Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Gea meminta hak


__ADS_3

Ellea benar-benar melepaskan seluruh pakaian Anderson dan matanya sesekali melirik tajam kearah senjata milik Anderson, Anderson yang melihat gelagat Ellea kemudian tersenyum.


"Kenapa kamu menatapnya sedalam itu? Apa kamu begitu menginginkannya?" ledek Anderson sembari tersenyum tipis.


"Apa maksudmu? Memangnya aku se me sum itu, ya sudah aku akan ambilkan pakaian baru dulu," gugup Ellea.


"Mengaku sajalah! Kamu sudah kecanduan kan oleh ku?" ledek Anderson.


"Anda percaya diri sekali si Tuan Rudal Rusia," kata Ellea sembari bergidik.


Anderson hanya tersenyum puas setelah meledek habis-habisan isteri keduanya itu, tak lama satu pesan masuk masuk dihandphone Anderson yang berisi pengacara pribadinya sudah tiba di rumahnya dan menunggunya di ruangan kerjanya.


"Ellea! Cepatlah aku ada urusan, cepat pakaikan baju ku! Apa kamu mau aku bertela Jang begini keluar kamar!" teriak Anderson.


"Iya iya, bawel," ketus Ellea yang buru-buru mengambil pakaian baru dan memakaikan pakaian dan celana Anderson.


"Astaga aku udah kaya punya bayi tau engga," ketus Ellea.


"Iya aku memang bayi, sama-sama masih suka ngompol dikasur, hanya saja beda jenis airnya dengan bayi sungguhan," kata Anderson sambil berdiri hendak keluar kamar.


Ellea hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Anderson, Ellea pun segera mandi dan berusaha membersihkan pikiran kotornya yang sejak tadi menaikan bira hinya. Sedangkan Anderson pergi ke ruangan kerjanya di lantai satu untuk menemui pengacara pribadinya.


"Tuan Anderson apa Anda baik-baik saja? saya langsung khawatir ketika siang tadi mendengar berita kecelakaan yang menimpa Anda," sapa pengacara.


"Ya, untungnya saya hanya lecet-lecet sedikit dan mendapatkan beberapa jahitan didahi saya, tapi its ok lah," kata Anderson.


"Oh ya, apa yang bisa saya bantu kali ini Pak?" tanya pengacara.


"Aku optimis bisa menjebloskan George Wilson kali ini, polisi sedang bergerak cepat untuk menemukan pengemudi truk yang berusaha mencelakai ku itu," kata Anderson.


"Oke, saya akan semaksimal mungkin membuat kasus ini terselesaikan dengan ending George Wilson mendekam di sel dalam kurun waktu yang tidak sebentar," kata pengacara.


"Tapi bukan itu saja maksud aku memanggil Anda kesini," kata Anderson.


"Apa ada kasus lain?" tanya pengacara.

__ADS_1


"Ya, aku akan membuka kembali kasus kecelakaan yang merenggut nyawa Papah! Aku yakin kematian Papah pasti ulah George juga. Karena itu bantulah aku dan dampingi aku untuk bolak balik ke kantor polisi mengurus semuanya," kata Anderson.


"Baik Tuan, itu pasti," kata pengacara.


Sementara itu Gea meminta pada salah seorang perawat disana untuk menelpon Anderson agar menemaninya di rumah sakit.


📞"Hallo Tuan Anderson," kata perawat.


"Iya, apa ada masalah?" tanya Anderson.


"Nyonya Gea meminta saya untuk menyampaikan pada Tuan, kalau beliau tidak bisa tidur dan ingin ditemani," kata perawat.


"Begini ya sus, anak buah saya ada beberapa orang yang menunggu didepan ruangan pasien, jadi sampaikan pada Gea bahwa anak buah saya yang akan menemani dia," ketus Anderson yang langsung menutup teleponnya.


Suster menyampaikan hal itu pada Gea, membuat Gea murka dan kesal karena Anderson benar-benar tidak peduli dengannya. Gea pun meminta untuk pulang ke rumah detik itu juga.


"Pokoknya aku mau pulang ke rumah sekarang dan akan menjalani rawat jalan. Segera urus semuanya!" teriak Gea pada anak buah Anderson.


Akhirnya pihak rumah sakit terpaksa mengizinkan Gea untuk pulang, Gea pun didampingi beberapa anak buah Anderson pulang ke rumah Anderson. Anderson masih berada di ruangan kerjanya dan sudah mengusung rencana dengan pengacaranya agar dapat menjerat George Wilson kali ini ke penjara.


