
Tiba-tiba terdengar ribut-ribut diluar ruangan Lucas, seperti suara seorang wanita dan seorang lelaki yang tengah cekcok dan sama-sama ngotot. Laki-laki itu juga terdengar memaksa masuk untuk menemui Lucas detik ini juga, sementara suara wanita yang disinyalir adalah sekertaris Lucas! Kekeh menghalanginya untuk mengetuk pintu.
Sekertaris enggan memberinya akses masuk karena Lucas sudah berpesan tak ingin diganggu, dan tidak ad yang boleh mendekati ruangannya.
Lucas terpaksa menghentikan aksinya, padahal tengah tanggung-tanggungnya.
"Ahh sial! Sepertinya aku tau siapa orang yang tengah ribut di depan," kata Lucas.
"Sapa mas? Apa penagih utang?" tanya Marwa.
"Marwa, aku tidak punya hutang! Apa manager di perusahaan ini sudah berganti ke lamin, kenapa dia jadi cerewet dan bawel sekali! Seperti anak gadis baru kehilangan kesu ciannya saja!" kata Lucas, sembari merapihkan pakaianya.
"Apa? Jadi waktu aku kehilangan kesu cianku itu, aku cerewet dan bawel sekali mas?" tanya Marwa, sambil lekas memakai kembali pakaiannya yang berserakan dilantai.
"Ti-tidak begitu maksudku! Ah sudahlah, intinya kamu bukan gadis cerewet!" kata Lucas.
Lucas lantas menuju ke depan pintu ruangannya, lalu membuka pintu ruangannya itu. Terlihat sekertaris pribadinya tengah memasang wajah emosi begitu juga dengan manager kantor ini, laki-laki yang sudah cukup berumur yang ngotot meminta bertemu Lucas sekarang juga.
"Ada apa ini?" tanya Lucas.
"Ini loh Pak Tama! Dia maksa mau menerobos masuk ke dalam pak! Padahal saya sudah sampaikan bahwa, Pak Lucas sedang tidak bisa diganggu!" ujar sekertaris.
"Stop! Pak Lucas sebaiknya marah-marahnya ditahan dulu untuk besok! Ini loh, cepat tanda tangani berkas ini, kliennya kita sudah menunggu sejak tadi di bawah!" ujar manager perusahaan Anderson group itu.
"Kenapa ada satu berkas lagi yang belum aku tanda tangani?" tanya Lucas.
"Iya, klien kita minta revisi! Jadi harus ditandatangani kembali! Cepat lah, saya udah pusing ini!" kata manager itu.
__ADS_1
"Hadeuh, rewel dan cerewet sekali Pak Tama! Sebaiknya setelah ini Anda pakai rok saja!" canda Lucas, sambil tangannya meraih berkas yang harus dia tanda tangani.
Manager pun mulai bisa tersenyum, setelah mendapatkan tanda tangan Lucas dia langsung ngibrit menemui klien yang sudah sejak tadi menunggu.
"Apa dia tidak memiliki rasa bersalah sama sekali?" tanya Lucas.
"Rasa bersalah untuk apa ya Pak?" tanya Sekertaris dengan polosnya.
"Dia sudah mengganggu air yang harusnya sudah mengalir sejak tadi, jadi tertahan dan harus mulai dari awal lagi!" kata Lucas sambil geleng-geleng kepala.
Sekretarisnya pun ikut geleng-geleng kepala saking bingungnya dengan perkataan Lucas soal air. Lucas segera kembali ke dalam ruangannya, namun dilihatnya jam sudah hampir malam, sedangkan pekerjaannya masih cukup banyak.
Lucas harus buru-buru menyelesaikannya, hingga dia tidak bisa meneruskan lagi kegiatan tadi.
"Marwa! Sepertinya aku tidak bisa teruskan!" kata Lucas.
"Apane mas?" tanya Marwa.
"Idihh mas Lucas ngapain laporan ndak bisa dilanjut segala? Emange aku ngarep banget opo buat dilanjut!" kata Marwa so jual mahal.
Lucas pun tersenyum melihat tingkah jual mahal Marwa, padahal makin sini Marwa makin kelihatan suka akan hal-hal seperti itu. Lucas akhirnya kembali membuka pekerjaannya yang sempat tertunda.
