
Seketika tubuh Gea terasa lemas mendengar perkataan dari pelayan, bahwa jus jeruk yang sudah ia beri obat perusak rahim itu! Justru dirinya sendiri yang meminumnya bahkan tanpa tersisa satu tetes pun.
Tubuh Gea roboh ke lantai, perasaannya hancur berkeping-keping, tangannya gemetaran sembari memegangi tubuh bagian perutnya. Pelayan berusaha membangunkan Gea. Namun Gea seperti tak mendengar atau tak melihat situasi disekelilingnya saat ini. Pikirannya sudah sangat berat memikirkan nasib rahimnya saat ini.
Gea tak menggubris para pelayan yang berusaha mengajaknya bicara! Dia berjalan keluar rumah! Membuat para pelayan kebingungan sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan isteri pertama Anderson itu.
Air matanya berlinang keluar, wajahnya pucat pasih, Gea berlari sembari memegangi perutnya ke bagian security. Dia membangunkan security yang tengah berjaga.
"Antarkan aku ke rumah sakit sekarang!" lirih Gea dengan nada bicara gemetar dan air matanya terus mengalir membasahi pipi.
"Ba-baik Nyonya!" kata security yang tidak berani membantah atau bertanya lebih lanjut lagi.
Security segera menyiapkan mobil untuk mengantarkan Gea ke rumah sakit. Saat dalam perjalanan ke rumah sakit! Gea mulai merasakan mual layaknya orang tengah mengandung, perutnya kram luar biasa saki seperti saat sedang datang bulan namun rasa sakitnya 10 kali lipat daripada itu.
Gea histeris menangis sejadi-jadinya, dia berteriak memegangi perutnya karena tak sanggup lagi menahan sakit di perutnya. Ditambah lagi Gea mengalami pendarahan padahal jarak ke rumah sakit masih cukup jauh.
Aaaaaaaa.......
"Cepat! Ngebut! Aku tidak sanggup lagi, sakit sekali!" teriak Gea.
"Baik Nyonya! Anda sabar ya Nyonya!" kata security yang saat ini mengantarnya.
Setelah tiba di rumah sakit Gea langsung mendapatkan penanganan serius, namun sebelum masuk kedalam ruangan UGD. Gea meminta security untuk merahasiakan kejadian malam ini dan menyuruhnya pulang, tanpa bicara pada siapapun tentang hal ini.
Tak lupa Gea mengeluarkan sejumlah uang agar security benar-benar tutup mulut. Security menurut saja karena takut jika membantah Gea. Dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan menemukan indikasi rahim Gea telah rusak sehingga dokter harus melakukan langkah cepat agar nyawa Gea dapat tertolong.
"Nyonya! Dengan berat hati saya harus menyampaikan bahwa, rahim Anda harus segera diangkat," kata Dokter.
__ADS_1
"Engga dok! Pasti ada cara lain selain itu! Aku gak akan pernah mau rahim aku diangkat, gak akan pernah!" teriak Gea sembari terus menangis.
Dunia Gea terasa hancur sehancur-hancurnya saat ini! Jika rahimnya harus diangkat itu berarti pupus sudah untuk menyingkirkan Ellea. Gea juga tidak akan pernah bisa memberikan keturunan untuk Anderson.
"Maaf Nyonya! Namun pendarahan Anda tidak bisa kami hentikan! Jika ini dibiarkan maka nyawa Anda menjadi taruhannya," kata Dokter.
Gea mengepalkan tangannya, sekarang Gea menemui jalan buntu. Mustahil juga Gea membiarkan rahimnya mengancam keselamatannya sendiri. Dengan tangan gemetar Gea terpaksa menandatangani surat persetujuan untuk prosedur operasi pengangkatan rahim.
Sebelum masuk ke dalam ruangan operasi Gea mengirimkan pesan pada Anderson. Bahwa dirinya pergi jalan-jalan keluar negeri.
"Aku tidak akan membiarkan Anderson tau kalau aku tidak bisa hamil! Aku akan rahasiakan semua ini. Anderson dan Ellea tidak boleh sampai tau rahimku diangkat." Kata Gea dalam hatinya.
Keesokan harinya, Anderson membuka pesan singkat dari Gea.
