Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Membereskan masalah


__ADS_3

Membaca pesan teks singkat itu! Lucas baru saja ingat kalau dia belum memutuskan hubungannya dengan pacarnya yang seorang model, mereka berdua memang sangat jarang bertemu! Sehingga Lucas pun sering lupa kalau dia memiliki pacar, ditambah akhir-akhir ini dirinya sibuk dengan tragedi pernikahan dengan Marwa, Lucas semakin lupa kalau dia masih punya pacar.


"Apa kamu besok siang ada acara?" tanya Lucas.


"Tidak! Aku kan masih belum mulai masuk sekolah mas, ada apa to?" tanya Marwa.


"Ikutlah denganku! Kita akan membereskan sedikit masalah," kata Lucas.


"Njeh mas! Ya wis sekarang kamu mandi ya mas, nanti pakaian tidurnya ta siapin!" kata Marwa sambil cengengesan.


"Kamu udah engga takut lagi sekamar denganku?" tanya Lucas.


"Iyo udah engga! Kan kita suami isteri jadi kamu engga mungkin jahatin aku," kata Marwa.


Lucas pun mulai menyelipkan senyum tipis dibibirnya sembari nyelonong pergi menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi! Lucas memakai pakaian tidur yang untuk pertama kalinya disiapkan oleh seorang gadis belia yang sekarang ini menyandang status sebagai isterinya.


Merasa hari ini sangat melelahkan, Lucas langsung berbaring di samping Marwa. Seketika kedua mata Marwa terbelalak, Marwa masih sangat canggung, biasanya dia tidur seranjang sendiri, sekarang ada laki-laki yang umurnya jauh diatas dia, malah dengan santai berbaring didekatnya.


Lucas melirik kearah Marwa yang sejak tadi masih terus menatap kearahnya! Dalam benak Lucas, meskipun dirinya tidak yakin akan cocok dengan Marwa dan bisa mempertahankan pernikahan dadakan kaya tahu bulat ini. Tapi setidaknya Lucas harus mencoba dulu menjalaninya.


Suasana di dalam kamar masih sangat canggung dan kaku, keduanya sama-sama bingung apa yang harus dilakukan oleh pasangan suami isteri pada umumnya! Lucas mau meminta jatah pun dia tidak tega pada Marwa! Mau ngobrol soal bisnis, Marwa juga belum bisa diajak sharing masalah orang dewasa.


Sementara Marwa dia juga merasakan hal yang sama, merasa tidak cocok dengan laki-laki yang umurnya terpaut jauh dengannya! Marwa tidak bisa sharing seputar dunia sekolah, cita-citanya untuk ikut group cheledear ataupun sharing masalah yang gadis belia suka pada umumnya.


"Apa kamu menyesal menikah denganku?" tanya Lucas.


"Iyo," kata Marwa dengan polosnya.


"Oh ya?" tanya Lucas.

__ADS_1


"Yo aku sebenere kecewa harus menikah diusia ku yang semuda ini. Dulu aku pinginnya nikah karo pacarku kalau sudah lulus. Maksudnya gini loh mas, aku pacaran dulu begitu, baru kalau wis cocok aku mau dinikahi," kata Marwa.


Lucas pun terdiam untuk beberapa saat. Sebenarnya dia menerima saja pernikahan ini, tapi melihat beban yang sangat besar dirasakan oleh Marwa sejak ijab qobul dibacakan, membuat Lucas ingin mundur saja dari pernikahan ini, mumpung mereka berdua belum sah secara negara.


Marwa yang melihat Lucas langsung terdiam seribu bahasa setelah mendengar jawabannya! Merasa kalau ucapannya salah, atau bahkan membuat Lucas tidak nyaman, apalagi ada kata-kata kecewa yang dilontarkan olehnya.


"Amm anu mas, kamu jangan salah paham, aku kecewa bukan karena nikah dengan kamu! Aku kecewa sama takdir yang dadakan ini loh!" timpal Marwa.


Lucas tidak meneruskan lagi obrolan itu, dia lebih memilih memejamkan kedua matanya. Marwa merasa tidak enak hati telah berkata demikian yang berujung Lucas kembali cuek padanya.


