Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Kenakalan


__ADS_3

Lucas pun tersenyum mendengar Marwa berkata mesum. Setelah menyelesaikan meeting dengan sangat baik, Lucas menutup layar laptopnya! Lalu merapihkan kembali dan menaruh berkas-berkas tadi di meja kerja Anderson.


Melihat sudah rapih semuanya! Marwa yang masih duduk di sofa menunggu Lucas menghampirinya. Benar saja Lucas segera menghampiri Marwa di sofa, lalu duduk di sampingnya!


"Mas kancing baju kamu salah itu!" kata Marwa sambil menunjuk kancing kemeja Lucas yang salah pasang.


"Iya, aku buru-buru tadi," kata Lucas.


"Sini aku bantu benerin! kata Marwa yang langsung berhadapan dengan wajah Lucas dan mulai membuka kancing kemeja Lucas.


Lucas pasrah saja dengan apa yang dilakukan Marwa saat ini, tapi seperti biasanya, junior Lucas langsung bereaksi dan menunjukkan ketegangannya. Kedua mata Lucas berkedip dengan cepat, seraya merasakan tarikan nafas Marwa.


Junior Lucas sudah bertengger dibalik celananya, membuat Lucas gelisah dihadapan Marwa. Di tambah lagi baju yang dikenakan oleh Marwa adalah, kaos dengan bagian da da yang gampang terbuka, hingga buah da danya terlihat keluar sedikit dari balik baju Marwa.


Darah Lucas semakin mendidih! Pagi-pagi begini Marwa justru membangkitkan apa yang seharusnya tenang dibalik celananya.


"Loh mas, kamu kenapa toh? Kok koyo engga tenang?" tanya Marwa yang sudah selesai membetulkan kancing kemeja Lucas.


"Marwa!" lirih Lucas sembari menatap Marwa tajam.


"Iyo mas, ada apa?" tanya Marwa.


Lucas segera menyambar bibir mungil Marwa dengan lahapnya! Keduanya kini beradu mulut diatas sofa, meskipun Lucas langsung melumatt bibirnya namun kalau hanya ciumann saja Marwa tidak terlalu keberatan. Saat ini Marwa sudah mulai berani memainkan lidahnya kerongga mulut Lucas, rupanya Marwa diam-diam mempelajari apa yang dilakukan Lucas terhadapnya saat berciumann.


Lucas semakin terlena dan tak tahan lagi ingin menuntaskan hasratnya yang sudah membara menyala-nyala. Perlahan keduanya mengakhiri ciumann itu.


"Mas," panggil Marwa dengan suara serak.


"Aku boleh minta tolong?" tanya Lucas.


"Boleh mas, katakan saja mas," kata Marwa.


"Hisapplah! Setidaknya kamu harus mau melakukan ini," kata Lucas.


Marwa tercengang mendengar Lucas memintanya untuk menghisapp sesuatu yang Marwa sendiri takut untuk memegangnya. Marwa sejenak terdiam, lalu menatap kearah Lucas yang sudah terlihat raut wajahnya, sudah tidak bisa menahan birahiinya lagi saat ini.

__ADS_1


Lucas menarik tangan Marwa menyusuri area terlarangnya, hingga sampailah tangan kanan Marwa menyentuh junior milik Lucas yang sudah sangat menegang keras dibalik celananya.


"Genggam," lirih Lucas.


Marwa pun mulai menggenggamnya lalu meremas-remass junior milik Lucas! Terlihat kedua mata Lucas yang terpejam menikmati pijatan tangan Marwa disenjata miliknya, Marwa sadar setidaknya dia harus menuruti Lucas kali ini, Marwa juga tidak tega lagi melihat suaminya begitu tersiksa karena belum juga menembus pertahanannya hingga detik ini.


"Mas, kamu suka?" tanya Marwa.


Lucas mengangguk sembari kedua matanya masih terpejam, Lucas benar-benar dibuat keenakan dengan sentuhan-sentuhan Marwa diarea terlarangnya. Marwa sangat lembut namun lihai dalam memberikan pijatan-pijatan disenjata milik Lucas.


"Buka resletingnya Marwa!" pinta Lucas.


Marwa semakin tercengang, tapi entah kenapa Marwa menurut saja, karena dia juga sudah penasaran dan ingin melihatnya. Perlahan Lucas mengarahkan tangan Marwa untuk membuka resleting celananya, Marwa akhirnya berhasil membuka resleting celana Lucas.


