Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Anderson dan Gerry panas


__ADS_3

Seorang wanita yang tubuhnya terkenal gemuk, berkacamata super tebal, serta rambut yang kriwil, menjadi tujuan Anderson saat ini! Wanita itu merupakan staff biasa yang sering sekali digoda oleh para staff lainya dikarenakan keculunannya.


Anderson menghampiri ke meja kerja wanita itu, seketika wanita culun itu langsung berdiri dan kaget CEO perusahaan ini menghampiri karyawan biasa sepertinya, ada apa gerangan yang ada dalam pikiran wanita culun itu. Anderson memberikan bucket bunga yang semual diberikan Gerry untuk Ellea, kepada wanita culun itu.


"Hah, apa ini Pak?" tanya wanita culun itu.


"Ini untukmu! Seorang karyawanku yang merupakan teman dekatku sangat mengagumimu! Tapi dia malu memberikannya secara langsung," kata Anderson sambil menahan tawanya.


"Oh ya? Karyawan kawan CEO perusahaan ini menyukai saya? Siapa dia Pak Anderson?" tanya wanita itu kegirangan, maklum baru kali ini ada laki-laki yang menyukainya bahkan memberikan bucket bunga sebesar ini untuknya.


"Disitu ada diselipkan siapa pengirimnya! Bacalah, lalu berterimakasih lah padanya!" kata Anderson.


Setelah melihat wanita culun itu membaca memo yang diselipkan oleh Anderson didalam bucket bunga itu! Anderson buru-buru kembali ke dalam ruangannya. Sesampainya di ruangan kerjanya, Anderson tak henti-hentinya tertawa terbahak-bahak, membayangkan Gerry ditemui oleh wanita itu.


Wanita culun itu sangat berbunga-bunga membaca kalimat romantis dikertas itu, kemudian dilihatnya nama si pengirim dan juga divisi tempat dia bekerja. Rupanya wanita itu sering ke divisi Gerry, dan memang sudah tertarik pada Gerry sehingga dia tau nama Gerry itu adalah laki-laki brewok yang berada di lantai sepuluh.


Wanita culun itu segera mengambil kaca dan memakai lipstik dengan warna yang sangat mencolok, merah terang! Dia lantas meninggalkan meja kerjanya untuk turun ke lantai sepuluh dan menemui Gerry! Tak lupa dia membawa serta bucket bunga itu.


Sesampainya di lantai sepuluh, terlihat Gerry tengah mengobrol dan duduk diatas meja kerjanya bersama beberapa rekan kerja laki-lakinya. Wanita itu segera berlari kearah Gerry, sontak semua yang ada diruangan itu kaget melihat wanita culun itu berlari melesat dan tertuju pada Gerry.


Hingga Gerry pun tak sempat menghindar! Dan akhirnya.


Plupppppp..


Wanita culun itu menci um pipi Gerry, dahi, dagu dan seluruh wajah Gerry, dengan lipstik merahnya hingga meninggalkan jejak merah di seluruh wajahnya. Gerry sekuat tenaga menghindar, namun wanita itu terlalu gemuk dan kuat untuk melepaskannya.

__ADS_1


Hahahha..


Karyawan yang berada diruangan itu sampai geli menertawakan Gerry dan wanita culun itu.


"Apa-apaan ini?" bentak Gerry.


Wanita itu akhirnya berhenti men ci um Gerry, dan menunjukkan kertas dari bucket bunga itu. Gerry sadar bucket bunga itu dia berikan pada Ellea tadi pagi lalu kenapa bisa wanita ini yang justru menerimanya dan kalimatnya pun diganti.


Akhirnya Gerry sadar! Anderson pasti yang sudah melakukan ini. Dengan kasar Gerry merampas kembali bucket bunga itu dari tangan wanita gemuk itu, lalu dengan langkah kaki terburu-buru dia segera menaiki lift untuk menuju ruangan Anderson.


Wajahnya memerah, tangannya mengepal! Tak habis pikir Anderson akan mempermalukannya dengan cara norak seperti ini, Gerry sudah sangat tersulut emosi oleh Anderson hingga dia tak lagi berpikir jernih bahwa Anderson adalah CEO di perusahaan ini.


