
Bibir Lucas lantas menyambar bibir mungil berwarna merah jambu, mengajaknya untuk saling bertautan menikmati ***** an-luma tan untuk menambah gai rah agar kian melesat tinggi hingga tidak dapat lagi dibendung oleh keduanya.
Kedua tangan Lucas mempunyai aktifitas tersendiri, yaitu mengolah dan mere mas kedua buah melon Bangkok agar mendorong pemiliknya lebih terang sang lagi. Sambil terus memagut bibir mungil Marwa, Lucas telaten mengolah buah melon itu dengan kedua tangannya yang sesekali memutar-mutar bagian kecil ditengahnya yang juga berwarna merah jambu namun sedikit kecoklatan.
Marwa gelagapan mendapatkan ciu man Lucas yang sangat agresif siang ini hingga membuatnya sedikit mendorong tubuh Lucas untuk mengakhiri ciu man mereka.
"Mas, ini masih siang loh!" kata Marwa sembari dirinya menghirup oksigen dengan kekuasaan untuk beberapa saat.
Namun kedua tangan Lucas kembali meraih wajah Marwa dan langsung menyambar bibir mungil itu lagi dengan ganas dan liar. Lucas bahkan tidak merespon perkataan Marwa yang mengingatkan bahwa ini kan masih siang hari, mungkin maksud Marwa ada baiknya dilakukan di malam hari karena kan mereka juga baru sampai siang ini dan belum sempat istirahat sudah disergap saja.
Lucas memeluk erat tubuh Marwa sembari keduanya masih terus saling beradu mulut, Lucas juga menjulurkan lidahnya untuk masuk mengoyak-ngoyak rongga mulut Marwa, dililitnya lidah Marwa lalu dihi sapnya bibir bagian bawah Marwa.
Kali ini Lucas lebih agresif dari sebelum-sebelumnya, dia tak malu lagi menunjukkan taringnya, betapa buas dan liarnya dia ketika memangsa mangsanya diatas ranjang. Niat hati hanya ingin mencoba benda yang baru pertama kali dimilikinya yaitu biki ni berwarna merah terang, hadiah dari pelayan rumah, malah berujung terkaman Luas.
Lucas mendorong tubuh Marwa keatas ranjang! Hingga membuat tubuh Marwa terlentang bebas diatas ranjang dan hanya berbalutkan biki ni se xy, darah Lucas semakin mendidih kala melihat tubuh Marwa yang sekarang ini sudah menjadi candu untuknya. Lucas segera melucuti biki ni yang dikenakan Marwa, baginya itu hanya sebuah penghalang.
Kemudian Lucas yang masih berdiri segera melepaskan pakaiannya satu persatu, hingga celana dan bagian dalamnya. Anaconda itu kini sudah mengeras sekeras coran beton, otot-otot ditubuh Lucas juga menambah kesan kelelakian Lucas menjadi daya tarik tersendiri bagi Marwa.
Anaconda juga semakin hari terlihat semakin besar saja, membuat kedua mata Marwa melotot lalu membuatnya menelan saliva membayangkan anaconda itu akan segera mematuk ladang gandumnya tanpa ampun.
Lucas menarik kedua kaki Marwa hingga menyeret Marwa ketepian ranjang! Menekuk kedua kaki Marwa namun membuka celah diantara kedua kakinya, Lucas pun menunduk dihadapan kedua kaki Marwa yang saat ini masih tidur terlentang, bahkan jika kakinya diluruskan akan membuat kakinya keluar dari area ranjang.
Lucas mendekatkan wajahnya pada kedua kaki Marwa atau lebih tepatnya, didepan ladang gandum milik Marwa yang kian lebat saja. Lucas sedikit mengendus aroma dari ladang gandum milik Marwa, menghirupnya bagaikan menghirup aroma surgawi.
"Ini aroma favoritku!" kata Lucas.
Marwa hanya berdecak malu mendengar suaminya bicara ful gar seperti itu.
__ADS_1
Setelah menghirup beberapa saat aroma favoritnya, Lucas segera membenamkan wajahnya kedalam ladang gandum milik Marwa, Lucas terus menekan wajahnya agar terbenam sempurna pada area kesukaannya itu.
Tubuh Marwa langsung seperti tersengat oleh sengatan ubur-ubur, rasanya tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata, tapi berjuta rasanya.
"Oughtttty mas, emmmmmm ah ahhhh!" desahh Marwa.
