
Melihat lirikkan Lucas seperti ini! Gea langsung memiliki firasat tidak baik akan apa yang sedang terjadi saat ini.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu Lucas? Lancang!" kata Gea.
"Apa ini semua perbuatan Anda?" tanya Lucas.
"Perbuatan? Maksud kamu apa? Aku bahkan tidak mengetahui apa yang sedang terjadi saat ini!" kata Gea.
"Kedua orang tua Nona Ellea tewas dalam kecelakaan tragis sore ini! Apa ini semua ulah Anda Nyonya Gea Wilson?" tanya Lucas sembari terus menatap Gea dan berjalan mendekati wajah Gea.
Gea syok mendengar Ayah dan Ibu Ellea tewas, karena ini bukan bagian dari rencananya. Gea sendiri tidak mengerti mengapa anak buahnya bisa seceroboh ini dengan membunuh orang tua Ellea. Bahasa tubuh Gea terlihat sangat gugup dan berusaha tidak menatap wajah Lucas.
Gea semakin mundur, namun Lucas semakin maju kearahnya, terlihat sekali Gea berusaha menyembunyikan kebohongannya. Lucas semakin mendekat kearah Gea. Tubuh Gea kini sudah mentok ke tembok tapi Lucas terus menatap wajahnya dari jarak sangat dekat.
"Apa yang kamu lakukan? Minggir! Aku tidak ada hubungannya dengan kematian orang tua Ellea!" bentak Gea.
Kedua tangan Gea dicengkeram oleh Lucas. Wajah Gea dengan wajah Lucas hanya berjarak satu inci saja saat ini.
"Aku peringatkan Anda Nyonya! Aku akan menyelidiki ini semua!" bisik Lucas.
Lucas lalu melepaskan cengkramannya! Gea segera berlari masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamarnya, Gea sangat gugup dan tak menyangka semuanya menjadi seperti sekarang ini. Gea mengunci pintu kamarnya lalu mengambil handphone cadangannya untuk menelpon anak buahnya itu.
Ditelepon Gea memaki-maki anak buahnya itu, Gea menanyakan kenapa orang tua Ellea sampai tewas padahal Gea hanya meminta orang suruhannya itu untuk membuat celaka saja. Namun anak buahnya berkata bahwa dia kesal dengan sikap Ayah Ellea yang sempat memarahinya dan bahkan berkata bahwa dia tidak bisa menyetir mobil.
Karena kemarahan itulah anak buah Gea bertindak tidak sesuai keinginan Gea dan malah kebablasan. Mendengar hal itu, Gea sangat kesal! Mengingat Anderson pasti akan menyuruh Lucas untuk ikut menyelidiki kasus ini karena orang tua Ellea sampai meninggal.
Kini justru Gea merasa panik untuk kesekian kalinya kejahatan yang dia lakukan. Bisa saja kali ini dirinya tidak beruntung dan bisa ketahuan.
__ADS_1
Sementara itu di rumah sakit Ellea harus dirawat karena kondisinya dan juga kondisi bayi dalam kandungannya melemah. Dokter meminta untuk berbicara berdua dengan Anderson.
Di ruangannya! Dokter menjelaskan bahwa keadaan Ellea sangat lemah akibat stres berat yang dialaminya saat ini. Kondisi ini jika terus menerus berlarut-larut, maka bukan tidak mungkin kalau janin yang dikandungnya bisa keguguran, kondisi janin memang sejak awal kehamilan sudah lemah ditambah saat ini kondisi dari si Ibu yang semakin membuat kondisi janin terancam.
Dokter meminta Anderson untuk menguatkan hati Ellea dan menasihatinya untuk tidak terlalu stres, demi janin yang ada didalam kandungannya. Anderson akan mencoba mengikuti saran Dokter untuk menasihati Ellea sekarang! Anderson tidak mau sampai Ellea kembali kehilangan sesuatu paling berharga dihidupnya yaitu janin yang ada didalam kandungannya, sudah cukup rasanya Ellea kehilangan kedua orang tuanya sekaligus.
Anderson kembali ke ruangan Ellea dirawat. Disana Ellea masih terus melamun, kedua matanya sembab karena terlalu banyak menangis.
"Ellea! Apa kamu haus?" tanya Anderson.
Elleaa hanya menggelengkan kepalanya.
"Ellea aku tau kita sedang berduka saat ini. Ayah dan Ibu kamu itu juga orangtuaku juga! Tapi aku meminta sama kamu, tolong ingat Ellea bayi didalam kandungan kamu sedang tidak baik-baik saja saat ini," kata Anderson.