Pengacara pun pulang, sedangkan Anderson memutuskan untuk beristirahat dan masuk ke kamarnya, disana Ellea tengah berbaring dan menunggu Anderson.


"Kamu menunggu ku?" tanya Anderson.


"Tidak! Aku hanya belum mengantuk," kata Ellea.


"Apa kamu menginginkannya malam ini?" tanya Anderson.


"Tidak, tentu saja aku tidak. Mana mungkin wanita duluan yang menginginkannya," gugup Ellea.


"Tapi aku menginginkannya," de sah Anderson yang langsung menge cup leher jenjang Ellea.


Ellea begitu terlena dan menikmati perlakuan Anderson terhadapnya, hingga Ellea memejamkan kedua matanya meresapi setiap ke cu pan bibir Anderson yang mendarat dilehernya.


Sementara Gea dan beberapa anak buah Anderson tiba di rumah, Gea langsung menuju ke kamar Anderson dan menggedor pintu kamar Anderson.

__ADS_1


Dug, dug, dug Gea menggedor pintu dengan keras.


Anderson dan Ellea yang sama-sama telah larut dalam suasana mengga irahkan terpaksa menghentikan aktivitas mereka. Anderson membukakan pintu kamarnya dan seketika itu Gea langsung menerkam tubuh kekar Anderson, memeluknya dengan sangat erat. Melihat hal itu Ellea langsung bangkit dari ranjang dan menghampiri Anderson serta Gea.


"Gea kamu apa-apaan si!" kesal Anderson yang langsung melepaskan pelukan Gea.


"Kenapa? Apa hanya wanita ja Lang itu yang berhak atas tubuhmu? Kamu jangan lupa aku isteri sah mu Anderson!" kecam Gea.


"Dan kamu juga jangan lupa Nyonya Gea yang terhormat, bagaimana kamu selama ini menyia-nyiakan suami kamu itu!" kesal Ellea yang langsung maju berhadapan dengan Gea.


"Kamu tau apa ja lang? Apa kamu tau, Anderson nekat menerobos mobil yang hampir terbakar itu mempertaruhkan nyawanya demi untuk menyelamatkan nyawa ku. Kamu tau itu artinya apa? Dia sangat takut kehilangan ku," kata Gea tersenyum sinis.


Mendengar hal itu Ellea merasa sedih, apa betul Anderson menyelamatkan Gea dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.


Hahhahahah... Anderson tertawa kegelian mendengar Gea sepede itu.


"Gea, Gea! Kamu terlalu lebay, aku menyelamatkan mu karena kamu satu-satunya mahkluk hidup yang berada didalam mobil yang hampir meledak itu. Mustahil kalau aku membiarkan mu mati," kata Anderson.


"Sudahlah! Mengaku saja didepan isteri kedua mu itu, betapa kamu takut kehilangan aku isteri sah mu," kata Gea.


"Bahkan jika didalam mobil itu tersisa satu ekor hewan peliharaan ku atau seekor an jing sekalipun, aku akan tetap menyelamatkannya. Karena apa? Karena semua mahkluk hidup didunia ini layak diselamatkan," kata Anderson.


Mendengar Anderson membandingkan Gea dengan seekor an jing membuat Ellea menahan tawanya, sedangkan Gea merasa sangat dipermalukan didepan madunya itu.


"Anderson, aku tidak peduli bagaimana perasaan kamu terhadap ku saat ini, yang jelas aku minta kamu tidur dengan ku malam ini!" kata Gea dengan expresi menyebalkan.


Mendengar itu sontak Anderson dan Ellea tak bisa terima.


"Apa-apaan kamu Gea! Kamu pikir Anderson ini barang? Dulu kamu menyia-nyiakannya, berusaha membunuhnya dan sekarang kamu minta dia tidur dengan mu?" kesal Ellea.


"Kenapa memangnya? Aku isteri sahnya, dan aku berhak penuh atas tubuh suami ku. Kamu hanya wanita pelampiasannya saja, paham!" teriak Gea.


"Tidak akan pernah aku tidur dengan mu!" tegas Anderson.


"Kamu itu seorang suami, dan kamu harus adil dengan ku!! Selama ini kamu sudah sering tidur dengan isteri kedua mu itu. Kini saatnya kamu adil dengan ku!" Kecam Gea.

__ADS_1


__ADS_2