Lucas tak ingin menunggu dan membuang-buang waktu lagi, dia mengangkat pinggulnya lalu menurunkan celana hitam bahan dan juga celana dal amnya dihadapan Marwa. Marwa menelan salivanya menyaksikan betapa besar dan panjang junior milik Lucas.


"Mas, aku takut," kata Marwa.


"Tidak akan apa-apa! Pegang lah," kata Lucas, sembari mengarahkan tangan Marwa untuk mengelus-elus juniornya.


Marwa mulai berani mengelus-elus junior milik Lucas yang saat ini sudah jelas tidak dilapisi oleh sehelai benangpun, hal itu benar-benar membuat Lucas semakin menggila dan ingin meniduri Marwa saat ini juga. Tapi Lucas sadar, Marwa sepertinya masih belum siap bila ketahap itu.


Marwa akhirnya mengangguk! Lalu setelah itu, Marwa membungkukkan kepalanya. Saat ini bibir Marwa berhadapan sangat dekat dengan junior milik Lucas. Lucas yang sudah tidak tahan lagi, membantu Marwa menekan kepala Marwa agar segera sampai dijuniornya.


Kini Marwa mulai membuka mulutnya untuk segera melahap habis junior milik Lucas. Akhirnya junior itu masuk seluruhnya kedalam mulut Marwa, memenuhi rongga mulutnya, hingga membuat Marwa tersendak.


"Sttttttttttah, Marwa," lirih Lucas sembari mulai menggerakkan pinggulnya keatas kebawah.


Marwa pasrah saja terus menghisappnya sesuai keinginan Lucas, meski sedikit mual tapi tak menghalangi Marwa untuk terus menghisappnya terus.


Tubuh Lucas bergetar hebat merasakan sensasi menggelikan namun juga sangat nikmat ia rasakan, wajahnya mendongak keatas sementara satu tangannya terus menekan wajah Marwa agar terus terbenam didalam sana.


"Oh,,z sittttttt ah," Lucas semakin berdesahh kencang menikmati hisapann Marwa.


Hingga hampir 15 menit Marwa terus menghisappnya dan Lucas sangat menikmati itu. Hingga membuat Lucas tak tahan lagi ingin mencapai puncaknya.

__ADS_1


"Marwa, bolehkah aku memuntahkannya," lirih Lucas yang sepertinya sudah tidak bisa menahannya lagi.


Marwa hanya terdiam dan tak bisa menjawab karena di masih fokus menghisappnya terus terusan. Tubuh Lucas mulai mengenjang hebat merasakan lahar kenikmatannya yang mendorong segera ingin keluar di dalam mulut Marwa.


Marwa sampai tersedak menerima semburan lahar timbunan yang sangat banyak didalam mulutnya, membuat Marwa segera melepaskan mulutnya dari dalam sana.


Uhukkkkk, uhukkkkk.


Lucas langsung mengambil tisu dan membantu Marwa mengelap lahar yang sudah berceceran saat ini diwajah dan baju milik Marwa.


"Maaf Marwa, aku tidak bermaksud sampai seperti ini!" kata Lucas yang merasa kasihan melihat Marwa sampai tersedak.


Marwa hanya terdiam rasa heran dan sensasi aneh yang untuk pertama kalinya dia rasakan. Sembari terus memuntahkan sisa-sisa lahar dari mulutnya, dan Lucas yang membantu membersihkan semuanya dari baju dan mulut Marwa.


Setelah dirasa cukup bersih, sejenak Lucas memandangi wajah lugu Marwa yang sudah berhasil membuatnya puas saat ini.


"Terimakasih, aku bisa menikmati ini," kata Lucas.


"Njeh mas, maaf aku masih kaku melakukannya," kata Marwa sambil gugup.


"Engga kok! Kamu lihai dan kamu pinter," kata Lucas.


Marwa pun tersenyum malu dengan pujian Lucas yang jelas pujian itu bersifat kepuasaannya sebagai seorang laki-laki normal.


"Kamu ganti baju dulu aja! Aku akan menunggu di ruang tamu," kata Lucas.


"Njeh mas! Aku ganti baju dulu sebentar," kata Marwa.


Saat Marwa hendak beranjak bangun dari sofa.


"Marwa," panggil Lucas.


"Iya mas, ada apa?" tanya Marwa.


"Mulai nanti malam, kita akan tidur bersama lagi!" kata Lucas.

__ADS_1


Marwa pun tersenyum malu mendengar ajakan Lucas untuk tidur bersama lagi.


"Iyo mas, aku mau," kata Marwa.


__ADS_2