
*** Atas nama seluruh kru yang bertugas, saya ingin berterima kasih kepada Anda atas ikut sertanya dalam perjalanan ini. Kami berharap bisa berjumpa dengan anda lagi dalam penerbangan dalam kesempatan yang akan datang. Semoga hari Anda menyenangkan!***
Announcement flight dari seorang pramugari membuat Marwa terbangun, kepalanya juga sudah tidak begitu pusing. Akhirnya pesawat landing dengan selamat.
Mereka semua turun dari pesawat, Lucas selalu menggandeng Marwa karena wajah Marwa masih terlihat pucat dan tubuhnya seperti masih lemas.
Sesampainya di bandara Ngurah Rai Bali, Supir pribadi dari villa Anderson sudah standby menunggu kedatangan mereka. Dengan lambaian tangan, Anderson langsung menghampiri supir pribadinya yang stay di Bali menjaga villa yang jarang dia kunjungi.
"Wah Ibu ndak nyangka loh Marwa bisa menginjakkan kaki Ibu yang ndeso ini di Bali, dulu ibu cuma bisa liat-liat Bali itu di kalender suka banyak tuh foto-fotonya," kata Bude Asih.
"Iya Bu! Marwa juga seneng bisa tau Bali akhire," kata Marwa.
"Marwa apa kamu masih mual?" tanya Lucas.
"Udah ndak kok mas, wangi mas," kata Marwa.
"Wangi? Wangi apa?" tanya Lucas.
"Wangi Bali, aku wis ndak sabar mau berenang di pantai kaya bule-bule mas," kata Marwa sambil cengengesan.
Dalam hati Lucas, kok bisa Marwa sakit dan sembuh dalam waktu yang bersamaan, begitu sampai di Bali sakitnya langsung hilang, dan langsung ceria lagi, tapi pas di pesawat udah kaya ayam sayur loyo banget.
"Sayang, uhh anak Mima mau berenang di pantai ya sama papa," kata Ellea sambil menimang baby Aiden.
"Iya dong Mim, papanya kan kerja terus ya sayang! Jadi jarang ada waktu untuk liburan, ga sabar deh liat kamu bisa lari-larian di pantai!" kata Anderson sambil menge cup pipi Aiden.
"Tuan, mari saya bawakan!" ujar supir pribadi Anderson.
"Oh ya Pak! Di villa, pelayan udah pada masak kan ya?" tanya Anderson.
"Sudah Tuan! Mereka semangat banget masak, kan Tuan Anderson jarang banget berkunjung ke sini, jadi para pelayan kaya makan gaji buta katanya," ujar supir sambil berjalan menuju ke mobil.
Anderson pun tertawa ringan, mengingat umurnya selalu dipakai untuk kerja-kerja dan kerja, sedangkan healing nomor kesekian. Supir segera memasukkan koper-koper ke bagasi mobil, dan rombongan Anderson segera masuk ke dalam mobil untuk melakukan perjalanan dari bandara menuju villa pribadi Anderson yang terletak di Uluwatu Bali.
Sesampainya di villa milik Anderson, para pelayan sudah menyambut kedatangan Tuan mereka di depan gerbang utama, mobil pun memasuki halaman villa, setelah terparkir Anderson dan yang lainya turun dari mobil! Sementara para pelayan sibuk mengangkat koper-koper milik rombongan itu.
__ADS_1
"Mari Tuan, kami sudah rapihkan kamar-kamarnya!" ujar salah seorang pelayan.
"Wah sepertinya, ada yang di cat ulang ya tembok depan?" tanya Anderson.
"Iya Tuan! Habisnya musim hujan bikin warna catnya jadi engga bagus lagi, bulan lalu saya memerintahkan untuk di cat ulang saja! Mana tau Tuan Anderson akan berkunjung kan enak sudah bagus lagi," ujar pelayan itu.
Anderson dan Ellea memilih kamar dengan tipe modern dan jendela full kaca dengan view yang mengarah ke kolam renang dan juga langsung mengarah ke pantai. Sangat cocok untuk healing dan menjernihkan pikiran dari padatnya rutinitas di kota.
