
Marwa kembali merasakan sensasi ciu man yang diberikan oleh Lucas kedua kalinya ini. Sementara Lucas sudah semakin menggila oleh Marwa, bibirnya yang berwarna merah jambu dan ketika Lucas memagutnya bibit Marwa benar-benar masih alami, rasanya lembut bagai kapas, manis bagaikan lolipop, membuat Lucas semakin terlena dibuatnya.
Semakin Lucas mengunci bibir Marwa, semakin Marwa akhirnya hanya bisa pasrah menerima perlakuan Lucas terhadapnya. Marwa mulai menutup kedua matanya seiring lidah Lucas yang sudah menelusup kedalam rongga mulutnya.
Lidah Lucas semakin liar menari-nari didalam rongga mulut Marwa, sesekali menghi sapnya dalam-dalam, Lucas menikmati sentuhan demi sentuhan bibir yang masih alami itu sambil kedua tangannya masih terus memegangi kedua tangan Marwa agar tak bisa lepas dari jeratnya malam ini.
Begitu puas menikmati bibir Marwa, kedua mata Marwa mulai terbuka.
"Mas kamu mau apa? Aku takut," kata Marwa.
"Aku akan melakukannya malam ini! Jadi nikmatilah, kamu boleh menjerit ketika sakit, teriakan di kamar ini tidak akan tembus keluar," kata Lucas.
"Engga mas! Tolong!!! Tolong!!! Mba Lea, aku arep diperkosa iki, tolong ya Gusti, aku Ndak mau mas!" berontak Marwa sembari berusaha melepaskan kedua tangannya.
Lucas semakin tertantang semakin Marwa memberontak, Lucas justru semakin bernaf su padanya. Dengan tersenyum nakal, Lucas kembali memagut bibir Marwa. Setiap sentuhan bibir Marwa, Lucas merasa melayang diudara menyentuh kelembutan awan.
"Emmm!!!! Emmm!!" Marwa memberontak menolak untuk berciu man dengan Lucas.
Lucas justru semakin liar lagi, dia segera melepaskan bibir Marwa yang sudah habis dia hi sap dan dia gigit pelan! Kali ini Lucas menyusuri setiap inci leher jenjang Marwa.
"Mas jangan!! Aku mohon mas, aku belum mau, aku belum siap mas," rengek Marwa.
"Aku tidak bisa berhenti Marwa! Kamu sudah membuatku sangat naf su!" lirih Lucas.
"Memangnya aku ngapain to! Aku ora telan jang didepan sampean, ngapain sampean naf su karo aku," kata Marwa.
"Sutttttt!!" kata Lucas.
Lucas kembali meneruskan menghi sap leher jenjang Marwa terus menerus, membuat tubuh Marwa menggelinjang menahan sensasi geli dilehernya. Lucas menji lati setiap inci leher jenjang Marwa layaknya sebuah lolipop yang manis dan lezat.
"Emmhhhhah jangan mas!" de sah Marwa.
__ADS_1
Has rat Lucas semakin tak tertahankan lagi. Dia langsung membuka pakaian tidur milik Marwa. Terjadi pergulatan rebutan pakaian saat ini,Marwa menahannya dan Lucas semakin ganas untuk menelanja nginya.
"Engga! Aku ndak mau mas, jangan!" kata Marwa.
Lucas tak menggubris penolakan Marwa! Dia semakin ganas merobek pakaian tidur Marwa hingga robek dan memperlihatkan bagian da da Marwa.
"Ya Gusti robek mas! Untung aku masih punya jarum buat jahit, sampean kasar banget mas," teriak Marwa.
"Marwa jangan berontak terus! Aku udah engga kuat, layani aku sekali saja," kata Lucas.
"Ndak mas kamu harus lawan hawa naf sumu! Ayo mas aku yakin kamu bisa," kata Marwa.
Namun Lucas semakin merobek pakaian Marwa hingga morat-marit dan ditariknya pakaian itu lalu dilemparkannya sampai jauh. Kini Marwa bingung harus menutupi bagian mana, karena seluruh tubuhnya terpampang nyata dihadapan Lucas.
Lucas memegangi kedua tangan Marwa, dan hendak membenamkan wajahnya pada da da Marwa. Namun pandangan kedua mata Lucas mengarah pada miniset yang dikenakan oleh Marwa.
