
Tiga Tahun Kemudian!!!!!
Tiba saatnya perayaan ulang tahun baby Ai yang hari ini genap berusia tiga tahun, dengan memakai tema bola! Aiden sangat menyukai bermain bola, sehingga Anderson dan Ellea memilih tema bola agar Aiden senang dana bahagia, dilaksanakan disalah satu hotel termegah di kota ini.
Aiden memakai pakaian formal yang membuatnya terlihat fashionable untuk anak yang baru berusia tiga tahun, sehingga membuatnya terlihat bikin gregetan. Sementara Ellea dan Anderson memakai gaun dan jas seperti biasa.
Satu jam sebelum acar ulang tahun Aiden, keluarga besar Anderson telah tiba di hotel untuk melihat seluruh persiapan acara ulang tahun, agar benar-benar perfect. Mereka pun tiba diloby utama. Sayangnya Bude Asih harus absen diulang tahun Aiden kali ini, sebelum-sebelumnya saat Aiden merayakan ulang tahun ke satu dan ke dua tahun, Bude Asih selalu setia untuk merayakan! Namun kali ini Bude Asih terpaksa tidak hadir karena sedang pulang kampung ke Jawa.
"Papa, Ai maunya bola yang gude! Engga mau yang kucil pokoknya!" kata Aiden dengan bicara yang sdah cukup lancar namun kadang kurang tepat.
"Iya nak, Papa udah belikan bola besar untuk Ai! Nanti kita lihat ya!" kata Anderson.
Sementara Marwa dan Lucas hanya tersenyum melihat tingkah lucu Aiden, disisi lain keduanya kadang baper bila melihat Aiden atau saat mengasuh Aiden karena sudah tiga tahun lebih, keduanya belum juga diberikan momongan hingga saat ini.
Padahal segala hal telah mereka coba, semua saran telah mereka lakukan. Dari mulai minum jamu, minum susuu untuk cepat hamil, program ke Dokter, sampai yang terakhir akan mereka lakukan yaitu proses bayi tabung.
Besok Marwa dan Lucas baru akan menjalani proses bayi tabung dari mulai proses pertama hingga nanti tahap terakhir. Belum bisa ditebak atau belum pasti apakah nanti akan berhasil, karena tak jarang bayi tabung pun bisa gagal.
Keduanya hanya bisa ikut bahagia merasakan memiliki momongan saat Anderson dan Ellea pergi tanpa membawa Aiden dan dititipkan ke mereka, rasanya perih batin bila memikirkan akan buah hati yang belum juga dipercayakan.
"Wah Ai, bagus banget tuh liat onty bagi satu ya bolanya," goda Marwa.
"Engga boleh, Mima onty nakal icu bola aku," kata Aiden.
"Itu kan banyak nak, kasih dong ontynya satu, nanti onty nangis loh kan kasian," kata Ellea.
"Iya nih, nanti Om Lucas engga ajak main bola lagi nih kalau onty nangis gara-gara Ai," kata Lucas.
__ADS_1
"Hahh, onty nangis? Udah gude masa nangis kalah sama aku, aku engga nangis ya Mima," tanya Aiden.
"Engga dong Ai kan jagoannya Mima, bisa berubah jadi apa nak?" tanya Ellea.
"Jadi tapten Amerika, tembak dol, dol, dol," kata Aiden yang belum bisa mengucapkan hirup R itu.
"Aaaaaa, pingsan onty," kata Marwa.
Hahhahaha...
Aiden pun tertawa melihat Marwa pura-pura pingsan dipelukan Lucas. Tak lama, manager hotel datang menemui Anderson untuk menyambut kedatangan yang punya pesta.
"Siang Tuan! Bagiamana, apa terlihat seperti yang anda inginkan? Atau masih ada kekurangan, biar kami perbaiki mumpung acaranya belum dimulai," kata manager hotel.
"Min, udah cukup kan? Ini udah bagus banget nih, anak saya suka," kata Anderson.
"Iya Pap, udah perfect banget pokoknya kita engga salah booking tempat," kata Ellea.
Sementara itu Anderson dan Ellea tengah berbincang-bincang dengan manager hotel, sementara Aiden diajak bermain oleh Lucas dan Marwa sampai lari-larian diloby yang luas itu.
"Belubah jadi naluto, hiyaaaa," kata Aiden menirukan gaya Naruto saat sedang menyerang musuh.
"Om lawan, tembak Ai dorrrt, dorrrt," kata Lucas.
