Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Anderson merajuk


__ADS_3

Ellea mengendus mulut Anderson saat dia berbicara, terci um aroma minuman duniawi itu. Pantas saja, kedua mata suaminya itu memerah.


"Apa kamu mabuk?" tanya Ellea.


"Hmm, aku dimabuk cinta olehmu Ellea! Asal kamu tau, aku sangat ingin menjadikanmu satu-satunya isteriku," kata Anderson dengan nada teler.


"Ya aku tau, apa kamu seperti ini karena memikirkan hal itu?" tanya Ellea.


Anderson mengangguk sembari menggaruk-garuk kepalanya dengan mata setengah terpejam. Melihat suaminya sudah dalam kondisi begini. Ellea membiarkan Anderson untuk mandi terlebih dahulu untuk menghilangkan efek minuman itu.


Ellea hendak pergi dari hadapan Anderson, namun ditahan oleh tangan Anderson.


"Hei, lepaskan aku!" kata Ellea.


"Aku sudah bilang kan, kamu tidak akan bisa lolos," kata Anderson.


Anderson kemudian menarik tubuh Ellea kedalam dekapannya, memegangi kedua tangan Ellea yang sejak tadi masih menutupi aset-aset berharganya. Ellea yang sudah sejak tadi memperingatkan Anderson bahwa masa halangannya belum selesai hari ini, kesal Anderson tetap memaksanya kali ini.


Anderson mulai mendaratkan bibirnya dibahu Ellea, tak tinggal diam Ellea berhasil melepaskan kedua tangannya kali ini. Karena geram, Ellea mencengkram aset bagian bawah Anderson dengan keras.


Aaaaaaa....... teriak Anderson.


"Rasakan itu! Sudahku bilang sabar sampai besok tapi tidak mau dengar!" kata Ellea yang segera pergi berlalu meninggalkan kamar mandi dan Anderson yang masih merasakan linu diareanya.


Akibat cengkraman Ellea, kini Anderson sudah mulai sedikit sadar, untuk menghilangkan pengaruh minuman duniawi itu, Anderson membiarkan gemericik air yang keluar dari dalam shower menyirami sekujur tubuhnya.


Ellea yang sudah memakai pakaian tidurnya, saat ini tengah asik menonton televisi sembari berbaring diatas ranjangnya. Sementara itu, Anderson keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk dipinggangnya.


Anderson memasang wajah cemberut sembari memakai pakaian tidurnya, setelah selesai berpakaian, dirinya langsung membaringkan tubuhnya disamping Ellea. Melihat suaminya dengan wajah cemberut begitu, Ellea memberanikan diri untuk bicara terlebih dahulu.


"Apa kamu marah?" tanya Ellea sambil menatap wajah Anderson.


"Menurut kamu? Apa perbuatanmu itu bisa dimaafkan?" tanya Anderson.


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan? Aku hanya mencengkramnya sekali," ketus Ellea.


"Ellea lihat, aku bahkan masih merasakan linu akibat cengkramanmu itu! Ceroboh, padahal kamu juga yang rugi nantinya," kata Anderson.


Melihat expresi sedikit kesakitan dari wajah Anderson, membuat Ellea merasa bersalah. Ellea pun berusaha membaik-baikkan Anderson agar dia tidak ngambek lagi.

__ADS_1


Satu tangan Ellea menelusup kedalam selimut yang menutupi setengah tubuh Anderson. Dirabanya oleh Ellea untuk mencari-cari aset milik Anderson. Anderson hanya menatap wajah nakal Ellea saat ini.


"Apa yang kamu lakukan Ellea?" tanya Anderson.


"Sutttttt, aku akan mengelus-elusnya," kata Ellea.


Setelah beberapa saat pencarian Ellea akhirnya menemukan titik temu, aset Anderson berhasil ia genggam. Dengan mengedipkan sebelah matanya pada Anderson, Ellea mulai memijat-mijat aset berharga milik Anderson supaya rasa linu berganti dengan rasa yang lain.


"Oh!! Ellea!! Sttthh," de sah Anderson ketika tangan Ellea mulai mengelusnya.


"Bagiamana? Apa kamu sudah tidak marah lagi padaku?" tanya Ellea.


Anderson mengangguk seraya menikmati pijatan tangan Ellea diarea aset miliknya.


"Aku mau bilang sesuatu padamu," kata Ellea.


"Apa?" tanya Anderson.


"Besok Ayah dan Ibuku akan datang kesini, apa boleh?" tanya Ellea.


