Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Licik


__ADS_3

Anderson semakin hilang fokus dan mulai berkeringat dingin malam-malam begini, kedua tangannya refleks menutupi kedua matanya agar tidak terus menatap kearah bukit kembar milik Ellea yang mempesona itu.


Namun Ellea tak hilang akal, Ellea justru semakin menggoda suaminya itu.


"Kenapa matanya? Apa kelilipan? Sini aku bantu tiup ya!" kata Ellea yang berusaha membuka kedua tangan Anderson yang menutupi matanya.


"Tidak usah Ellea! Aku hanya," belum selesai Anderson bicara Ellea sudah memegangi kedua tangan Anderson lalu bibirnya mulai meniupkan bulir-bulir udara segar kearah kedua mata Anderson.


Tindakan Ellea itu membuat pertahanan Anderson akhirnya runtuh, Anderson kemudian menarik tubuh Ellea diatas pangkuannya. Menge cup leher jenjang Ellea secara lembut, neng hi sapnya dengan perlahan membuat Ellea meremas rambut Anderson yang menandakan dirinya sudah semakin tidak sabar. Tiba-tiba.


Dug, dug, dug pintu diketuk dengan sangat keras, terdengar juga suara ricuh didepan ruangan Anderson.


"Aduh Nyonya, Tuan Anderson sedang tidak bisa diganggu katanya!" kata seorang pelayan.


"Aku Nyonya di rumah ini. Kamu mau hah, saya pecat sekarang juga!! Suruh Anderson buka pintunya!" kecam Gea.


Pelayan itu hanya bisa tertunduk gemetaran, tak lama Anderson dan Ellea membuka pintu.


"Lebih baik aku memecat mu sebagai seorang isteri, daripada aku harus memecat pelayan ku yang baik ini," ketus Anderson.


"Oh ya? Kamu yakin suami ku? Apa kamu pikir aku tidak tau, kamu bernegosiasi dengan supir yang menabrak mobil kita?" tanya Gea.


"Intinya saja Gea! Ada apa kamu kesini?" tanya Anderson.


Ellea hendak pergi meninggalkan obrolan keduanya, tak disangka Anderson justru meraih tangan Ellea lalu menggenggamnya agar Ellea tetap bersamanya. Gea yang melihat Anderson menggenggam tangan Ellea melirik sinis.


"Genggam lah selagi kamu bisa. Aku akan ikut dengan mu besok untuk menemui supir itu dan Aku berani jamin dia tidak akan memihak mu Anderson," kata Gea.


"Kamu tidak perlu ikut campur Gea! Kalau perlu aku akan ikut menyeret mu ke penjara," kata Anderson.


Hahahhahha Gea tertawa renyah mendengar ucapan Anderson.


"Aku tidak pernah terlibat dalam kejahatan Papah ku, asal kamu tau! Aku mengetahui dimana supir yang dulu menabrak Papah mu hingga dia tewas," kata Gea.

__ADS_1


Anderson sangat syok mendengar supir yang selama ini dia cari-cari karena kecelakaan itu Papahnya harus meregang nyawa disaat Anderson duduk dibangku kelas 3 SMA.


"Ikutlah denganku besok!" kata Anderson yang sudah mulai memilih bekerjasama dengan Gea.


"Sure!!! Aku akan ikut dengan mu, akan aku bereskan masalah mu. But nothing is free, ada harga mahal untuk itu semua," kata Gea sembari tersenyum bangga dengan dirinya sendiri.


Gea pun berlalu meninggalkan Anderson dan Ellea yang masih termenung didepan pintu.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ellea.


"Ya, aku hanya syok dan ingin segera menemukan supir yang sudah menyebabkan Papah ku meninggal dunia," kata Anderson yang kedua matanya terlihat berusaha keras menahan bulir bening yang hampir menetes dihadapan Ellea.


Ellea langsung memeluk Anderson, mempersilahkannya untuk bisa mencurahkan segala rasa sakitnya dipelukan Ellea. Anderson yang tegas dan terlihat baik-baik saja sebenarnya menyimpan luka dan trauma yang begitu besar.


Hikzz, hikzzz Anderson menangis tersedu-sedu dipelukan Ellea.


Kedua orangtuanya meninggal secara tidak wajar, namun saat itu tidak ada bukti untuk menjerat pelaku sebenarnya.