Lucas menji lati ladang gandum itu layaknya dia menji lati ice cream batangan yang hampir mencair, harus cepat dan kencang menjil atinya! Pinggul Marwa bergerak kesana-kemari menerima perlakuan Lucas, sementara kedua tangan Lucas mencengkram kuat kedua paha Marwa agar tidak menutup jalan kenikmatannya.
Tangan Marwa bergerak meraih apapun yang bisa dia cengkram untuk meluapkan rasa yang dia tak dapat ungkapkan.
Semakin lama Lucas semakin rakus menji lati ladang gandum milik Marwa, hingga ke bagian-bagian kecilnya, menye sapnya kencang berkali-kali.
"Ahhhhh, mas! Ahhh, aku kepengen banget mas," desahh Marwa.
Setelah puas menye sapnya! Lucas melanjutkan aksinya dengan mengeluar-masukan lidahnya didalam lubang gandum yang sudah kebanjiran lelehan mayonaise karena terlalu lama mendapatkan rangsa ngan dari Lucas.
"Ough, mas ampun mas!! Sttthhhhhhhh aku mencintaimu mas! Lakukan mas, aku tidak tahan lagi." Jerit Marwa sambil berdesahh.
Namun Lucas belum puas untuk memainkan lidahnya didalam sana! Semakin Marwa menjerit, semakin Lucas merasa tertantang lagu untuk melakukan lebih banyak aksi pada Marwa. Lucas segera memasukkan satu jarinya kedalam lubang gandum yang sudah basah kuyup itu.
Dengan Lia Lucas memasuk dan mengeluarkan jarinya bergerak bebas didalam lubang gandum milik Marwa, ditambah oleh lidahnya yang kekeh meminta gantian dengan jarinya, jari dan lidah Lucas terus bergantian menikmati ladang gandum Marwa hingga membuat Marwa menggelin jang dahsyat, pinggulnya mengangkat keatas, wajah ya mendongak keatas, mulut Marwa terus terbuka dan nafasnya semakin menderu.
Dan Lucas semakin kencang mengeluarkan dan memasukan kembali jari dan lidahnya dari dalam lubang ladang gandum milik Marwa. Hingga akhirnya tubuh Marwa bergetar hebat, dan Lucas merasakan ladang gandum milik Marwa berkedut, kedua tangan Marwa menekan kuat kepala Lucas agar tetap terbenam didalam sana, hingga Marwa pun merasakan pelepasannya.
Wajah Lucas dipenuhi oleh lelehan mayonaise yang keluar deras dari ladang gandum milik Marwa.
"Mas, sekarang gantian ya!" kata Marwa tersenyum puas atas pencapaian yang didapatnya.
__ADS_1
Lucas pun tersenyum nakal sembari menyeka bagian wajahnya dari lelehan mayonaise milik Marwa. Lucas naik keatas ranjang dan terlentang, membiarkan Marwa kali ini memberikan kepuasan terhadapnya.
Marwa meraih anaconda besar yang sejak tadi sudah bertengger panjang kali lebar itu. Dimasukkannya kedalam mulutnya, lalu berirama keluar masuk.
"Ahhh sitttttttt!! Ssststhhhhh ini sangat nikmat sayang!" lirih Lucas.
Marwa terus menerus melu mar, lalu memainkannya didalam mulutnya.
"Ahhh, cepatlah sayang! Aku ingin segera menuntaskannya, aku tidak tahan lagi!" lirih Lucas.
Marwa segera mengeluarkan anaconda besar itu, lalu memposisikan dirinya berada diatas tubuh Lucas yang masih dalam posisi terlentang, Marwa memilih bermain diatas sana, dia memegangi anaconda milik Lucas lalu diarahkannya pada ladang gandum miliknya! Perlahan tapi pasti, Marwa menurunkan tubuhnya untuk duduk diatas tubuh Lucas yang berarti anaconda itu akan tertancap sempurna didalam sana.
Dan akhirnya, Marwa berhasil memasukkannya dengan sempurna.
"Ahhhhhh assthhh oh yess!" desahh Lucas.
"Emmmahhh, ahh mas masuk semua mas!" desahh Marwa.
Kedua tangan Lucas meraih buah melon Bangkok, sementara kedua tangan Marwa berada diatas dadaa Lucas. Kini tubuh Marwa duduk diatas tubuh Lucas dan akan bermain memimpin jalannya permainan, Marwa juga yang akan bergerak untuk menghasilkan suara-suara surgawi yang pastinya akan mereka lontarkan.
Visual Anderson.
Visual Ellea.
__ADS_1