Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Birthday


__ADS_3

Para tamu undangan, dan teman-teman main Aiden terlihat sudah mulai berdatangan untuk ikut merayakan ulang tahun Aiden yang ke tiga ini. Aiden pun sangat senang dengan dekorasi bola yang dipilih oleh kedua orangtuanya itu.


"Gimana mba, mau mulai sekarang?" tanya Marwa.


"Iya lima menit lagi, itu penyelenggaranya lagi mau manggil MCnya," kata Ellea.


"Ya wis, lah itu bocah wis naik kedekat kue aja," kata Marwa.


"Iya seneng dia! Wa, tadi mba liat kamu kaya lagi ngobrol serius sama Lucas! Besok jadi kan?" tanya Ellea.


"Iya mba, yah ngobrol begitulah! Jadi kok mba," kata Marwa.


"Kenapa si? Masalah anak lagi?" tanya Ellea.


"Iya mba, aku kok makin lama makin ndak tega bikin mas Lucas galau karena aku Ndak hamil-hamil juga," kata Marwa.


"Loh, besok kan kalian mau program bayi tabung. Pasti kamu hamil kok, nanti mba akan temenin kamu besok," kata Ellea.


"Iya mba, amin! Besok beneran mba Lea temenin aku kan Mba? Aku wedi jeh mba, apalagi nanti bakalan disuntik-suntik sama diapa-apain lah gitu, ribet pokoe," kata Marwa.


"Iya mba pasti temenin kamu! Pokoknya kamu jangan banyak pikiran, biar semua prosesnya berjalan lancar, karena stres juga pengaruh loh Wa," kata Ellea.


"Iya mba, aku wis kuat kok mas Lucas juga kuatin aku terus," kata Marwa.


"Kim, cini mim!" panggil Aiden.


"Ya ampun itu anak, sebentar ya aku mau kesana dulu!" kata Ellea.


"Njeh mba," kata Marwa.


Ellea pun menemani Aiden yang tengah asik memainkan bola-bola! Sementara Anderson sibuk menyapa para tamu undangan yang sudah berkenan hadir diacara ulang tahun anaknya. Tak lama MC perempuan datang untuk membuka acara.


Semua orang antusias untuk menyaksikan jalannya perayaan ulang tahun ini. Aiden, Ellea dan Anderson pun berdiri ditengah-tengah dekorasi bola-bola yang terdapat kue ulang tahun bertema bola juga. Aiden sampai kegirangan dan bergerak lincah dan aktif sekali.


Kini acara tiup lilin pun dimulai, sembari diiringi lagu selamat ulang tahun dari para tamu undangan, Aiden ikut bernyanyi dan bertepuk tangan lalu meniup lilin yang terdapat pada kue ulangtahunnya bersama-sama Ellea dan Anderson.


"Horeeeeee," ucap para tamu undangan.


Aiden diminta oleh MC memotong kue ulang tahun, lalu menyuapi Ellea dan Anderson selaku orangtuanya. Semuanya ikut bertepuk tangan saat tangan mungil Aiden menyuapi satu persatu Ellea dan Anderson. Tak lama momen haru pun terjadi, Aiden menatap kedepan melihat Marwa dan Lucas yang berdiri bersama para tamu undangan.

__ADS_1


"Onty, Om cini! Mim, aku mau cuapin onty sama Om Ucas," kata Aiden.


Anderson dan Ellea pun sontak senang anaknya sudah memiliki kasih sayang yang besar juga untuk Marwa dan Lucas. Sementara Lucas dan Marwa sampai terharu dibuatnya, bisa-bisanya anak sekecil Aiden peka akan hal itu.


Marwa dan Lucas akhirnya maju kedepan menghampiri Aiden, lalu membungkuk saat Aiden mulai menyendok kue ulang tahunnya untuk disuplai ke Lucas dan Marwa secara bergantian.


Para tamu undangan pun sampai bertepuk tangan dengan kelucuan Aiden, ditambah setiap selesai menyuapi Aiden langsung loncat-loncat kegirangan merasa sudah memenangkan suatu misi penting.


"Hole, Ai pintel!" kata Aiden memuji dirinya sendiri.


Anderson dan Ellea pun sampai dibuatnya tepok jidat karena anak kecil sempat-sempatnya memuji diri sendiri. Tiba waktunya keacara terakhir, yaitu teman-teman Aiden satu persatu maju kedepan memberikan ucapan selamat ulang tahun beserta memberikan kado pada Aiden.