"Aku yakin, Papah dan Mamah kamu pasti bangga dengan anaknya sekarang. Aku akan selalu ada untuk kamu, aku akan tunggu kamu menyelesaikan semuanya dulu," kata Ellea.


"Berarti pemanasan yang tadi, harus kita tunda lagi ya?" ledek Anderson.


Elle tersenyum malu mengingat dirinya sudah sangat niat betul agar malam ini bisa berolahraga malam dengan Anderson.


Keesokan harinya, Ellea berangkat bekerja diantar oleh supir tanpa Anderson disampingnya. Sementara Anderson, Lucas dan Gea berangkat bersama menuju kantor polisi. Saat tiba di kantor polisi, Anderson meminta bertemu dengan supir yang menabrak mobilnya itu, ingin mendengar pengakuannya langsung.


"Bagaimana? Saya sudah siapkan uang yang akan saya antar ke anak isteri mu kalau kamu akan jujur," kata Anderson.


"Ma-maaf Tuan. Tapi saya memang mengantuk sehingga menabrak mobil Anda," kata supir itu dengan tangan gemetar dan kedua mata yang berkaca-kaca.


Bughhhhtttttt,,,,,, Anderson menggebrak meja, membuat polisi yang berada disekitar situ memberikan teguran.


"Harap tenang Tuan!" ujar polisi.

__ADS_1


"Kamu serius akan seperti ini?" teriak Anderson.


Melihat emosi Anderson, Gea hanya tersenyum geleng-geleng kepala. Gea pun menghampiri Anderson.


"Apa kamu akan seperti ini? Aku adalah orang yang paling mengenal Papah ku, aku selalu menguping rencana jahatnya sejak aku masih kecil. Sekarang katakan! Perlu bantuan ku?" tanya Gea tersenyum santai.


"Baik! Apa yang bisa kamu lakukan hah?" tanya Anderson dengan raut wajah penuh kekesalan.


"Berjanjilah kamu akan tidur dikamar ku selama tiga bulan!" kata Gea.


"Apa??? Aku tidak akan pernah lakukan itu Gea!" tegas Anderson.


"Kalau begitu, kamu akan kehilangan kesempatan untuk menjebloskan Papah ku kepenjara dengan dua sekaligus kasus yang menjeratnya," ancam Gea.


Anderson sejenak berpikir, bagaimana mungkin dia akan tidur seranjang dengan anak dari orang yang hampir membunuhnya, menginginkan perusahaannya, dan membunuh kedua orangtuanya. Tapi saat ini Anderson benar-benar tidak punya cara lain lagi. Bagaimana dengan Ellea, dia pasti akan sangat kecewa jika tau Anderson akan tidur dengan Gea selama tiga bulan kedepan.


"Kita tidak punya waktu lagi, suami ku, are you sure?" tanya Gea.


"Lakukan!" kata kata Anderson sembari menghela nafas panjangnya.


Gea begitu kegirangan kali ini dia menang telak dari Ellea, kesempatan ini benar-benar sangat menguntungkan Gea. Disatu sisi dia bisa membalas dendamnya terhadap Papahnya sendiri, disatu sisi dia bisa menyakiti Ellea, dan bukan tidak mungkin Gea akan segera hamil oleh Anderson jika mereka satu kamar selama tiga bulan.


Gea pergi bersama Lucas, dan tiga mobil anak buah Anderson yang lainnya. Gea yakin Papahnya mengancam supir itu dan menyembunyikan keluarga dari supir itu ditempat dia menyembunyikan supir yang dulu membunuh Papahnya Anderson.


Gea dan anak buah Anderson menempuh perjalanan selama tiga jam untuk sampai di vila puncak yang letaknya benar-benar diatas perbukitan dan jauh dari jalan utama. Sesampainya disana anak buah Anderson turun dari mobil mereka masing-masing.


Anak buah George yang melihat kedatangan tamu tak diundang sontak panik dan tak ada persiapan apapun, perkelahian anak buah Anderson dan Anak buah George Wilson pun tak terhindarkan. Jumlah anak buah George kalah jauh dan kalah kuat.


Bughhhhtttttt,, Aaaaaaaa teriakan dari hasil perkelahian itu nyaring terdengar. Sedangkan Gea Wilson asik menonton pertarungan itu didalam mobil melalui kaca jendelanya, sembari meng hi sap satu batang rokok.


Blub! Blub! Blub bunyi pukulan dimana-mana.


Anak buah Anderson berhasil melumpuhkan anak buah George Wilson hingga tak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2