Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Cemburu


__ADS_3

Gea pergi meninggalkan kantor dengan hati gembira menuju butik dan salon kecantikan terbaik dikota ini.


"Aku adalah ratu mu Anderson, malam ini akan banyak sekali wartawan yang akan meliput acara itu! Kita akan tampil sangat serasi, Mr and Mrs Anderson akan muncul dimajalah pebisnis sukses termuda. Sedangkan si ja lang Ellea, dia akan menangis dipojokan, meratapi statusnya hanya sebagai isteri kedua yang tak dianggap." Kata Gea dalam hatinya.


Anderson hanya terdiam hatinya kekeh menolak untuk datang ke acara itu, meski Anderson tau itu artinya proyek besar akan sirna begitu saja dan juga kedepannya akan sulit untuk perusahaan Anderson bisa bekerja sama kembali dengan perusahaan tersebut.


Ellea jadi tak enak hati melihat wajah gelisah suaminya itu. Ellea tidak mau sama sekali dirinya menjadi penghambat kesuksesan Anderson.


"Hei,,, nanti malam aku akan sangat sibuk. Jadi aku tidak akan menunggumu pulang dari acara itu, gak apa-apa kan?" tanya Ellea berusaha terlihat baik-baik saja.


"Aku tidak akan datang ke sana jika tidak bersama kamu," kata Anderson.


"Sudahlah!! Lagipula kita menikah bukan karena cinta, jadi kamu tidak perlu merasa tidak enak sama aku. Pergilah!" kata Ellea lalu berlalu pergi meninggalkan Anderson.


"Ellea, bahkan ketika kamu masih menjadi isteri Gerry aku sudah jatuh cinta sama kamu, aku menikahimu karena aku memang mencintai mu, aku membantumu melunasi hutang-hutangmu itu juga karena aku mencintaimu." Kata Anderson didalam hatinya.


Malam harinya Ellea tengah berenang dikolam renang samping rumahnya, dengan hanya memakai bi ki ni berwarna merah bunga-bunga, tak lama Gea datang menghampiri Ellea untuk memamerkan akan segera pergi berdua dengan Anderson ke pesta itu.


"Hai maduku!! Look at me, bagaimana aku cantik maksimal kan??" tanya Gea.


"Pergi atau aku siram dengan air kolam ini!" kesal Ellea.


"Waw kamu galak banget si! Sensi yah? Engga bisa jadi pendamping untuk suami aku?" kata Gea sembari menertawakan Ellea.


"Heuh!! Untuk apa aku iri, itukan hanya sekedar pergi ke pesta ramai. Kamu yang harusnya iri denganku, kamu harusnya liat ketika obat perangsang yang kamu berikan pada Anderson itu dia praktekkan sepanjang malam padaku!" kata Ellea sembari tertawa renyah.


"Kurang ajar!!? Dasar wanita ja lang!" teriak Gea dengan histeris lalu pergi dari hadapan Ellea.


Anderson yang hendak menghampiri Ellea dikolam renang, berpapasan dengan Gea. Dilihatnya wajah Gea yang kesal dan cemberut.


"Nenek lampir, kenapa wajahnya seperti itu?" tanya Anderson pada Ellea.


"Apa? Nenek lampir, itu isteri pertamamu," kata Ellea sembari tersenyum.


"Aku hanya akan menyapa sebentar setelah itu aku akan secepatnya pulang!" kata Anderson.

__ADS_1


"Oke, tidak usah terburu-buru," kata Ellea.


"Bagaimana aku tidak terburu-buru, kalau aku melihat pemandangan seperti ini didepan mataku. Rasanya aku ingin ikut berenang bersamamu saja daripada pergi ke pesta itu!" kata Anderson sambil melirik nakal tubuh Ellea yang hanya tertutupi bi ki ni itu.


"Kamu tidak ada puasanya kah? Sudahlah daripada menatapku seperti itu lalu pikiran kamu traveling kemana-mana, sebaiknya kamu cepat pergi sana!" kata Ellea.


Anderson hanya tersenyum nakal lalu berlalu pergi dari hadapan Ellea. Ellea keluar dari kolam renang dan memakai handuk, segera memastikan apakah Anderson dan Gea suda meninggalkan rumah apa belum.


