
Gea dan si OB sebagai eksekutor sudah melirik tajam dan tersenyum saat Ellea hendak menenggak kopi dicangkir itu. Tiba-tiba Gerry datang berlari membawa dokumen ditangannya dan berpura-pura heboh.
"Ellea!!" teriak Gerry.
Teriakan Gerry begitu keras sampai Ellea dibuatnya kaget hingga kopi dicangkir tumpah sedikit. Gerry menghampiri Ellea sembari menatap sinis kearah OB yang belum beranjak pergi dari meja Ellea.
"Ya ampun Ger! Kamu itu bikin aku kaget aja deh!" kata Ellea.
Gerry langsung mendekati Ellea dan berpura-pura kalau dia tidak mengerti dengan dokumen dari klien tersebut. Sambil mencoba menunjukkan dokumen itu pada Ellea, karena kesulitan melihat dokumen itu saat sedang memegangi cangkir kopi, Ellea pun meletakkan kembali cangkir itu di meja.
Gerry yang melihat cangkir itu telah diletakkan kembali, langsung membungkuk agar Ellea fokus pada berkas yang ia tunjukkan. Akhirnya Ellea mencoba membantu Gerry untuk memahami berkas tersebut, itulah kesempatan Gerry untuk menyenggol cangkir berisi kopi itu dari meja kerja Ellea hingga terjatuh kelantai.
Prang.......
"Astaga! Gerry! Kamu tuh gimana si, aku belum sama sekali minum kopinya kamu malah jatohin!" kesal Ellea.
Gerry bersikap sinis pada OB disampingnya yang masih tercengang karena tugasnya telah gagal, Ellea sama sekali tidak jadi meminum kopi itu.
"Heh liat apa kamu! Cepet bersihkan itu semua!" perintah Gerry dengan nada jengkel pada OB itu.
OB itu bergegas membersihkan pecahan cangkir tersebut, sementara Gea yang melihat dari kejauhan merasa kesal terhadap Gerry mantan suami Ellea. Kenapa dia bisa-bisanya menjatuhkan cangkir itu.
"Ahh sial!! Apa-apaan si itu mantan suaminya si ja lang. Bisa-bisanya dia gagalin rencana aku yang sudah aku susun dengan rapi!" Kata Gea.
Gea lantas kembali ke meja kerjanya dengan raut wajah penuh kekecewaan, dia heran kenapa para lelaki begitu ingin dekat dengan Ellea. Apa istimewanya janda yang mau dinikahi dan dijadikan isteri kedua itu.
"Ellea! Aku minta maaf, aku akan belikan kopi yang jauh lebih enak dari bikinan OB tadi," kata Gerry.
"Bener ya! Sekarang loh ini, aku nungguin banget Ger!" kata Ellea.
"Iya Ellea, kalau perlu sama Abang kasir di cafe depannya sekalian aku bawa kesini," kata Gerry meledek Ellea.
Ellea pun tertawa mendengar perkataan Gerry. Tak disangka ketika momen Ellea dan Gerry tengah asyik bercanda, Anderson keluar dari ruangannya! Melihat Ellea tengah tertawa renyah bersama mantan suaminya.
__ADS_1
Seketika itu gejolak api kecemburuan menyala-nyala dalam hati Anderson. Ellea dan Gerry langsung berhenti tertawa dan menundukkan wajah mereka.
"Ellea! Aku belikan kopi dulu ok!" kata Gerry sembari berlalu meninggalkan meja kerja Ellea.
Ellea masih menundukkan wajahnya, dia yakin Anderson akan memarahinya sekarang.
"Bahagia banget ya kamu? Tertawa-tawa bersama mantan, serasa dunia ini milik kalian berdua. Aku dan semua orang lainnya cuma ngontrak!" sindir Anderson.
"Tadi Gerry cuma menanyakan beberapa hal yang dia ga ngerti, lagian kan dia masih baru disini dan belum banyak yang dia kenal jadi dia tanya ke aku," kata Ellea berusaha memecah kesalahpahaman itu.
Anderson cemberut dan langsung kembali masuk ke dalam ruangan kerjanya, dia sangat kesal jika Ellea kembali akrab dengan mantan suaminya itu. Anderson bahkan membanting pintu ruangannya dengan keras.
