
Lucas yang mendengar Anderson menyebutnya dengan sebutan adik, hanya mampu terdiam tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang, Lucas tidak yakin dengan dirinya saat ini bahwa apakah dia benar-benar dendam pada Anderson? Ataukah Lucas hanya ingin pengakuan dari Anderson sebagai anggota keluarganya.
Anderson membawa pulang Lucas. Nampak jelas kekecewaan dihati Anderson, kecewa bahwa Lucas adalah Mr.X (orang yang sudah membantu George Wilson dulu saat berusaha membunuhnya), dan kecewa pada dirinya sendiri karena tidak mengetahui bahwa Lucas selama ini adalah saudaranya sendiri.
Sesampainya di rumah, Lucas di bawa ke ruangan Anderson. Di sana pukulan demi pukulan terus dilancarkan oleh Anderson pada wajah dan perut Lucas. Dia pun babak belur hingga tubuhnya roboh ke lantai.
"Ayo sini! Lawan aku! Bukankah kamu ingin membunuhku?" tanya Anderson.
Lucas hanya terdiam, tubuhnya enggan bangkit dari bawah sana, bibirnya sampai menci um lantai.
"Jika kamu menginginkan seluruh kekayaanku! Aku akan berikan semuanya untukmu, kamu berhak bahagia Lucas. Selama ini aku sudah membiarkanmu menderita terlalu lama," kata Anderson dengan nada bergetar menahan tangis.
"A-aku akan pergi jauh setelah ini! Lupakan bahwa kita sedarah dan aku akan melupakan dendamku padamu!" lirih Lucas.
Anderson semakin kesal, dia lantas kembali memukul Lucas. Setelah kedua orang tua mereka sama-sama tiada Anderson sangat bahagia bahwa ternyata dia masih memiliki saudara sedarah saat ini. Bisa-bisanya Lucas meminta untuk pergi, Anderson memang kecewa karena beberapa perbuatan Lucas terhadapnya! Tapi Anderson yakin bahwa Lucas tidak benar-benar dendam apalagi ingin membunuhnya.
Ellea dan Marwa yang mendengar Anderson terus meneriaki Lucas dan tak henti-hentinya memukul Lucas, memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
Tok, tok, tok.
Ellea dan Marwa muncul dengan wajah cengengesan sok polos dan pura-pura tidak melihat apapun yang terjadi.
"Sayang! Perut aku minta dielus-elus nih, ayo sini!" kata Ellea sembari menarik tangan Anderson.
"Ellea stop! Aku sedang tidak ingin diganggu," kata Anderson.
"Lalu apa aku biarkan saja anak kita meronta-ronta didalam sana karena ingin dielus oleh Papahnya?" bentak Ellea.
Mau tidak mau Anderson pun luluh dan menghentikan pukulan-pukulannya terhadap Lucas. Anderson mengikuti Ellea masuk ke dalam kamar, sementara Marwa memapah Lucas yang sudah bonyok dimana-mana menuju kamar.
__ADS_1
"Ellea! Aku," kata Anderson.
"Aku sudah dengar semuanya dari anak buahmu yang lain! Walau bagaimanapun kamu dan Lucas adalah saudara kandung, kalian harus berbaikan," kata Ellea.
"Aku hanya memberikannya sedikit pelajaran!" kata Anderson.
"Sedikit pelajaran? Kamu tidak lihat seluruh wajah Lucas sudah seperti disengat Lebah? Habis kamu pukuli," kata Ellea.
"Biarkan sajalah! Dia pantas menerima itu semua, mana ada saudara kandung yang ingin membunuh saudara kandungnya sendiri," ketus Anderson.
"Lalu kapan kita akan melihat Gea? Apa nyawanya akan selamat?" tanya Ellea.
"Entahlah! Besok pagi saja kita ke rumah sakit untuk melihatnya," kata Anderson.
"Aku sudah memaafkan Gea! Tapi aku ingin Gea dihukum seberat-beratnya," kata Ellea.