"Kamu masih pakai miniset?" tanya Lucas.
"Iyo! Aku kan masih 15 tahun, kamu pikir aku pakai b r a ibu menyu sui!" ketus Marwa.
Tak ingin membuang-buang waktu lagi! Lucas lantas memaksa melepaskan miniset dan juga c d milik Marwa. Tubuh Marwa semakin gemetaran! Dia sangat takut pada Lucas.
Lucas memegangi kedua tangan Marwa, lalu dilahapnya salah satu gunung kembar Marwa yang masih berwarna merah muda itu! Untuk pertama kalinya Marwa merasakan sensasi seperti ini, tubuh Marwa menggelinjang hebat, wajahnya mendongak keatas.
Satu tangan Lucas mere mas gunung sebelah kanan Marwa dan gunung sebelah kirinya dihi sapnya dengan buas.
"Ah,,,,, mas udah mas!" de sah Marwa.
Namun Lucas malah semakin buas melahap gunung kembar itu secara bergantian! Tak segan-segan Lucas menjilati bagian tengah dari gunung kembar itu, tubuh Marwa merasa tersengat oleh tegangan listrik bersekala tinggi.
"Aghhhtttttt, mas! Cukup mas, sudah aku mohon!" Marwa memelas.
__ADS_1
Lucas tak menggubris permintaan Marwa, dia kekeh melanjutkan aksinya, Lucas mere masnya terus menerus! Dan terus menghi sap kedua gunung kembar itu. Baru kali ini Lucas merasakan yang benar-benar murni, hingga membuatnya mabuk kepayang.
Rasanya ingin terus merasakan kemurnian ini setiap harinya. Kedua tangan Marwa mencengkram sprei saking dia tak tahan dengan sensasi yang sudah diberikan oleh Lucas terhadapnya.
Marwa masih berusaha sesekali mendorong wajah Lucas menjauh dari gunung kembarnya. Lucas yang sudah sangat beringas bahkan membuat gunung kembar Marwa mengalami lecet-lecet akibat hisa pannya.
Marwa pun tak tahan lagi jika tidak menangis! Dia menangis seiring permainan Lucas diarea gunung kembarnya yang semakin liar itu.
Hikkkzzzz, hikzzzzzz, hikzzzzzz.
Mendengar tangisan Marwa sampai tersedu-sedu seperti itu, barulah Lucas tersadar bahwa perbuatannya sangat menyakiti Marwa. Lucas pun langsung menghentikan kegiatannya saat itu juga, dan langsung memeluk Marwa.
Lucas berusaha menenangkan Marwa dan langsung menyelimuti tubuh Marwa.
"Maafin aku! Aku hilang kesabaran tadi!" kata Lucas.
Hikkkkzz, hikzzz, hikzzz.
Marwa tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya terus menangis dan menangis mengingat keberutalan Lucas terhadapnya.
"Marwa kamu harus tau! Aku laki-laki dewasa yang normal, melihat tubuhmu setiap hari disampingku, aku tidak kuat!" kata Lucas.
"Tapi aku takut mas!" kata Marwa.
"Iya aku tau! Aku yang salah, harusnya aku tidak melakukannya sekarang! Mungkin sebaiknya aku tidur di kamar lain," kata Lucas.
Mendengar Lucas akan berpindah kamar, membuat Marwa sedikit menyesal karena sudah bersikap seperti ini. Lucas pun langsung berdiri dan pergi meninggalkan Marwa.
Lucas pergi ke kamar lamanya! Dia memutuskan untuk tidak satu kamar lagi dengan Marwa, Lucas tidak mau lagi menyakiti Marwa dengan has ratnya yang tinggi. Sejenak Lucas bersandar diranjang memikirkan nasib rumah tangganya.
Lucas bingung harus bagaimana menjalani rumah tangga seperti ini! Rasanya aneh, suami isteri tapi seperti orang asing, dan seperti hubungan terlarang yang tidak bisa meluapkan has ratnya satu sama lain.
__ADS_1
Sementara seusia Lucas sedang menggebu-gebunya urusan ranjang! Mana ada laki-laki normal yang bisa tahan seranjang dengan isterinya tanpa melakukan hubungan suami isteri sekalipun.
Like nya ya readers ☺️🙏