Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Pertengkaran pagi hari


__ADS_3

Anderson pun menelpon ke supir yang berada diruangan tempat karyawan rumahnya berkumpul. Anderson menanyakan apakah Ellea sudah meminta jemput, karena Anderson menelpon Ellea belum mendapatkan jawaban sama sekali.


Semua supir belum ada yang ditelepon Ellea untuk minta dijemput. Anderson memutuskan untuk menunggu Ellea sambil menonton televisi di dalam kamarnya! Kopi hangat sudah habis dua gelas, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi Ellea belum juga pulang ke rumah.


Anderson mulai khawatir sekaligus kesal, karena ini sudah sangat larut malam.


"Dimana kamu Ellea! Kenapa sudah malam begini kamu belum juga pulang!" Gumam Anderson.


Sementara itu Ellea dan teman-temannya masih asyik bernyanyi dan berjoget-joget bersama di ruangan karaoke. Mereka pun sampai menambah jam agar bisa terus berkaroke ria.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam! Teman-teman Ellea sudah mulai kelelahan, begitu juga dengan Ellea! Mereka memutuskan untuk mengakhiri acara hari ini, dan segera pulang ke rumah masing-masing.


Ellea mengambil handphonenya hendak meminta jemput pada supir di rumahnya. Ketika melihat layar handphonenya, terlihat beberapa panggilan tidak terjawab dari Anderson, Ellea pun melihat jam di handphonenya, rupanya sudah pukul sebelas malam lewat.


"Astaga, kok udah jam sebelas aja si! Anderson bisa marah ini!" Kata Ellea.


Ellea segera menghubungi supir, setelah mendapatkan jawaban dari supir untuk menjemputnya sesegera mungkin, Ellea menunggu didepan tempat karoke.


Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam dan supir dari rumahnya baru saja tiba. Ellea buru-buru masuk ke dalam mobil, dan pulang menuju rumahnya.


Begitu sampai di rumah, langkah kaki Ellea terlihat buru-buru masuk ke dalam rumah. Hal yang pertama dia lakukan adalah masuk ke dalam kamar baby Aiden untuk memastikan keadaan Aiden, Ellea bernafas lega, Aiden sudah tidur pulas.


Ellea pun pergi menuju kamarnya dengan langkah kaki pelan-pelan agar tidak terendus Anderson, Ellea berharap Anderson sudah tidur di dalam kamarnya, agar Anderson tidak tahu kalau Ellea baru sampai rumah pukul satu malam hari ini.


Klekkk, pintu kamar terbuka.


Dilihatnya Anderson sudah tertidur diatas ranjang, Ellea pun menutup pintu kamarnya dengan perlahan. Kakinya mengendap-endap pelan, berusaha tidak membuat suara sedikitpun.


"Untuk apa mengendap-endap begitu?" tanya Anderson yang rupanya dia hanya pura-pura tidur saja.


Sontak Ellea kaget mendengar suara Anderson yang dia sangka sudah tidur.

__ADS_1


"Emm, a-aku," gugup Ellea.


Anderson segera bangun dari ranjang lalu menghampiri Ellea, memutari tubuh Ellea yang masih berdiri kaku sambil menundukkan wajahnya.


"Apa aku kurang tegas mendidikmu sebagai seorang isteri dan ibu yang baik, Ellea?" tanya Anderson.


"Apa maksudmu? Apa menurutmu aku buka isteri dan ibu yang baik untukmu dan Aiden?" tanya Ellea yang juga mulai tersulut emosi akibat sindiran Anderson.


"Lihat pukul berapa sekarang? Ellea apa pantas kamu pulang ke rumah selarut ini?" tanya Anderson.


"Aku kan sudah meminta izin sama kamu tadi siang! Dan teman-teman aku meminta untuk aku stay sambil karaokean, kami sudah lama tidak pernah bernyanyi bersama! Apa itu salah?" kata Ellea dengan nada tinggi.


"Cukup Ellea! Mulai hari ini berhenti untuk bekerja di kantor ataupun keluar rumah!" kata Anderson.