Setelah yakin keduanya telah meninggalkan rumah. Ellea masuk kedalam kamarnya lalu memakai pakaiannya. Setelah mengeringkan rambutnya beberapa saat, Ellea membuka laci meja riasnya untuk mengambil beberapa kamera mini pengintai yang ia beli secara online.


Ellea masuk ke dalam kamar Gea, untuk meletakkan tiga buah kamera pengintai yang ia selipkan disela-sela pot bunga, dimeja televisi, dan terakhir di dekat lampu. Bukan tanpa maksud hanya saja Ellea ingin lebih menjaga dirinya dari kejahatan Gea. Dengan terpasangnya kamera mini itu, Ellea bisa melihat aktivitas Gea dari layar handphonenya.


Sementara itu di acara pesta, Gea dan Anderson tiba, Gea dengan percaya dirinya menggandeng lengan Anderson dan melambaikan tangannya ke para wartawan yang sedang meliput.


"Gea lepaskan!" kata Anderson yang risi digandeng oleh Gea.


"Kenapa? Kamu harus terima kenyataan dong, kalau aku ini isteri sah kamu, sampai kapanpun kamu tidak akan bisa menceraikan aku karena surat perjanjian itu!" kata Gea tersenyum senang.


Gea ber-selfie ria sambil mengarahkan kameranya pada Anderson, meski Anderson hanya fokus menyapa para kolega bisnisnya, tapi Gea tetap eksis dan membagikan foto-fotonya dengan Anderson pada sosial media, dan juga pada Ellea.


Tanpa terasa air matanya menetes, Ellea sudah mencintai Anderson dan ketika melihat foto Gea dan Anderson sebagai pasangan suami isteri hati Ellea sangat hancur. Tak lama ha handphone Ellea berdering sebuah panggilan video call dari Anderson.


Ellea menyeka air matanya dan tak ingin larut dalam kesedihannya, kalau George Wilson saja bisa Anderson singkirkan! Ellea yakin suatu hari nanti Anderson akan temukan cara untuk menyingkirkan Gea. Ellea menarik nafas panjang lalu mengangkat panggilan video call itu.


📞"Hai," sapa Anderson.


"Hai, apa di sana sangat ramai?" tanya Ellea.


"Emm ya, kamu sedang apa?" tanya Anderson.


Belum sempat Ellea menjawab, Gea sudah ikut nimbrung dipanggilan video itu.


"Sayang, aku ke toilet dulu ya," kata Gea dengan nada lenjehnya.


"Kamu tidak perlu bilang padaku Gea!" kesal Anderson.

__ADS_1


Tak lama seorang pelayan mengetuk pintu kamar Ellea.


Tok, tok, tok.


"Kayanya ada pelayan yang ngetik pintu kamarku deh,' kata Ellea.


"Ya sudah buka, tapi jangan tutup teleponku!" kata Anderson.


Ellea membukakan pintu kamarnya, seorang pelayan datang membawakan sekotak barang-barang milik Ellea dari Gerry yang tadi datang dan menitipkannya pada pelayan.


"Nona, ini tadi ada laki-laki namanya Gerry didepan rumah,,,,," kata seorang pelayan.


Kata-kata pelayan yang bilang Gerry datang ke rumah, terdengar langsung oleh Anderson yang masih terhubung dipanggilan videonya dengan Ellea.


Anderson langsung menutup panggilan video itu,📞


Anderson begitu kesal, kenapa Gerry bisa nekat datang dan bertamu Ellea di rumahnya. Anderson buru-buru pergi ke parkiran dan menyuruh sang supir segera tancap gas meninggalkan pesta untuk pulang ke rumahnya. Rasa cemburu Anderson sudah diubun-ubun memikirkan saat ini bisa saja Gerry tengah menggombali Ellea.


Ellea yang sudah menaruh kotak barang-barangnya yang dulu sempat tertinggal dikediaman Gerry, melihat layar handphonenya dan sudah dimatikan panggilan video itu.


"Aneh! Katanya tadi disuruh jangan matikan telepon, kok udah dimatiin aja si?" Kata Ellea berbicara sendiri.


Anderson hendak menelpon kembali Ellea, untuk melarangnya mengobrol dengan Gerry, karena yang dia dengar hanya Gerry datang ke rumahnya, padahal Gerry hanya menunggu didepan gerbang rumah lalu menitipkan barang-barang itu pada pelayan, setelah itu dia langsung pergi lagi.


Visual Anderson



Visual Ellea



Visual Gea


__ADS_1


__ADS_2