"Tentu! Aku akan pastikan itu, dia jatuh dan harus dibawa ke rumah sakit sekalipun itu tidak akan pengaruh. Hukuman dia akan tetap dijalankan! Dan yang terpenting, kamu adalah isteriku satu-satunya, aku akan segera mengurus pernikahan resmi kita," kata Anderson.
Sementara itu Marwa membawakan kotak obat untuk mengobati luka-luka diwajah Lucas dan juga dibagian perutnya. Marwa mengoleskan salep pereda nyeri di wajah Lucas yang memar-memar.
"Tahan yo! Mungkin akan perih sedikit," kata Marwa sembari perlahan mengoleskan salepnya.
"Aw, stthhhhhhh," Lucas meringis.
Marwa meniup-niupkan salep yang sudah dia oles diwajah Lucas agar cepat kering. Saat ini wajah keduanya berdekatan, bahka Lucas bisa merasakan tiupan angin dari bibir Marwa. Tak nyaman terus dilihat oleh Lucas dengan tatapan tajam Marwa langsung menundukkan wajahnya.
"Udah! Mas Lucas obati sendiri aja ya, yang luka-luka dibagian perutnya itu loh. Aku isin mas, kalau buka-buka baju sampean!" kata Marwa.
Marwa pun hendak pergi meninggalkan Lucas. Namun tangan Lucas memegangi tangan Marwa dan menyuruhnya tetap duduk. Marwa pun kembali duduk dengan wajah gugup.
__ADS_1
"Obati semuanya!" kata Lucas.
"Hah? Ora lah mas, aku ne isin pisan (malu banget)," kata Marwa
Namun melihat wajah Lucas yang sepertinya memang sedang butuh teman untuk menghilangkan kesedihannya! Marwa menurut untuk mengobati luka dibagian perut Lucas. Dengan kedua tangan gemetar, Marwa membuka pakaian Lucas, kedua mata Marwa pun merem melek, tak berani melihat namun penasaran.
Kini tubuh Lucas terpampang nyata dihadapan gadis belia yang baru berusia 15 tahun itu, tubuh Lucas dipenuhi roti sobek ala-ala laki-laki yang sering nge-gym pastinya. Marwa melamun untuk beberapa saat hingga, Lucas menarik tangannya, mengarahkan pada memar diperutnya.
Jantung Marwa semakin berdetak kencang, tangannya masih gemetar mengoleskan salep dibagian perut Lucas, denyut nadi Marwa menjadi lebih sering berkedut, dahinya mulai berkeringat dingin! Untuk pertama kalinya Marwa melihat bagian tubuh laki-laki seperti ini.
Marwa mulai mengoleskan salep itu ke bagian perut Lucas sambil mulutnya terus komat-kamit, entah bacaan apa yang dibacakan oleh Marwa, sesekali Marwa menelan salivanya. Sementara itu Lucas terlihat biasa-biasa saja, dan santai diobati oleh Marwa.
"Uwis ya! Ini sudah malam, aku mau balik ke kamarku, wis sampean istirahat saja, jangan keakehan(banyak) pikiran!" kata Marwa.
"Kamu tidak berminat tidur di sini?" ledek Lucas.
Seketika Marwa mentoyor dahi Lucas karena replex mendengar Lucas mengajaknya tidur bersama.
"Wong gendeng sampean!" kata Marwa sembari langsung berlari ngibrit dari kamar Lucas.
Sementara Lucas justru tersenyum melihat tingkah lucu dan lugu Marwa. Gadis belia itu memiliki magnet yang luar biasa bagi Lucas.
Di rumah sakit Dokter tengah berjuang sejak beberapa jam lalu menyelamatkan nyawa Gea. Luka yang Gea alami sangat parah, bahkan kesempatan hidupnya akan kembali normal itu mustahil. Dilihat dari kondisi Gea, untuk bisa selamat dari kematian saja sudah syukur. Hanya polisi yang berjaga dan menemani Gea di sana. Karena Anderson sama sekali tidak peduli lagi dengan keadaan Gea. Dia akan kesana bersama Ellea besok pagi.
Jangan Lupa untuk Like, Like, Like!
Komen!!!!
Vote!!!!
__ADS_1
Hadiah juga boleh!🙏