
Keesokan harinya Anderson dan Ellea sudah bersiap untuk berangkat ke kantor bersama! Seperti biasanya, menge cup pipi Aiden adalah ritual wajib saat pagi hari, Aiden pun sudah bangun dan anteng saja diatas ranjang ayunannya.
"Ai baik-baik ya sayang! Mima sama papa nyeri uang dulu buat jajan Ai," kata Ellea.
"Duh anak papa, baru bangun bobo aja udah ganteng ya nak," kata Anderson.
"Sus, nanti Aiden ajak berjemur didepan kolam renang aja ya, ga usah di halaman rumah, terlalu terik soalnya kalau di halaman rumah!" kata Ellea.
"Baik Nyonya!" ujar seorang baby sister.
Anderson dan Ellea pun meninggalkan kamar Aiden untuk kemudian menuju ke mobil. Begitu juga dengan Lucas yang sudah rapi di dalam kamarnya, hendak pergi ke kantor. Kini Marwa sudah bisa memakaikan dasi dilehernya, sehingga Lucas tak perlu repot-repot lagi mengikat dasi sendiri.
"Mas, aku bawakan tasnya sampai halaman depan!" kata Marwa.
"Aku taruh kartu ATM di meja rias, pergilah berbelanja dengan Ibu!" kata Lucas.
"Tapi mas, ora usah repot-repot ngono loh sampe ditinggali ATM segala, aku jadi Ndak enak mas! Tapi mas, isi ATM itu cukup ora mas, kalau aku belanja baju karo celana, sendal, baju tidur, pakean dalem?" tanya Marwa.
"Katanya engga enak? Kok nanyain isinya?" tanya Lucas.
"Ya aku kan basi-basi tok bilang gak enak!" kata Marwa.
Hehehehe tersenyum cengengesan.
"Uang di dalam ATM itu bahkan cukup untuk membeli 50 persen saham kepemilikan mall itu sendiri! Kata sandinya, tanggal pernikahan kita!" kata Lucas.
"Hah bisa beli setengah saham mall? Ndak jadi mas kalau begitu! Aku wedi mas, bawa kartu uangnya banyak begitu, wis bagi uang tunai sajalah mas," kata Marwa.
"Kamu itu gimana si? Dikasih uang banyak, kok malah gak mau?" tanya Lucas.
"Ya, aku kan aku mintanya seperlunya aja mas! Ndak usah dikasih berlebihan!" kata Marwa.
__ADS_1
Lucas yang mendengar Marwa yang begitu sederhana hingga menolak uang pemberiannya yang sangat banyak itu, seketika langsung mendekati Marwa dan memeluk tubuhnya.
"Mas, kok peluk aku?" tanya Marwa.
"Aku suka memelukmu! Aku juga suka kamu yang menjadi isteriku!" kata Lucas yang terus mendekapnya.
Marwa pun menyambut pelukan hangat di pagi hari suaminya itu! Marwa melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lucas.
"Marwa, kamu harus tau di dalam ATM itu adalah penghasilan suami kamu sendiri! Jadi sebaiknya kamu yang pegang, setiap bulannya jumlah saldo itu akan terus bertambah, jadi belilah apapun yang menjadi kebutuhan kamu dan Ibu!" kata Lucas.
"Tapi aku kan baru berumur lima belas tahun, lulus SMA aja aku belum mas, aku Ndak pantes mas nerima nafkah dari kamu sebesar itu!" kata Marwa.
Lucas semakin mempererat pelukannya pada tubuh Marwa.
"Hei, dengarkan aku! Bahkan wanita sepertimu layak mendapatkan istana yang terbuat dari emas sekalipun! Kamu wanita terbaik yang pernah aku temui!" kata Lucas.
Mendengar kata-kata seperti itu, Marwa menjadi berbunga-bunga! Rasanya ada banyak jutaan bintang yang saat ini melayang-layang diatas kepalanya, dan ada untaian pelangi yang menghiasi kedua bola matanya, mimpi apa Marwa hingga mendapatkan gombalan dari seorang Lucas yang selama ini tidak pernah berkata romantis pada Marwa.
"Ih mas, kamu gombal!" kata Marwa sambil malu-malu.
"Mas wis toh, aku pengap sampean meluk aku wis ora liat-liat aku iki kehabisan nafas," kata Marwa.
