
"Kenapa kamu sepertinya marah padaku? Memangnya aku ada salah apa?" tanya Anderson yang belum berani menyatakan cintanya.
"Percuma saja bicara denganmu di sini!! Aku mau masuk sekarang," kata Ellea.
"Uwww, kode banget ngajak masuk sekarang, baiklah ayo kita masuk. Aku sudah tidak sabar!" kata Anderson.
"Tidak sabar apa? Bukankah kamu harus kembali ke kamar Gea, isteri sahmu itu," kesal Ellea yang langsung berlari masuk ke dalam rumah.
Tak ingin kehilangan kesempatan emas ini Anderson segera menyusul Ellea, mumpung hama itu belum kembali ke rumah. Tidak akan ada yang menggangu untuk menghangatkan malam yang dingin ini.
Gea yang sudah selesai membersihkan noda-noda minuman di gaun mahalnya, keluar dari toilet dengan wajah kesal dan asam. Gea menuju parkiran, dilihatnya mobil Anderson sudah tidak terparkir di sana.
"Apa-apaan ini Anderson!! Kamu meninggalkan aku di acara ini?? Ini pasti ulah si ja Lang itu. Lihat saja Ellea aku akan bayar mahal untuk ini." Kata Ellea yang semakin membenci Ellea.
Gea lantas kembali masuk ke dalam pesta, diraihnya sebotol minuman keras dan satu buah gelas, Gea menuangkan minuman itu ke gelas lalu meminumnya dengan bersemangat. Gea meluapkan kekesalannya malam ini untuk mabuk-mabukan.
Dia terus menuangkan dan menenggak minuman memabukkan itu, inilah cara Gea menetralkan pikirannya dari masalah-masalah selama ini. Dia hobi dugem, mabuk, dan perokok berat.
"Aku akan menghancurkan hidupmu Ellea, akan aku buat kamu menderita, dan tidak bisa memiliki anak!" teriak Gea dengan nada teler karena sudah terlalu banyak menenggak minuman keras.
Dengan pandangan yang sudah setengah kabur Gea membuka handphone miliknya lalu menelpon mantan anak buah Papahnya, Gea meminta pada mantan anak buah Papahnya itu untuk membelikan dia obat yang apabila dikonsumsi terus menerus akan merusak rahim wanita.
📞"Pokoknya, aku tidak mau tau!! Besok sore kamu sudah harus menemuiku didekat kantor, dan bawakan obat itu," kata Gea masih dengan nada telernya.
"Baik Nyonya!! Saya akan carikan yang paling ampuh dan yang paling manjur, transfer saja sekarang uangnya!" ujar anak buahnya Gea.
"Oke, oke aku akan bayar mahal. Tapi ingat!! Aku ingin yang paling top, kalau perlu sampai bisa membuat rahim wanita ja Lang itu rusak dan harus diangkat," kata Gea tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Anda jangan khawatir!! Saya pastikan akan sesuai dengan keinginan Anda, sampai jumpa besok sore Nyonya," kata anak buah Gea.
Hahhahaha...........
Gea tertawa puas dan tak sabar untuk membuat Ellea meminum obat perusak rahim itu. Gea melanjutkan menenggak minuman itu terus-menerus, Lucas yang baru saja tiba ke dalam gedung acara itu! Melihat Gea tengah memegangi botol minuman dengan wajah yang dibenamkan pada meja, Gea yang sudah mabuk berat bahkan tidak sadar Lucas ada disampingnya.
Terpaksa Lucas harus menggotong tubuh Gea, ke dalam mobil. Sementara itu di dalam kamar Ellea, Anderson kekeh mengikuti isteri keduanya meski Ellea berulangkali mengusirnya keluar dari kamarnya.
"Keluarlah!! Aku malas kalau malam-malam begini Gea menerobos ke kamarku lalu menarikmu untuk masuk ke dalam kamarnya," kata Ellea.
"Apa kamu cemburu?" tanya Anderson yang langsung menarik tubuh Ellea lalu menaikannya kemeja rias milik Ellea.