Sedangkan Anderson masih saja berada diruangan kerjanya! Isteri sedang mual-mualnya dia malah masih sibuk dengan pekerjaannya! Ellea keluar dari kamarnya untuk menyeret suaminya itu ke dalam kamar. Sudah hampir dua jam Ellea menunggu kedatangan Anderson ke dalam kamar, tapi yang ditunggu malah engga nongol-nongol.


Setelah bertanya pada pelayan! Pelayan mengatakan bahwa Anderson masih sibuk di ruangan kerjanya, akhir-akhir ini proyek perusahaan Anderson group memang sedang tinggi-tingginya! Mungkin rezeki si jabang bayi, sehingga Anderson selalu berhasil dalam memenangkan tender besar.


Tokk, tokk, tokk.


Ellea pun membuka pintu ruang kerja Anderson dengan raut wajah bad mood.


"Ellea! Kok kamu malah kesini, jangan dibiasakan jalan jauh gitu dong," kata Anderson.


"Kamu gimana si? Aku udah nunggu kamu di kamar, kamu malah asik aja di sini," kesal Ellea.


"Cie kangen ya?" goda Anderson.


"Kamu tau gak? Betapa jauhnya jarak dari kamar kita ke ruangan kerja kamu ini," kata Ellea.


"Emm, ini akunya yang kebesaran bikin rumah? Atau memang kamunya yang udah kebelet ga sabar ketemu aku?" ledek Anderson.


"Ih tau ah! Ayo kita ke kamar," rengek Anderson Ellea.

__ADS_1


"Duhh kamu duluan aja ya sayang, nih aku masih banyak banget kerjaan soalnya!" kata Anderson.


"Tapi aku maunya bobo di empuk-empuk kamu!" kata Ellea dengan nada manja.


Anderson pun menghembuskan nafas panjangnya! Kalau isteri sudah manja-manja begini, mana bisa dia menolak! Kalau Anderson menolak, dua bisa kena strap puasa seminggu oleh Ellea. Akhirnya Ellea berhasil memaksa Anderson untuk tidak meneruskan pekerjaannya malam ini, lagipula bukankah tubuh dan otak juga perlu diistirahatkan, bukan hanya untuk mencari nafkah terus, tapi kesehatan diabaikan.


Keesokan harinya! Anderson dan Lucas pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor bersama. Sementara Ellea dan Marwa tengah menonton televisi bersama.


"Mba Lea! Kamu sama mas Anderson itu sempet pacaran ora si?" tanya Marwa.


"Engga tuh, pernikahan kami malah karena didasarkan hutang budi dan rasa ingin menolong," kata Ellea.


"Oh ya? Kok bisane sekarang kalian mesra nemen?" tanya Marwa semakin penasaran.


"Bisa lah! Masalah hati, kalau kita sudah terbiasa dengan orang yang sama, lalu kita semakin merasa nyaman satu sama lain, perasaan sayang dan cinta itu akan muncul dengan sendirinya!" kata Ellea.


Mendengar perkataan Ellea membuat Marwa berpikir! Mungkin suatu hari nanti, dia akan sangat terbiasa dengan Lucas dan rasa cinta itu akan muncul dengan sendirinya. Hanya masalah waktu saja.


Siang harinya, Lucas pulang ke rumah untuk menjemput Marwa ikut bersamanya. Lucas menghampiri Marwa yang saat ini tengah menonton film kartun kesukaannya di dalam kamar.


"Ayo ganti baju!" kata Lucas.


"Hah? Kamu iki mabok genjer kali ya? Moso dateng-dateng ngajakin aku ganti baju! Lagian kan haruse mas Lucas ana ning kantor toh jam segini?" kata Marwa.


"Semalam kan aku udah bilang siang ini kamu ikut aku! Sekarang kamu ganti baju, aku tunggu di luar," kata Lucas menjelaskan pelan pada Marwa.


"Oh iya ya! Aku baru inget mas, ya wis aku ganti baju dulu yo!" kata Marawa.


Lucas pun menunggu di ruang tamu, dia pun mengirimkan pesan pada pacarnya untuk bertemu siang ini di salah satu cafe yang biasanya mereka datangi. Lucas tidak ingin ada salah paham kedepannya, jadi secepatnya masalah seperti ini harus diakhiri.

__ADS_1


__ADS_2