Brughhgggghhhhhhh..
"Ya ampun itu cowok! Udah kaya anak perawan ngambekan banget deh," kata Ellea.
Ellea lantas menyusul Anderson ke dalam ruangannya, untuk merayunya agar tak marah lagi. Anderson tengah duduk di kursi kerjanya, seolah sibuk dengan pekerjaannya. Ellea menghampiri Anderson dan berdiri disampingnya.
"Aku sedang sangat sibuk!" kata Anderson.
Anderson menyembunyikan senyum dibibirnya mendengar Ellea berbicara genit seperti itu. Tak tinggal diam, Ellea memberikan sentuhan-sentuhan pada bahu dan punggung Anderson untuk membuat aliran darah kemarahan berubah menjadi aliran darah penuh gai rah.
"Aku udah engga sabar deh untuk nanti malam bersamamu," goda Ellea sembari terus meraba-raba bahu Anderson.
Anderson sudah tak bisa lagi menyembunyikan senyum dibibirnya karena digoda terus menerus oleh isterinya itu. Perlahan amarah berganti dengan ga irah seiring dengan sentuhan-sentuhan nakal Ellea yang menjalar ke bagian da da bidang Anderson.
"Stthhhh ah," de sah Anderson karena jari lentik Ellea semakin berani menelusup ke sela-sela ruang diantara kancing-kancing kemeja putih Anderson.
"Apa kamu masih marah sama aku?" tanya Ellea yang juga sesekali mencubit kecil kulit dibagian da da Anderson disela raba- merabanya.
Anderson semakin dibuat tak tahan dengan ulah isterinya itu. Semakin tak sabar untuk nanti malam membalas semua perlakuan Ellea padanya saat ini berkali-kali lipat. Kedua mata Anderson sesekali terpejam merasakan sentuhan jari jemari Ellea yang meraba da da bidangnya hingga membuat satu kancing kemejanya terlepas.
Setelah yakin Anderson tak lagi marah, Ellea mengeluarkan tangannya dari dalam kemeja milik suaminya itu, lalu tersenyum dan berbisik.
__ADS_1
"Sabar yah! Tinggal beberapa jam lagi, anggap ini dp nanti malam," bisik Ellea ditelinga Anderson.
Anderson bergidik kegelian dengan bisikan isterinya itu, lalu tersenyum pada Ellea yang saat ini berlalu dari hadapannya dan keluar menuju meja kerjanya kembali.
"Ellea, kamu engga bertanggungjawab banget!! Rudalku sudah minta lepas landas sekarang gara-gara kamu sayang! Awas kamu nanti malam, akan aku buat kamu tak berdaya." Kata Anderson.
Sementara itu Gerry dengan mata tajam! Sebelum keluar kantor untuk membelikan kopi yang akan ia berikan pada Ellea. Dia pergi ke ruangan kerja Gea, untuk melabraknya.
"Gea Wilson!" panggil Gerry dengan tatapan kemarahan.
"Hai mantan suami isteri kedua suamiku, ada apa kamu kesini?" tanya Gea.
"Ikut aku sekarang juga!" kata Gerry dengan nada seriusnya.
"Heuh, memangnya siapa kamu? Untuk apa aku menurutimu!" kata Gea.
"Kalau kamu tidak ikut denganku! Akan aku seret OB tadi kehadapan Anderson," kata Gerry.
Mendengar hal itu Gea yakin Gerry mengetahui rencananya pada Ellea, dan tak ingin mengambil resiko kalau sampai Gerry melaporkannya pada Anderson. Gea pun mengikuti Gerry. Mereka berbicara di rooftop kantor, dimana tak ada seorang pun di sana.
Gerry mencekik leher Gea namun tidak terlalu kencang, didorongnya tubuh Gea ketembok sembari terus mencekiknya. Gea pun merasakan sulit bernafas dan tak berdaya karena cengkraman tangan Gerry dilehernya lumayan kuat juga.
Gea berusaha melepaskan tangan Gerry dari lehernya dan memukul-mukul tangan Gerry dengan tangannya.
Jangan Lupa!!!
Like terus Like lagi Like Like lah pokoknya
Komen
Vote juga makasih
Visual Gerry
__ADS_1