi isteri yang baik untuk kamu mas, tapi apa yang kamu lakukan mas? Kamu malah mau kawin lagi Karo si Tante Fristi iki," kata Marwa yang emosinya tersulut meledak-ledak.
"Tidak begitu Marwa, biar aku," kata Lucas.
"Cukup! Cukup mas, aku yo wis cukup lara ati mas, kamu seenaknya saja bawa aku kesini untuk opo? Untuk jadi saksi kamu nikah lagi karo si Tante-Tante iki? Aku ora Sudi, ora Sudi aku dimadu Gusti!!" kata Marwa yang mulutnya terus saja berkata-kata tanpa mau mendengarkan Lucas terlebih dahulu.
Sementara itu Fristi masih bengong dengan tingkah Marwa yang bisa-bisanya berbicara tanpa titik atau koma! Itu mulut Marwa udah kaya kereta bawah tanah yang terdapat di Jepang, melesat kencang. Marwa yang sudah terlanjur salah paham tak mau lagi mendengarkan apapun perkataan Lucas.
Marwa yang melihat ada jus jeruk yang sudah duluan dipesan Fristi untuk dia minum sambil menunggu Lucas.
"Tante! Sampean ora keberatan kan aku minta jus jeruk ini?" tanya Marwa.
"Ya it's oke," kata Fristi mempersilahkan Marwa mengambil jus jeruknya.
Marwa pun bangun dari tempat duduknya, dia lantas meraih gelas berisi jus jeruk itu. Marwa hendak menyiramkannya pada Lucas, namun melihat jus jeruk itu sangat segar sepertinya, Marwa justru meminum jus jeruk itu, dan menyisakan satu tetes untuk kemudian dia siramkan pada Lucas.
__ADS_1
"Hemm, hemm," kata Marwa sembari mengeluarkan tetes terakhir jus jeruk itu ke baju Lucas, namun setetes jus jeruk itu malah jatuh ke lantai.
"Marwa duduk!" perintah Lucas.
Marwa pun menurut dan mulai mengatur emosinya, dia duduk disamping Lucas dan menghentikan ocehannya.
"Lucas apa ini? Lelucon kah?" tanya Fristi.
"Ini semua tidak bisa aku hindari Fristi dan terjadi begitu saja! Aku dan gadis ini, namanya Marwa! Kami sudah menikah dua hari lalu!" kata Lucas.
"What? Apa yang kamu bicarakan Lucas? Lalu aku?" tanya Fristi.
"Karena itu aku mengundang kamu kesini untuk meluruskan semuanya! Sekaligus mengakhiri semuanya," kata Lucas.
"Kamu lebih memilih gadis kecil ini?" tanya Fristi.
"Ya! Semua sudah terlanjur, dan hubungan kita tidak mungkin lagi diteruskan! Aku mengajak Marwa agar tidak ada kesalahpahaman nantinya," kata Lucas.
"Why? Apa karena aku sibuk dan jarang bisa bertemu denganmu Lucas?" tanya Fristi.
"So? Selamat atas pernikahan kalian berdua!" kata Fristi tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Lucas.
"Makasih banyak Fristi untuk pengertiannya!" kata Lucas.
"Ya Lucas, karena aku juga sadar kalau aku emang engga bisa stay dengan hubungan kita, aku masih harus keluar negeri mengurus karier dan keluargaku! Jadi aku akan fokus pada itu semua," kata Fristi.
"Oke! Clear ya, semoga karier kamu makin sukses Fristi!" kata Lucas.
Sementara itu, Marwa yang melihat ternyata Lucas dan Fristi justru malah mengakhiri hubungan mereka dengan santai didepannya. Marwa jadi tidak enak hati sudah salah paham pada Lucas, bahkan tadi sudah memarahinya sampai begitu.
"Oke Marwa! Kamu beruntung sekali bisa menikah dengan Lucas, dia pria baik kok, selamat ya!" kata Fristi.
"Njeh! Maaf ya mba, tadi aku emosi," kata Marwa.
"Minta maaf sama Lucas dong, jangan sama aku! Kalau begitu, aku pamit duluan ya Lucas!" kata Fristi.
Fristi akhirnya meninggalkan Lucas dan Marwa, Lucas sudah lega akhirnya dia bisa mengakhiri hubungannya dengan Fristi dan bisa lebih fokus lagi terhadap pernikahannya dengan Marwa! Meskipun Lucas masih kaget sudah mendapatkan ocehan dari Marwa tadi.
__ADS_1
"Mas! Kamu marah sama aku?" tanya Marwa.
"Bukannya kamu yang marah sama aku?" tanya Lucas.
"Maaf yo! Tak kira kamu mau minta izin untuk poligami sama aku," kata Marwa.
"Hmm," ketus Lucas.
"Aja ngambek lah mas! Nanti gantengnya ilang loh mas!" goda Marwa.
Lucas pun memalingkan wajahnya dari Marwa, sembari menyelipkan senyuman dibibirnya.
"Kamu pesen makan gih! Abis itu aku akan antar kamu pulang," kata Lucas.
"Janji to, kamu jangan marah atas sikapku tadi?" tanya Marwa.
"Iya!" kata Lucas dengan singkatnya.
Marwa pun melihat buku menu untuk memesan makan siangnya! Begitu Marwa melihat buku menu tersebut, kedua mata Marwa melotot melihat harga dari menu-menu di cafe ini yang super super mahal.
Bahkan harga beef steak mozarelanya seharga 10 kali lipatnya baju Marwa. Baju-baju Marwa hanya seharga 50 ribu bisa dipakainya hingga 2 tahun. Sementara steak mozarelanya mencapai harga 500.000 lebih untuk satu potong daging saja.
"Ealah mas! iki pelayane kelebihan nol kayae!" kata Marwa.
"Maksudnya?" tanya Lucas.
"Iki loh! Moso harga menunya sampe 500.000 ribu. Bajuku saja hargane cuma 50 ribuan bisa ta pakai sampai 2 tahun. Masa iki 5000.000 cuma sekali hap aja udah abis," kata Marwa.
"Ga apa-apa aku kan yang bayar!" kata Lucas.
"Sayang lah mas! Wis kamu ikut aku aja sekarang," kata Marwa.
"Kemana?" Tanya Lucas.
"Wis ora usah bawel!" kata Marwa.
Marwa pun mengajak Lucas keluar dari cafe mewah itu. Bagi Marwa sayang sekali bila uang sebanyak segitu dihabiskan untuk makanan yang sekali hap langsung habis. Kalau ada yang menu murah kenapa juga harus makan makanan semahal itu.
__ADS_1