Hampir satu jam Lucas mengerjakan pekerjaannya! Dan waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Marwa sampai ketiduran di sofa saking lamanya Lucas bekerja! Sejak tadi, Lucas telah meminta Marwa agar dia pulang terlebih dahulu ke rumah diantar supirnya! Tapi Marwa menolak, dan dia lebih memilih menemani Lucas lembur di kantor, walaupun harus kelelahan dan tertidur di sofa.
Sejenak Lucas mengamati isteri kecilnya itu! Lalu meninggalkan pekerjaannya, dan menghampiri Marwa di sofa. Diambilnya jas miliknya yang sejak tadi tergantung di sudut ruangan kerjanya, lalu diselimutkanya pada Marwa. Lucas juga menge cup kening Marwa dan mengelus-elus pipinya untuk beberapa saat.
Tiba-tiba handphonenya bergetar, satu pesan masuk dari Anderson! Anderson mengabarkan bahwa Aiden masuk rumah sakit, namun Lucas tak perlu ke rumah sakit untuk menengoknya, karena besok pagi pun Dokter sudah mengizinkannya pulang. Anderson hanya meminta agar Lucas, membereskan pekerjaannya hari ini, dan besok berangkat pagi untuk mengambil alih presentasi dengan klien penting, yang harusnya Anderson yang tangani, namun karena Aiden masih belum sehat betul, Anderson memilih tidak akan berangkat ke kantor dulu sampai Aiden benar-benar sehat.
__ADS_1
"Sepertinya aku akan sibuk minggu-minggu ini! Kamu tidak akan aku sentuh dulu Marwa! Sampai pekerjaanku bisa agak sedikit longgar!" Ujar Lucas.
Sementara itu di rumah sakit, Ellea baru saja bangun dari tidurnya! Terlihat bude Asih tengah bercengkrama dengan Aiden, karena baby Ai terdengar suara tawanya.
"Bude!" panggil Ellea.
"Tuh lihat Mimanya Aiden udah bangun! Hallo Mima, baby Ai udah sehat nih, udah bisa ketawa ya!" ujar Bude Asih.
Diiringi oleh gelak tawa Aiden, yang sudah bisa kembali ceria. Ellea celingak-celinguk mencari-cari Anderson, yang tadinya tidur di sofa samping dirinya.
"Hallo anak Mima yang ganteng! Ututuuutu, udah engga rewel ya sayang?" kata Ellea.
"Lea! Aiden udah sehat lagi kok! Mendingan kamu rayu tuh suamimu, biar dia engga kesel lagi sama kamu!" kata Bude Asih.
"Memang Anderson kemana bude?" tanya Ellea.
"Sepertinya dia jalan-jalan keluar cari udara malam! Tadi dia habis ngajak bercanda Aiden pas kamu masih tidur, terus izin sama bude mau cari angin katanya!" ujar Bude Asih.
Ellea pun menghela nafas panjang! Ellea berpikir untuk apa Anderson masih kesal dengannya sampai sekarang! Toh anak mereka baik-baik saja. Ellea pun mengalah dan mengikuti saran Bude Asih untuk kembali meminta maaf pada Anderson.
Ellea segera mengambil jaketnya dan pergi mencari Anderson keluar ruangan. Angin malam diluar sedang dingin-dinginnya, tapi Anderson tak terlihat batang hidungnya. Sebenarnya kemana Anderson? Batin Ellea, hingga akhirnya, sampailah Ellea di taman kecil depan rumah sakit, yang terdapat dua ayunan untuk anak kecil.
Di sana Anderson tengah menaiki satu ayunan itu, sambil meng hisap satu batang rokok ditangannya! Sudah sejak lama Ellea tak melihat Anderson merokok, kini Anderson malah terlihat merokok kembali.
"Itu ayunan untuk anak kecil! Bukan untuk laki-laki yang sudah punya isteri dan anak seperti kamu!" goda Ellea.
Anderson pun menengok mendengar ada yang mengajaknya bicara. Rupanya Ellea segera menghampiri Anderson, dan duduk di ayunan satunya lagi.
__ADS_1
"Sedang apa di sini? Masuklah, angin malam tidak baik untukmu!" kata Anderson dengan nada masih sedikit cuek.
Mohon dukungannya ya untuk Like novel iniππ