"Wis puyeng lah kalo punya anak laki-laki, pasti mainnya berantem, tembak-tembakan haduh-haduh," kata Marwa yang hanya bisa melihat keduanya tengah bermain.
Terkadang melihat Lucas tertawa gembira saat bermain bersama dengan Aiden, hati Marwa terasa hancur, sangat jelas bila Lucas sudah ingin sekali memiliki keturunan. Lucas pun sangat memanjakan Aiden, tak terbayangkan jika Lucas memiliki anak kandung sendiri, betapa dimanjakannya nanti.
Tapi apalah daya, sekeras apapun Marwa berusaha, sekencang apapun doa yang Marwa panjatkan, bila belum rezeki memiliki keturunan harus bagaimana lagi selain sabar. Beruntunglah kediaman Anderson adalah kediaman para crazy rich, tetangga-tetangga rumah pun saling berjauhan karena rumah mereka yang sangat-sangat besar dan mewah, jadi para tetangga rumah disini sibuk dan tidak ada yang suka menggibah seperti emak-emak komplek.
Kalaulah diperumahan biasa, mungkin Marwa sudah menjadi bulan-bulanan nyinyiran para emak-emak, karena tak kunjung hamil setelah berumahtangga lebih dari tiga tahun.
__ADS_1
"Onty! Onty, cini onty aku butuh doktel, aku teltembak onty," panggil Aiden.
Panggilan Aiden, membuat Marwa tersadar akan lamunannya. Lucas yang melihat Marwa jadi sering melamun, akhirnya menghampirinya.
"Ai, Ai sana gih ke Papa sama Mima dulu! Nanti main lagi sama Om," kata Lucas.
"Iya om, oke," kata Aiden.
Aiden pun berjalan menuju Papa dan Mimanya. Sementara Lucas langsung mengusap-ngusap bahu Marwa.
"Hei, ada apa? Kamu mikirin apa?" tanya Lucas.
"Emm anu mas, aku ya merasa sedih aja! Sampai sekarang, aku Ndak bisa kasih kamu anak koyo mba Lea yang sudah bisa kasih keturunan buat mas Anderson," kata Marwa sambil menundukkan wajahnya.
"Marwa dengar! Kamu bukan engga bisa kasih aku anak, tapi belum! Besok kita akan melakukan proses bayi tabung, kita pasti bisa memiliki keturunan, percayalah!" kata Lucas dengan wajah penuh keyakinan.
"Tapi mas, aku wis pesimis, aku Ndak yakin berhasil mas! Aku takut gagal," kata Marwa sambil menundukkan wajahnya.
"Sayang, selagi seorang wanita masih memiliki rahim! Dia pasti bisa hamil, dan aku percaya itu. Aku harap kamu pun bisa yakin dan optimis," kata Lucas.
"Mas, aku minta maaf! Aku tau mas Lucas sangat ingin segera memiliki keturunan, tapi aku wis bikin mas Lucas kecewa," kata Marwa dengan raut wajah sangat sedih.
"Kamu tau Marwa! Tuhan udah berikan nikmat hidup terlalu banyak untuk kita, dia kasih kita badan yang sehat, umur panjang, rumah yang layak, makanan yang enak. Sekarang jika Tuhan belum memberikan satu saja yang kita inginkan, apa kita masih patut untuk mengeluh?" tanya Lucas.
Sikap dewasa dan sikap tenang Lucas membuat Marwa merasa tenang! Lucas selalu bisa menjadi penyemangatnya dikala Marwa sudah putus asa, keyakinan Lucas bahwa Marwa akan segera hamil, mampu membuat Marwa kembali menepis pikiran negatifnya. Marwa menjadi semangat kembali untuk tetap berusaha agar diberikan momongan.
"Mas, makasih banyak ya mas! Kamu selalu buat aku tenang, aku janji besok aku bakalan semangat mengikuti program bayi tabung itu," kata Marwa yang sudah mulai bisa tersenyum.
"Promise?" tanya Lucas.
"Iya janji," kata Marwa.
__ADS_1
"Nah gitu dong, pokoknya gak boleh ada sedih-sedih lagi! Selama ada aku diranjangmu, kamu pasti akan hamil," kata Lucas, berusaha menghibur Marwa.
"Ih mas Lucas iki, sempat-sempatnya becandain aku! Wis ah, kita ke mba Lea sama mas Anderson ayo mas! Kayae udah mau dimulai," kata Marwa.