Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Perayaan


__ADS_3

Lucas segera mengurus perbaikan pintu ruangan Anderson, sementara Ellea berlarian untuk mencari kotak obat. Lucas hanya mampu melirik dan menggelengkan kepalanya pada Anderson!


"Kenapa kau melirikku seolah aku menjijikkan?" tanya Anderson.


"Memang! Memalukan seorang CEO berke lahi dengan karyawan biasa di dalam ruangannya! Konyol," kata Lucas.


"Belum saja kau menemukan sainganmu yang sama-sama mencintai Marwa! Aku jamin kau akan berke lahi lebih parah dariku!" kata Anderson.


Seketika Lucas berpikir, apa iya jika suatu saat nanti ada laki-laki lain yang mengincar Marwa dia akan bertingkah konyol juga seperti yang dilakukan oleh Anderson. Berke lahi macam bocah kalah maen pubg.


Tak lama, Ellea sampai di ruangan Anderson dengan membawa kotak obat ditangannya! Ellea segera duduk di sofa samping Anderson, lalu mengeluarkan kotak obatnya.


"Sini!" sinis Ellea yang tidak suka Anderson berke lagi layaknya preman pasar.


"Kenapa wajahmu cemberut begitu?" tanya Anderson.


"Kamu itu sangat kekanak-kanakan, apa kamu tidak sadar?" kata Ellea sembari mengoleskan salep pereda nyeri pada lebam di wajah Anderson.


"Ellea, Gerry yang lebih dulu menyerangku!" kata Anderson mencoba membela diri.


"Iya, tapi karena kamu mengerjainya!" kata Ellea sambil terus mengobati luka Anderson.


"Sudahlah! Biar dia kapok dan tidak mendekatimu lagi," kata Anderson.


Ellea pun hanya menghela nafas! Sebenarnya tanpa Anderson repot untuk cemburu begitu, Ellea sama sekali tidak akan mungkin tertarik pada Gerry lagi, Ellea sudah pernah bersama Gerry dan tau betul saat bagaimana Gerry tak menganggapnya seorang isteri waktu itu. Jadi untuk apa Ellea kembali melirik Gerry, sangat tidak mungkin.


Semua keadaan kembali tenang saat ini. Sore harinya teman-teman Ellea di kantor berniat untuk mengadakan acara penyambutan atas kembalinya Ellea ke kantor ini! Mereka pun saling bertukar pesan digroup khusus teman-teman kantor.


Ellea sedikit bingung, menolak juga tidak enak! Karena sudah sangat lama Ellea tidak pernah lagi nongkrong bareng teman-temannya, jujur Ellea rindu bercengkrama dengan teman-temannya diluar jam kerja. Tapi Ellea juga terlalu takut untuk meminta izin pada Anderson, Ellea ragu jika Anderson akan mengizinkannya.

__ADS_1


Teman-teman satu groupnya terus mendesak Ellea untuk setuju merayakan come backnya di perusahaan sore ini, di salah satu cafe yang terkenal akan menu desertnya yang lezat dan komplit.


Karena terus didesak! Akhirnya Ellea berpikir tidak ada salahnya jika dia meminta izin pada Anderson untuk pulang ke rumah agak telat dan meet up bersama teman-teman kantornya! Lagipula sudah lama juga Ellea tidak pernah kumpul dengan teman-temannya, tidak enak juga teman-temannya sudah sampai booking tempat duluan sejak siang ini.


Ellea pun beranjak dari kursi kerjanya untuk menemui Anderson, meski sedikit gugup Anderson akan memarahinya atau tidak akan mengizinkannya.


Tokk, tokk, tokk.


"Masuk!" kata Anderson.


Ellea pun membuka pintu ruangan kerja Anderson lalu menutupnya pelan! Ellea berjalan sambil menunduk ragu untuk mulai meminta izin.


"Hei sayang! Kenapa gugup begitu?" tanya Anderson.


"Em, tapi jika aku berbicara berjanjilah untuk tidak marah!" kata Ellea.