"Tentu saja boleh, biar Lucas nanti yang akan menjemput Ayah dan Ibumu," kata Anderson.


"Ngomong-ngomong tumben Ayah dan Ibu mau kesini?" tanya Anderson.


Memang sebenarnya Ayah dan Ibu Ellea malas jika harus bertamu ke rumah ini karena ada Gea di rumah ini.


"Kata Ayah, dia punya sesuatu untukmu dan juga untukku," kata Ellea.


"Apa itu?" tanya Anderson.


"Entahlah, Ayah tidak mau memberitahuku ditelepon, katanya sekalian saja besok dikasihkan," kata Ellea.


Malam harinya Anderson dan Ellea tidur bersama, sementara Gea sudah bisa kembali menempati kamar miliknya karena tidak jadi diusir. Hanya saja para pelayan dan juga anak buah Anderson sampai kelelahan akibat memindahkan kembali barang-barang Gea ke dalam kamarnya.


"Bang Lucas! Ini kita engga pindah-pindahin lagi kan? Udah capek banget nih kita black balik pindahin barang," ujar salah seorang anak buah Anderson.


"Ya untuk sekarang aman! Cuma engga tau nanti, bisa jadi Tuan Anderson akan kembali mengusir Nyonya Gea," kata Lucas.


"Lagian ya itu nenek lampir, engga ada kapok-kapoknya bikin susah Tuan Anderson. Kasian kan Tuan Anderson sudah bahagia dengan nona Ellea, masih direcokin terus tuh sama si lampir," ujar seorang pelayan.

__ADS_1


Semua anak buah Anderson dan para pelayan pun sudah muak dengan kehadiran Gea Wilson di rumah ini, menurut mereka rumah ini sudah hilang kebahagiaannya semenjak Gea Wilson tinggal di rumah ini beberapa tahun silam. Bahkan Anderson sampai tak pernah tersenyum di rumah ini.


Senyuman Anderson mulai kembali ketika kehadiran Ellea di rumah ini. Kebahagiaan mulai terpancar dalam diri Anderson semenjak Ellea hadir dihidupnya.


Didalam kamarnya Gea tengah sibuk memikirkan berbagai macam cara untuk menyingkirkan Ellea. Sangat tidak mungkin jika menyewa eksekutor untuk membunuh Ellea ketika berpergian dari rumah, akan ada Lucas dan beberapa anak buah Anderson yang selalu mengawal Ellea kemana pun dia pergi.


Mungkin hanya rencana merusak rahim Ellea yang akan berhasil Gea lakukan. Itu pun harus menunggu dua hari kedepan karena Sabtu Minggu kantor libur. Tapi tak masalah bagi Gea menunggu dua hari, yang terpenting sudah ada seorang OB yang sudah dia bayar untuk melakukan pekerjaan itu.


"Aku yakin Ellea. Anderson pasti akan menalakmu jika rahimmu rusak dan kamu tidak akan pernah bisa hamil! Anderson akan membuangmu, dan menjadikan aku satu-satunya isteri untuknya yang bisa memberikannya keturunan keluarga Anderson." Kata Gea dalam hatinya.


Keesokan harinya Ellea, Anderson, dan Gea tengah sarapan bersama duduk dimeja makan. Ellea sedikit heran kenapa Gea masih sarapan didalam rumah ini, Anderson memang sudah malas membicarakan Gea sehingga dia tidak cerita pada Ellea, kalau Gea mengancam akan bunuh diri bila diusir dari rumah ini.


"Kenapa Ellea? Kamu heran yah, aku tetap tinggal di rumah ini?" tanya Gea.


"Pelayan!" panggil Anderson.


"Iya Tuan. Ada apa?" tanya seorang pelayan.


"Tolong singkirkan benda-benda tajam disekitar rumah ini! Saya tidak mau lagi ada orang yang mengancam bunuh diri, bila saya usir dia dari rumah ini," kata Anderson dengan nada menyindir Gea.


"Baik Tuan," kata para pelayan yang tengah berada dimeja makan.


Ellea tersenyum mendengar ternyata Gea sampai melakukan hal konyol mengancam seperti itu agar tetap bisa berada di rumah ini.


"Haduhh, mengsedih ya!" sindir Ellea sembari tersenyum meledek kearah Gea.


Jangan Lupa!


Likeeeee


Komenn


Votenya☺️


Happy weekend semua😎


Visual Gea


__ADS_1


__ADS_2