Mendengar keputusan Anderson membuat Ellea kecewa dan marah. Ellea merasa sikap Anderson keterlaluan sampai menyuruhnya berhenti bekerja di kantor dan melarangnya pergi sesekali dengan teman-temannya. Ellea yang kecewa, segera keluar kamar dan meninggalkan Anderson yang masih terdiam setelah memarahinya.


Ellea berlarian menuju kamar tamu lalu masuk dan mengunci kamar tamu itu. Ellea menyayangkan sikap posesive Anderson yang sudah keterlaluan, menurutnya baru hari ini saja dia pergi sampai selarut ini, itupun karena sudah lama dia tidak bertemu dengan teman-temannya di kantor! Tapi kenapa Anderson sangat tidak mau mengerti berada diposisinya.


"Ellea maafkan aku! Tapi aku tidak suka kamu pulang malam seperti ini, aku hanya ingin kamu di rumah dan fokus mengurus Aiden." Kata Anderson.


Kini keduanya tidak saling bertemu! Anderson terdiam di dalam kamarnya tanpa mengejar Ellea, sementara Ellea memutuskan untuk tidur di kamar tamu setelah mendapatkan teguran dari Anderson.


Keesokan harinya adalah hari weekend, dimana biasanya Anderson pagi-pagi sekali akan mengajak Ellea dan Aiden untuk mengikuti car free day di dekat rumahnya! Namun Anderson yang sudah menunggu Ellea di kamar Aiden, harus menelan kekecewaan karena Ellea masih marah terhadapnya! Ellea sama sekali tidak keluar kamar, dia masih betah mengurung diri di dalam kamar tamu.


Anderson pun pergi mencari Ellea untuk membujuknya agar tidak marah dan mau menuruti keputusannya. Sampailah Anderson di depan kamar tamu yang dijadikan tempat bermalam Ellea tadi malam.


Tokk, tokk, tokk.


"Ellea buka pintunya! Mari bicarakan hal semalam," kata Anderson.


"Kamu adalah laki-laki paling egois! Kamu selalu memaksakan kehendakmu, tanpa mau tau penjelasanku!" teriak Ellea.

__ADS_1


"Karena itu keluarlah! Kita bicarakan ini Ellea," kata Anderson.


"Percuma, untuk apa bicara denganmu! Kalau kamu selalu berprinsip kamu benar dan aku selalu salah," kata Ellea.


"Ellea keluar! Atau aku akan dobrak pintunya!" kata Anderson.


Bude Asih, Marwa dan Lucas yang mendengar keributan keduanya sontak berkumpul dan mengintip pertengkaran mereka berdua.


"Tuh Marwa, pokoe kamu harus nurut sama mas Lucas biar ndak terjadi hal koyo ngene!" kata Bude Asih.


"Tapi Bu! Aku yakin mba Lea pasti punya alesne kenapa ndak mau buka pintunya!" kata Marwa.


"Tetap saja! Kamu harus mengutamakan mendengar dan menuruti perintah suami! Urusan suami kamu salah atau benar yang penting kamu nurut aja dulu! Karena itu sudah jadi kewajiban seorang isteri," kata Lucas.


"Njeh mas! Sebisane aku, aku bakalan berusaha untuk nurut sama mas Lucas!" kata Marwa.


"Good! Ayo," kata Lucas.


"Ayo kemana?" tanya Marwa.


"Ya sarapan! Memangnya kamu mau terus menguping pertengkaran mereka?" tanya Lucas sambil berlalu menuju meja makan.


Disusul dengan Bude Asih dan juga Marwa, pagi-pagi begini semua sudah dibuat pusing oleh keributan Anderson dan Ellea.


Tak ingin Anderson terus berteriak di depan pintu kamarnya! Ellea membukakan pintu kamarnya, dan saat itu juga Anderson menerobos masuk ke dalam kamarnya.


Anderson belum mulai berbicara namun Ellea sudah menangis sesenggukan dihadapan Anderson.


"Ellea kamu tidak perlu menangis! Aku minta maaf jika semalam perkataan aku terlalu kasar terhadapmu!" kata Anderson yang selalu luluh bila melihat Ellea menangis dihadapannya.


"Kamu tidak mau mendengarkan penjelasanku! Alasanku kenapa aku sampai pulang larut malam, kamu selalu lebih dulu menyalahkan aku," kata Ellea sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2