Gerry tiba di lantai dua puluh, tempat ruangan Anderson! Dia melewati meja kerja Ellea begitu saja dengan mata melotot kedepan! Ellea yang melihat Gerry emosi seperti itu dan berjalan menuju ruangan kerja Anderson, merasa pasti ada hal yang tidak beres yang terjadi diantara Anderson dan Gerry. Apalagi terlihat Gerry membawa kembali bucket bunga yang semula diberikan untuknya dan tadi dibawa oleh Anderson.


Duggggg, dug, dug, pintu ruangan Anderson digedor hingga kencang.


"Gerry kamu tidak bisa mengetuk pintu dengan cara seperti itu!" kata Ellea.


"Pergilah Ellea! Ini urusan laki-laki," kata Gerry.


"Urusan laki-laki apa? Ingat Gerry ini kantor, jaga sikapmu!" kata Ellea berusaha menyadarkan Gerry.


"Persetan dengan menjaga sikap! Suamimu itu sungguh keterlaluan Ellea, apa kau tau itu?" tanya Gerry.


"Memang apa yang sudah dilakukan oleh Anderson terhadap kamu? Tenanglah!" kata Ellea, melihat emosi dan tatapan mata Gerry sepertinya Anderson sudah melakukan hal yang sangat membuat dia marah dan keterlaluan.

__ADS_1


"Biarkan dia masuk, Ellea!" teriak Anderson, yang sejak tadi di dalam ruangannya mendengar keributan Ellea dan Gerry.


"Kamu dengar itu! Jangan ikut masuk ke dalam sana!" ancam Gerry.


Gerry segera membuka pintu lalu menutupnya kembali! Sementara Ellea memaksa untuk masuk ke dalam ruangan Anderson. Ellea tidak mau ada keributan di kantor ini, apalagi ini adalah hari pertama dia masuk kerja lagi, tapi Gerry langsung mengunci pintu ruangan Anderson.


Anderson mengerinyai, tersenyum geli ke arah Gerry! Membuat emosi Gerry semakin tersulut dan akhirnya langsung meny erang Anderson dengan melemparkan bucket bunga mawar itu ke wajah Anderson.


Hal itu juga yang membuat Anderson tak tinggal diam, kebetulan sekali sudah sejak lama Anderson menahan emosinya terhadap Gerry. Keduanya saling tarik menarik kerah kemeja masing-masing.


Sementara Ellea terus menggedor-gedor pintu minta dibukakan! Tak lama terdengar suara kegaduhan di dalam sana, benda-benda diatas meja Anderson jatuh akibat terseret tubuh Anderson yang baru saja diha jar Gerry hingga terjatuh diatas meja kerjanya.


Brughhgggghhhhhhh...


Ellea yang panik! Segera menelepon Lucas yang saat ini tengah berada di ruangan kerjanya. Lucas yang mendengar hal itu dari Ellea! Segera meninggalkan ruangan kerjanya untuk pergi ke ruangan kerja Anderson.


Di dalam sana Anderson dan Gerry semakin berk elahi hebat saling pu kul, saling tin ju hingga wajah masing-masing sama lebamnya! Tak lama Lucas sampai di depan ruangan kerja Anderson, terlihat Ellea menangis karena takut perke lahian itu sangat fatal.


Lucas meminta Ellea untuk mundur, dengan kekuatan otot kakinya! Lucas menendang pintu ruangan kerja Anderson hingga akhirnya, pintu itu berhasil didobrak dan terbuka.


Anderson dan Gerry masih terus berk elahi, saling berputar-putar posisi dan saling men inju, hingga Lucas datang menyudahi perke lahian keduanya, Ellea sangat ketakutan melihat peristiwa ini didepan kedua matanya.


"Sudah hentikan! Ini kantor! Apa kalian pikir ini arena ti nju? Mirip bocil pubg saja kalian berdua, kalah ber ke lahi sampai bon yok!" bentak Lucas.


Ellea segera memeluk Anderson, wajah Anderson lebam dan bibirnya sedikit mengeluarkan darah! Melihat Ellea memeluk erat Anderson dihadapannya, membuat hati Gerry rasanya seperti tercabik-cabik! Perih dan sakit.

__ADS_1


Bahkan Gerry tak mampu lagi memandangi keduanya yang tengah berpelukan! Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Gerry pergi meninggalkan ruangan Anderson dengan wajah lebam dan pakaian yang compang-camping.


__ADS_2