Lucas pun segera melepaskan pelukannya dari Marwa! Lalu mengacak-acak rambut Marwa saking gemasnya.
"Ih mas! Rambutku ngko acak-acakan pie?" protes Marwa.
"Ya engga pie-pie! ledek Lucas.
Marwa dan Lucas pun mengakhiri obrolan di pagi hari mereka karena sudah hampir telat untuk berangkat ke kantor.
"Mas, kamu ndak sarapan dulu?" tanya Marwa.
"Nanti saja di kantor!" kata Lucas.
"Ya wis, kamu semangat ya mas kerjane! Nanti siang aku maen ya mas ke kantor?" tanya Marwa.
__ADS_1
"Em, boleh! Aku akan usahakan segera menyelesaikan urusan diluar kantor, agar siang hari sudah berada di kantor lagi!" kata Lucas.
"Ya wis, iki tasnya!" kata Marwa sambil menyodorkan tas milik Lucas.
Marwa pun menci um tangan Lucas! Setelah itu Lucas langsung masuk ke dalam mobil seperti biasanya, membuat Marwa jengkel! Marwa kira, setelah bisa mengeluarkan kata-kata gombalan, nantinya sikap Lucas akan jauh lebih romantis lagi terhadapnya, nyatanya sama saja! Lucas tetap langsung nyelonong masuk mobil setiap Marwa mengantarkannya untuk masuk ke dalam mobil.
Padahal Marwa berharap, Lucas akan menge cup keningnya seperti Ellea yang saat dulu mengantarkan Anderson masuk ke dalam mobil, Anderson pasti akan memberikan kecu pan pada kening Ellea. Marwa pun legowo saja! Toh tidak semua laki-laki akan bersikap hal yang serupa.
Marwa segera berbalik arah setelah melihat mobil yang ditumpangi suaminya itu meninggalkannya! Marwa berjalan untuk masuk ke dalam rumah, tanpa disangka-sangka! Mobil yang ditumpangi oleh Lucas, justru mundur kembali, Lucas pun turun dari mobil, lalu berlari mengejar Marwa.
Satu tangan Lucas menarik tangan kanan Marwa, hingga membuat Marwa berbalik badan kembali menghadap Lucas. Marwa yang kaget, Lucas yang tiba-tiba kembali lagi hanya bisa terdiam mematung! Tak lama Lucas langsung menci um bibir Marwa dengan lembut.
"Wahhh" teriak supir dan beberapa pelayan yang menyaksikan itu.
Kemudian, Lucas juga menci um kedua pipi Marwa, lalu menci um kening Marwa, hidung, kedua mata dan terakhir kembali menci um bibirnya dengan lembut.
"I love you," kata Lucas.
"Emm mas Lucas, I loveo you too mas!" kata Marwa sambil senyum-senyum sendiri.
Rasanya ada jutaan kelopak bunga yang turun dari langit, Marwa sampai berbunga-bunga mendapatkan perlakuan pagi hari yang sangat manis dari Lucas. Lucas yang sangat malu menjadi tontonan beberapa pelayan, dan juga supir pribadinya! Langsung masuk kembali ke dalam mobil.
Kedua pipi Marwa memerah, namun tubuhnya terus meloncat-loncat seperti kak saat musim hujan. Sementara di dalam mobil, Lucas tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, tak percaya akan yang sudah dia lakukan tadi.
Supir pribadi Lucas yang melihat dari spion, tingkah Lucas yang masih terus cengar-cengir, mendadak khawatir.
"Tuan Lucas! Ini kita mau langsung ke kantor apa periksa dulu?" tanya supir.
"Hah periksa? Memang siapa yang sakit?" tanya Lucas.
"Itu, Tuan Lucas ketawa-ketiwi sendiri! Saya jadi khawatir, mending kita periksakan dulu Tuan!" ujar supir pribadi Lucas dengan nada bercanda.
"Oh berani ya ngatain saya gila itu si namanya! Asal jangan nangis aja nanti slip gaji ada potongan 50 persen!" ledek Lucas.
"Eh ampun mas! Saya bercanda, heran deh orang lagi jatuh cinta, lagi kasmaran bisa galak, bisa senyum-senyum sendiri begitu!" kata supir.
__ADS_1