"Apa sore ini aku boleh pulang telat ke rumah? Tapi tadi juga aku sudah telepon babysister baby Ai, katanya anak kita sedang ceria dan engga rewel," kata Ellea.


"Okey! Tapi kenapa kamu pulang telat? Kamu mau pergi kemana memangnya?" tanya Anderson.


"Teman-teman kantor sudah booking cafe untuk merayakan kembalinya aku ke kantor! Aku engga enak banget nolaknya! Please!" kata Ellea.


"Baiklah, tidak apa kan hanya sekedar meet up sebentar toh engga tiap hari," kata Anderson.


"Asikk," kata Ellea yang langsung memeluk Anderson.


"Makasih banyak! Kamu memang suami paling baik," kata Ellea menge cup pipi Anderson.


"Kamu memuji aku kalau ada maunya doang! Ngomong-ngomong tidak sampai larut banget kan? Aku khawatir jika kamu pulang larut malam," kata Anderson.

__ADS_1


"Engga kok! Nanti paling satu jam saja, nanti begitu selesai acaranya, aku akan langsung telepon supir di rumah untuk menjemput!" kata Ellea.


"Okey," kata Anderson.


Sore harinya Anderson juga terpaksa harus lembur karena ada beberapa pekerjaan yang harus secepatnya dia selesaikan, sementara Ellea dan teman-temannya baru saja meninggalkan kantor untuk pergi menuju cafe yang sudah mereka booking untuk merayakan kembalinya Ellea ke kantor.


Ellea sangat gembira bisa berkumpul, mengobrol dan saling melempar candaan bersama teman-teman kantornya! Hingga obrolan mereka pun sudah semakin panjang lebar dan langit sudah tertutup awan gelap. Ellea menengok kearah jam tangannya, lalu Ellea mengambil tas disampingnya, lagi pula sepertinya acaranya sudah akan selesai.


Sementara Anderson baru saja menyelesaikan pekerjaannya, dan segera meninggalkan kantor untuk pulang ke rumah. Tak sabar rasanya untuk bertemu anak kesayangannya, Anderson pun menaiki mobil yang dikemudikan oleh supir pribadinya.


Begitu juga dengan rombongan Ellea dan teman-temannya sudah bersiap meninggalkan cafe, namun mereka mengajak Ellea untuk pergi ke tempat karoke, untuk sekedar bernyanyi melepaskan penatnya rutinitas kerja.


Ellea sempat ragu, karena hari sudah larut dan takut bila Anderson sudah menunggunya di rumah, dan takut bila baby Ai rewel.


"Duh guys, sorry banget nih ya! Tapi kayaknya aku harus pulang sekarang deh, takut si kecil rewel," kata Ellea.


"Ih ini Bu bos masih kaku aja! Babysister banyak, pelayan rumah apalagi masih takut aja anak rewel," ujar salah satu teman kantornya.


"Iya nih Ellea engga asik banget deh! Kamu kan isteri bos, jadi ga usah oh terlalu khawatirin orang rumah. Toh kita meet up engga tiap hari ini!" sambung teman Ellea yang lain.


Ellea pun sejenak berpikir! Iya juga yang dibilang oleh teman-temannya, toh engga tiap hari ini dia pulang larut malam. Dan Aiden juga sudah ada yang jaga babysister dua orang berikut bude Asih juga pasti ikut memomongnya.


Anderson juga sudah memberikannya izin tadi siang untuk bersenang-senang hari ini, akhirnya Ellea menyetujui ajakan teman-temannya untuk lanjut karaokean.


Anderson sudah sampai di rumah, dia pun segera membersihkan diri agar bisa menimang baby Aiden. Setelah selesai mandi Anderson pun segera masuk ke kamar Aiden, dilihatnya sang bayi tengah diasuh oleh kedua babysisternya.


"Hallo anak papa sayang! Ini anak pinter ya, engga nangis ya!" kata Anderson yang mengambil alih untuk menimang Baby Aiden.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan baby Aiden sudah tertidur pulas! Anderson pun menengok kearah jam dinding, dilihatnya sudah pukul sembilan tapi belum ada tanda-tanda kepulangan Ellea.

__ADS_1


__ADS_2