"Aku tau! Lalu mau kamu apa sekarang? Kamu mau aku melupakan kejadian hari ini secepatnya? Anderson, Ayah dan Ibuku meninggal secara mendadak!" kata Ellea.
Sejenak Ellea merenung mencoba mencerna perkataan Anderson. Anderson mencoba menjelaskan bahwa kandungan Ellea sudah sangat lemah, dan jika Ellea terus stres seperti ini, maka Dokter tidak menjamin kalau kandungannya bisa diselamatkan.
"Kamu jangan salah paham! Aku pun sama seperti kamu, aku masih tidak percaya dengan kejadian ini. Tapi Ellea, aku tidak mau kamu sampai kehilangan lagi sesuatu yang berharga dalam hidup kamu," kata Anderson mencoba menjelaskan pada Ellea.
Ellea kembali menangis, dia juga takut kandungannya kenapa-kenapa. Tapi Ayah dan Ibunya pergi terlalu cepat dan terlalu mendadak dan Ellea belum siap. Anderson segera memeluk Ellea, mencoba membangun kembali semangat Ellea.
"Apa persiapan untuk pemakaman Ayah dan Ibu sudah dilakukan?" tanya Ellea yang sudah mulai bisa tenang.
"Lucas sudah mengurus semuanya, termasuk menghubungi para tetangga dan saudara kamu di sekitaran rumah Ayah dan Ibu, mereka pasti akan datang besok pagi," kata Anderson.
"Sepupu jauh ayahku ada yang tinggal dijawa bersama anak perempuannya! Boleh aku meminta mereka untuk datang juga?" tanya Ellea.
__ADS_1
"Tentu! Kamu boleh hubungi sekarang, aku akan transfer untuk biaya perjalanan mereka kesini!" kata Anderson.
Ellea merasa lega disaat seperti ini Anderson selalu menguatkannya, memberikan nasihat-nasihat baik untuknya. Sepupu jauh Ayah Ellea bernama Bude Asih, memang tinggal di salah satu kampung di Jawa Timur, dulu Bude Asih sangat dekat dengan Ayah! Namun Bude Asih pindah ke Jawa karena suaminya sudah tidak memiliki pekerjaan lagi di sini, mereka memiliki seorang anak perempuan bernama Marwa Sutedjo.
Keesokan harinya meskipun Ellea belum sehat tapi tetap memaksakan diri untuk mengantarkan kedua orang tuanya ke tempat peristirahatan terakhirnya! Dengan memakai kursi roda yang didorong oleh Anderson, Ellea terus menangis tersedu-sedu dihadapan liang lahat.
Di sana Gea turut hadir dalam pemakaman kedua orang tua Ellea, begitu juga saudara Ellea baik yang dari dekat rumah Ayah dan Ibunya, Bude Asih dan Marwa juga turut hadir. Gea meyakinkan dirinya bahwa Ayah dan Ibu Ellea meninggal karena sudah waktunya, bukan karena salahnya.
"Ini bukan salahku! Jelas aku hanya meminta anak buahku itu mencelakai Ayah dan Ibunya Ellea, tapi jika sekarang orang tua Ellea sampai mati, itu sudah jadi takdir keduanya! Ya kamu benar Gea kamu tidak salah sama sekali, jadi aku engga perlu takut." Kata Gea didalam hatinya.
Bude Asih mengusap punggung Ellea menguatkannya agar bisa ikhlas agar kedua orangtuanya bisa pergi dengan tenang. Ayah dan Ibu Ellea pun sudah disemayamkan dan batu nisan sudah terpasang dikedua kuburan mereka. Doa bersama menjadi pengiring atas kepergian keduanya.
Semua orang sudah meninggalkan pemakaman, hanya tersisa Anderson, Ellea, Lucas, Bude Asih dan Marwa. Marwa merasa keribetan terus memegangi tas yang berisi pakaiannya karena begitu sampai terminal mereka langsung ke pemakaman belum sempat menaruh tas mereka. Marwa melihat Lucas yang anteng berdiri tegak.
"Emm Mang! Piye si ora peka pisan! Iki loh tas ku berat, Mamang yo bantuin aku pegangin ini tas," kata Marwa yang memanggil Lucas yang keren begitu dengan sebutan Mamang-mamang.
Visual Marwa
Marwa lagi makan ice cream
Visual Lucas
__ADS_1