Sama halnya dengan Anderson, Lucas dan Marwa juga memilih kamar dengan desain modern simple dilengkapi dengan sliding door full kaca dan viewnya mengarah pada kolam renang pribadi dan juga pantai indah di Uluwatu, kamar Lucas bersampingan dengan kamar Anderson sehingga mereka mendapatkan view yang sama.
Sementara kedua babysister memilih kamar yang terletak di bagian belakang villa, bersebelahan dengan kamar Bude Asih. Ellea dan Anderson sengaja memilih Aiden untuk tidur di kamar mereka agar udara yang didapatkan oleh baby Aiden bisa fresh.
Sepanjang villa milik Anderson memang sangat sejuk karena dikelilingi oleh pohon-pohon yang tinggi menjulang dan terawat tentunya, jauh dari bising kendaraan, dan angin kencang dari pantai indah di Uluwatu akan benar-benar menjernihkan pikiran bagi siapapun yang datang berkunjung kemari.
"Hei, aku justru suka di sini! Lagi pula virus sedang ada di mana-mana tidak baik jika kita berpergian ke luar negeri," kata Ellea.
Oaa, oaaa, oaaa.. baby Aiden menangis.
"Sepertinya anak kita lapar, bangun tuh dia!" kata Ellea yang buru-buru menggendong baby Ai.
"Mungkin dia ingin segera jalan-jalan keliling Bali," kata Anderson.
"Itu si kamu!" kata Ellea sembari membuka bagian b r Anya untuk menyu sui baby Aiden.
Dengan lahap baby Aiden langsung meraih mi minya! Anderson yang melihat Aiden tengah menye sap apa yang biasanya dia lakukan sedikit mengiri atau bahkan terang sang ingin juga lakukan hal yang sama.
"Ellea, itu kan ada dua! Sayang sekali bila yang satunya tidak ikut di hi sap!" kata Anderson mencoba memberikan kode pada Ellea.
"Jangan mulai deh! Cepat sana mandi, kita kan akan makan siang setelah Aiden kenyang," kata Ellea.
"Oh, ayolah sayang! Aku ngiler banget liatnya, yang satunya boleh ya," Anderson memaksa dengan wajah memanja.
__ADS_1
"Nanti malam!" kata Ellea.
"Promise?" tanya Anderson.
"Ya, promise," kata Ellea tersenyum malu.
Setelah menidurkan Aiden, Anderson dan Ellea pergi menuju meja makan untuk makan siang bersama-sama.
Bagian dapur Anderson dirias dengan ornamen serba kecoklatan membuat kesan klasik di villa ini. Diatas meja makan yang panjang dan lebar, sudah tersaji banyak sekali makanan -makanan khas Bali yang di persiapkan oleh para pelayan yang bekerja di villa milik Anderson ini.
Ada sate lilit, ayam betutu, lawar, rujak Buleleng Bali dan lain-lain yang memenuhi meja makan panjang ini. Bude Asih, Lucas, dan Marwa pun tiba di meja makan untuk menyantap makanan khas daerah ini..
"Loh dua suster baby Ai mana bude?" tanya Ellea.
"Pusing katanya mereka, mau istirahat dulu!" kata Bude Asih.
"Oh ya sudah, kita makan duluan aja, nanti tolong pisahin ya mba soalnya kedua pengasuh anak saya masih di kamarnya!" kata Anderson memerintahkan pada pelayan di rumahnya
"Baik Tuan!" kata pelayan.
"Mas Anderson, kok mas Anderson tuh kaya banget ya! Moso punya villa gede koyo ngene loh, ada pantainya, ada kolam renangnya, wis aku betahlah ning kene," kata Marwa.
"Yang kaya itu suamimu Marwa! Tuh Bosnya, kamu minta saja dia belikan lagi villa yang lebih bagus dari ini!" kata Anderson menunjuk ke arah Lucas.
"Opo iya mas Lucas lebih kaya? Iya mas? Kamu bisa beli villa yang lebih gede dari villa milik mas Anderson iki?" tanya Marwa.
Lucas pun meminta Marwa mendekat kearahnya untuk membisikkan sesuatu ditelinganya, karena penasaran Marwa menurut saja lalu mendekat kearah Lucas.
"Aku akan belikan yang tiga kali lipat lebih bagus, asal kamu melayaniku nanti malam!" bisik Lucas.
Bagian ruang tamu villa!
__ADS_1