Saat ini Anderson menatap nakal wajah cantik Ellea, tubuh Ellea duduk diatas meja rias dan bersandar pada kaca. Anderson mengangkat kedua kaki mulus Ellea agar tidak rapat lagi, membuat Anderson mendapatkan ruang disela-sela kedua kaki Ellea itu.
"Kamu mau apa?" tanya Ellea dengan so polos padahal mau juga.
"Oughttt,,,,, sebenarnya aku yang ingin atau kamu yang sudah tidak sabaran?" tanya Anderson.
"Kita lihat siapa yang sebenarnya tidak sabaran, aku atau kamu!" goda Ellea.
Ellea sebenarnya sedang datang bulan hari ini, namun dia masih saja menggoda Anderson, membuat Anderson memiliki harapan untuk kembali melewati malam yang mencekam.
Ellea menarik kemeja Anderson membuat tubuh Anderson semakin dekat dengannya, Ellea terus menerus meraba-raba dada bidang Anderson dengan lemah lembut, lalu bibirnya mendarat bebas dileher Anderson.
Ellea menge cup leher Anderson secara perlahan menikmati setiap inci aroma wangi yang terdapat disana. Anderson semakin meremas kedua paha mulus Ellea, membuat Ellea semakin nekat meng hi sap setiap inci leher Anderson.
"Kamu buas sekali sayang!" bisik Anderson.
__ADS_1
Ellea terus menerus meng hi sap setiap inci leher Anderson hingga meninggalkan jejak merah dimana-mana, Ellea sama sekali tak melepaskan gigitannya dileher Anderson begitu lama.
"Oughtt, kamu bukan vampire tapi hisa panmu seolah mengambil seluruh darah dalam tubuhku," lirih Anderson yang semakin dibuat gelisah tak tahan oleh Ellea.
"Diamlah!!! Aku masih belum puas," bisik Ellea.
Ellea kemudian menurunkan kedua tangannya secara perlahan sembari terus menikmati leher milik suaminya yang sudah banyak jejak merah tertinggal di sana. Ellea memegangi sebuah benda dibawah sana yang percayalah, benda itu sudah sangat keras luar biasa.
Ellea tersenyum puas berhasil membangunkan benda itu hingga sebesar saat ini. Tangan jahil Ellea bermain dibawah sana membuat kedua tangan Anderson kini meracau dan berpegangan pada kaca yang disandari oleh Ellea.
Wajah Anderson mendengak keatas, kedua matanya terbuka lalu terpejam bergantian terus seperti itu. Ellea tersenyum puas melihat reaksi suaminya itu.
"Bagiamana apa kamu masih tahan?" goda Ellea sembari terus memainkan benda itu dibawah sana.
"Aa-aku, tidak tahan lagi," lirih Anderson.
Anderson langsung meraih wajah Ellea dengan kedua tangannya lalu memagut bibir Ellea penuh gai rah. Kedua tangan Anderson memilih menyelusup perlahan terlebih dahulu ke area punggung Ellea, tangannya mencari-cari sebuah pengait untuk melepaskan kain penutup kedua gunung kembar Ellea, Ellea melepaskan ciu mannya.
"Apa kamu kesulitan menemukannya?" tanya Ellea tersenyum nakal.
"Ini hanya perkara kecil sayang!! Aku mampu melepaskannya sekalipun kamu memakai pengait yang dilapisi rantai, atau gembok sekalipun," ledek Anderson.
Ellea pun tersenyum mendengar perkataan suaminya itu. Anderson akhirnya berhasil meraih pengait itu dan melepaskannya. Anderson menarik Ellea untuk ikut ke atas ranjang bersamanya, karena Rudal Rusia itu sepertinya sudah hilang kendali dan akan segera lepas landas.
"Aku sedang datang bulan," bisik Ellea.
Hai hai, jangan lupa untuk terus like, komen dan Votenya ya readers semua. Dukung terus karyaku ini ya teman-teman. Semoga selalu bisa menghibur dikala waktu senggang kalian semua.
__ADS_1