
Anderson memang sengaja diam-diam menikahi Ellea agar tidak ada gangguan dari Gea isterinya ataupun dari mertuanya yang sedang kepuyengan menghadapi kebangkrutan perusahaannya dibidang kosmetik itu.
Gea yang lebih sering menginap di rumah Papahnya dibandingkan pulang ke rumah Anderson pun santai kaya di pantai, Gea tidak mengetahui kalau suaminya sedang melangsungkan pernikahan keduanya dengan Ellea.
"Sial!!!! Ini semua gara-gara zaman sekarang ini anak cewek kebanyakan beli skincare yang baru-baru jadi prodak kita sampai tidak laku dipasaran sama sekali," gerutu George Wilson.
"Yah Papah si ketinggalan zaman, harusnya Papah ikutin dong trend zaman sekarang keluarin tuh skincare yang sekali dipake langsung bikin kulit wajah jadi putih. Pasti banyak yang beli," kata Gea.
"Kamu itu pake aja tepung kalau mau sekali pake langsung putih. Ngobrol sama kamu itu cuma bikin Papah tambah pusing aja," kata George.
"Sama Gea juga udah pusing, mending Gea pergi sama Axel buat ngilangin penat," kata Gea.
"Apa Axel? Kamu masih punya hubungan dengan laki-laki kere, madesu itu?" tanya George.
"Pah cukup ya Pah, engga usah ngurusin percintaan Gea deh. Mending Papah urusin tuh secepatnya untuk nyingkirin Anderson serapih mungkin, sebelum dia nikah lagi sama wanita lain!" kesal Gea yang bergegas pergi menemui kekasihnya itu.
"Gea!!! Stop!! Kalau kamu tetap menemui laki-laki kere itu, lebih baik kamu tidak usah jadi anak Papah lagi, pulang sana ke rumah Anderson dan cari tahu kapan dia lengah tanpa dijaga oleh para anak buahnya itu, terutama si Lucas!" teriak George.
"Papah jahat!" geram Gea.
Gea akhirnya tidak jadi menemui kekasihnya Axel dan menuruti perintah Papahnya untuk pulang ke rumah Anderson mencari titik lengah Anderson.
Sesampainya di rumah, tumben anak buah Anderson tak satu pun ada di rumah ini. Sepi sekali dan hanya beberapa pelayan saja yang ada di rumah.
"Eh pelayan! Dimana Anderson?" tanya Gea.
__ADS_1
"Tuan Anderson malam ini tengah melangsungkan pernikahan keduanya dengan nona yang sering kesini itu Nyonya," kata pelayan.
"Apa? Menikah? Bukankah mereka tidak jadi menikah?" tanya Gea.
"Makanya Nyonya jangan kabur-kaburan mulu, masa suami ya nikah lagi engga tau," kata pelayan.
"Jangan kurang ajar kamu ya!" bentak Gea.
Gea lantas memberikan kabar pernikahan diam-diam Anderson dengan Ellea pada Papahnya.
📞"Hallo Pah," kata Ellea.
"Gimana kamu sudah ada info?" tanya George.
"Pah Anderson, Pah. Dia udah nikah lagi malam ini sama cewek itu," kata Gea.
"Udah lah Pah engga ada gunanya Papah negbodoh-bodohin Gea, mending Papah siapin rencana yang bener buat nyingkirin keduanya," kata Gea.
"Oke, Papah akan suruh anak buah Papah untuk mencelakai mereka berdua tapi kalau sampai rencana Papah gagal maka mau tidak mau kamu harus hamil anaknya Emerald Anderson, camkan itu! kesal George Wilson yang langsung menutup teleponnya.📞
"Apa? Punya anak dari Anderson? Aku tidak akan pernah mau!! Engga aku sudah berjanji pada Axel untuk segera menyingkirkan Anderson lalu menguasai seluruh harta miliknya, setelah itu aku dan Axel akan hidup bahagia selamanya." Kata Gea.
Di gedung salah satu hotel Anderson dan Ellea melangsungkan pernikahan siri mereka dengan sederhana, hanya disaksikan oleh Ayah Ibunya Ellea, dan para anak buah Anderson saja. Anderson terpaksa harus menikahi siri Ellea terlebih dahulu sampai dia bisa lepas dari perjanjian pernikahannya dengan Gea.
Saat ini Ellea hanya berpikir tulus menikah dengan Anderson agar tidak ada lagi upaya percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh isteri dan mertua Anderson nantinya, apalagi jika Ellea bisa secepatnya memberikan anak untuk Anderson.
__ADS_1
Keduanya telah sah menjadi sepasang suami isteri sekarang, sebenarnya Ellea pun merasa kepikiran dalam kurun waktu kurang dari satu tahun dirinya telah menikah sebanyak dua kali, namun Ellea sudah mati rasa yang terpenting sekarang Ellea bisa membalas kebaikan Anderson karena telah melunasi hutang-hutangnya, dan juga mencegah Anderson agar tidak dicelakai lagi oleh mertua dan isterinya.
Setelah resmi menikah Ellea langsung dibawa ke rumah Anderson malam ini juga, dengan mendapatkan pengawalan ketat tentunya, mobil semuanya di cek bagian remnya agar benar-benar aman membawa pengantin baru itu.
Setelah beberapa lama mereka tiba di rumah Anderson, disana Gea sudah berdiri didepan pintu utama rumah lalu bertepuk tangan dihadapan Ellea dan Anderson yang baru saja turun dari mobil.
Prok, prok, prok Gea bertepuk tangan sambil tersenyum sinis.
"Hebat, hebat Tuan Anderson dengan tidak tahu malunya membawa pela*cur murahan ini ke rumah yang ditempati oleh isteri sahnya sendiri," kata Gea.
"Tutup mulutmu atau malam ini juga aku usir kamu dari rumahku!!!" bentak Anderson.
"Dengar Anderson! Aku tidak peduli kamu mau menikah lagi wanita murahan itu sama sekali tidak berhak atas uangmu, tapi aku senang kamu sudah tidak memblokir kartu-kartu ku" kata Gea.
"Apa dikepala mu itu hanya ada uang?" kesal Ellea.
"Aku tidak akan pernah membiarkan wanita pela*cur seperti kamu, menikmati uang suamiku!" kecam Gea lalu bergegas meninggalkan rumah.
"Tunggu!! Pela*cur itu selalu meninggalkan rumah malam-malam begini, dan itu kamu bukan aku," kata Ellea.
"Aku akan buat kamu tidak bisa berbicara lagi, camkan itu!" ancam Gea lalu pergi berlalu meninggalkan rumah Anderson.
"Ehhh pengen rasanya aku uleg itu si Gea, ngeselin banget," gerutu Ellea.
"Kenapa kamu mengomel? Memangnya kamu bukan pela*cur ku, toh saat ini memang tubuh mu sudah resmi menjadi milikku!" ledek Anderson yang mengedip-ngedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
"Heuhh dasar Tuan selang* kangan," kesal Ellea sambil geleng-geleng kepala.