Menerima kado dari teman-temannya hingga terkumpul sangat banyak, Aiden sangat gembira. Bahkan saat perjalanan pulang ke rumah tak henti-hentinya dia bawel ingin cepat membuka kado-kado dari teman-temannya.


Sesampainya di rumah, Aiden justru enggan masuk ke dalam rumah jika mobil yang mengangkut kado-kado dari teman-temannya itu belum tiba dikediaman rumahnya.


"Nak, ayo masuk! Nanti kan kado-kadonya diambilin sama bibi ke kamar Ai," kata Anderson.


"Engga, Ai mau tunggu itukan kado acu," kata Aiden.


"Emangnya Ai engga capek?" tanya Marwa.


"Sini sama Om ya digendongnya!" kata Lucas.


"Iya, mau ayo Om, dendong aku," kata Aiden sambil kedua tangannya sudah menjulur pada Lucas.


"Eumm, beratnya anak ganteng ini," kata Lucas.


"Aku makan telol sama ayam telus Om, jadi aku belat sekarang," kata Aiden.


"Untungnya Ai makan ayam mulu, jadi berat bukan jadi bertelor," ledek Marwa.


"Aku kan manusia onty, masa aku beltelol kaya ayam dong aku," kata Aiden sambil tertawa sendiri.


Anderson dan Ellea pun sampai tak habis pikir Aiden itu hobi banget ngomong, gak bisa diem lari sana lari sini, setiap ada hal baru pasti langsung nanya cerewet udah kaya emak-emak komplek cerewetnya.


Ellea dan Anderson pun masuk duluan kedalam rumah karena sudah kelelahan, pesta ulang tahun Aiden baru kelar sore begini. Sementara Lucas dan Marwa masih menunggu mobil yang membawakan kado-kado Aiden tiba dirumah.


Sudah hampir sepuluh menit mobil tak kunjung tiba, hingga yang menunggu pun tertidur saat digendong oleh Lucas.

__ADS_1


"Yah dia tidur! Katanya minta nungguin kado," kata Lucas.


"Ya sudah mas, kita masuk aja! Aku juga wis capek iki," kata Marwa.


Lucas dan Marwa pun membawa Aiden ke kamar mereka untuk beristirahat bersama mereka. Sudah sering sekali Aiden kerap kali tidur bersama mereka ketika sudah kelelahan bermain bersama Lucas.


Itulah sebabnya, Aiden sangat dekat dengan Lucas dan Marwa bahkan memperlakukan Marwa dan Lucas seperti dia memperlakukan Ellea dan Anderson.


Sesampainya didalam kamar! Lucas menidurkan Aiden diatas ranjang, melihat wajah tampan anak kecil itu, membuat Lucas tersenyum kagum.


"Lihat tuh, bulu matanya lentik mirip sekali dengan kakakku," kata Lucas.


"Iya ya mas, mudah-mudahan nanti anak kita juga setampan Ai, selucu Ai," kata Marwa.


"Kira-kira kalau kita punya anak, anak kita akan lebih mirip aku atau kamu?" tanya Lucas.


"Pokoe kalo cewek musti mirip aku mas, kalau cowok mirip baru mirip kamu," kata Marwa.


"Ya boleh si gitu! Tapi asal jangan medoknya mirip kaya kamu aja," kata Lucas.


Hahahaha..


"Ih mas, justru kamu kan jatuh cinta karo aku karena medoknya aku, iya toh? Ngaku aja mas," kata Marwa.


"Ya, ya si cantik yang medok," kata Lucas sambil mengacak-acak rambut Marwa.


"Ya wis, kita istirahat yu mas! Besok kan kita harus pagi ke rumah sakit," kata Marwa.


Marwa dan Lucas pun naik keatas ranjang namun kali ini keduanya tidak bisa tidur berdekatan karena Aiden berada ditengah-tengah mereka.


"Suttt, sutttt," Lucas memberikan kode.


"Ish mas ndak bisa, ada Ai ngko dia kebangun," kata Marwa.


"Di kamar mandi!" kata Lucas sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Ndak ah, aku ngantuk! Kata dokter kan ndak boleh capek-capek dulu," kata Marwa.


"Ya udah, kali ini kamu selamat ya karena ada Ai, besok pulang dari rumah sakit kamu harus bayar atas penundaan malam ini," kata Lucas.

__ADS_1


Marwa pun membentuk jari tangannya hurup "O" pertanda Oke dengan peringatan Lucas yang besok tak pernah melepaskannya dari atas ranjang.


__ADS_2