"Yes! Akhirnya!" kata Anderson.
"Gea pergi keluar negeri! Dan itu artinya, tidak akan ada lagi yang akan menggangu kita, " kata Anderson.
"Tumben! Bukankah Gea semenjak kamu menikahi aku, Gea tidak mau kalah, dan selalu ingin berada di rumah ini?" tanya Ellea.
"Emm, aku gak mau mikirin itu! Yang penting aku senang dan akan fokus untuk terus menanam benih di rahimmu itu!" kata Anderson.
Ellea keluar kamar untuk mengecek apakah sarapannya sudah siap atau belum. Saat tiba di dapur, pelayan pribadi Ellea menyampaikan berita semalam mengenai Gea.
"Nona! Saya punya berita menyangkut Nyonya Gea," kata pelayan.
"Aku udah tau kok! Gea keluar negeri kan, buat liburan!" kata Ellea.
__ADS_1
"Hah? Keluar negeri non?" tanya pelayan heran.
"Iya! Emang ada apa si bi? Ko kaget gitu?" tanya Ellea.
"Semalam itu Nyonya Gea menanyakan ke saya tentang jus buah naga yang nona minum dengan jus jeruk yang dia minum. Tapi setelah saya bilang jus jeruk yang tadinya untuk nona Ellea saya berikan pada dia. Mendadak wajah Nyonya Gea pucat lalu tubuhnya roboh ke lantai, non!" kata pelayan.
Ellea kebingungan dengan apa yang diceritakan oleh pelayan. Di sisi lain kepergian mendadak Gea ke luar negeri juga menjadi sebuah tanda tanya besar dibenak Ellea. Apa sebenarnya yang terjadi?
"Nona! Anda baik-baik saja kan?" tanya pelayan.
"Iya aku gak apa-apa kok!" kata Ellea sembari memikirkan cara untuk mencari tahu tentang Gea.
Sementara itu di rumah sakit! Gea melalui semua proses pengobatan sendirian. Setelah beberapa jam rahim Gea telah berhasil diangkat dan operasinya berjalan lancar tanpa adanya pendarahan kembali.
Gea tersadar ketika satu jam berlalu setelah operasi rahimnya diangkat. Dia langsung menangis mengingat segalanya, tak bisa terima kalau sekarang dia telah kehilangan rahimnya.
"Ini semua gara-gara si ****** Ellea! Gara-gara kamu Ellea, hidupku hancur, aku kehilangan sesuatu yang sangat berharga untukku. Rahimku diangkat karena kamu ja Lang!" teriak Gea.
Dalam hati Gea, kalau Ellea kali ini telah membuatnya kehilangan sesuatu yang sangat untuk hidupnya! Maka Ellea juga harus merasakan hal yang sama, Ellea harus merasakan berada diposisi Gea.
"Aku akan ambil sesuatu yang paling berharga dihidup kamu Ellea! Aku akan balas, apa yang paling berharga untuk hidup kamu saat ini Ellea? Apa itu Ayah dan Ibumu? Maka aku akan membuatmu kehilangan itu!" Kata Gea berbicara dengan dirinya sendiri.
Gea sangat marah kali ini. Dalam benak Gea saat ini hanyalah memikirkan cara untuk membalas rasa sakitnya saat ini terhadap Ellea. Ellea harus merasakan juga kehilangan apa yang berharga untuk hidupnya! Dan itu adalah kedua orang tua Ellea.
Jika menyingkirkan Ellea sesulit ini. Gea akan memulai menyakiti Ellea melalui orang tuanya. Gea yakin Ellea akan hancur jika kedua orangtuanya mati.
"Rahimku kini tidak ada! Tapi bukan berarti aku kalah Ellea, aku akan menutupi semua ini! Anderson tidak akan pernah tau kalau aku tidak akan pernah bisa hamil. Aku akan pikirkan cara untuk bisa memberi Anderson anak, tanpa harus hamil!" kata Gea.
__ADS_1
Sementara itu di kantor perasaan Ellea kini tidak karuan. Ellea masih tidak percaya bahwa Gea benar-benar keluar negeri, Ellea juga masih memikirkan dengan kata-kata pelayan tentang jus dan kepanikan Gea.