
Marwa masih berdiam diri dihadapan Lucas! Antara malu dan bingung harus bagaimana sekarang, Marwa yang sudah terlanjur mengendap-endap ke kamar Lucas lalu langsung menerobos masuk dan menuduh Lucas yang tidak-tidak, membuatnya merasa tidak nyaman diposisinya saat ini.
"Kenapa?" tanya Lucas.
"Kenapa apanya to? Kamu jangan salah paham dulu mas, aku ndak bermaksud mengintip kamu! Aku cuma tadi penasaran saja ingin tau kamu lagi ngapaian, soale kamu udah ndak pernah lagi makan dimeja makan bersama aku," kata Marwa, mengungkapkan kehilangannya saat Lucas tak pernah lagi mau satu meja dengannya.
Lucas pun berjalan mendekati Marwa! Sontak naluri Marwa membuat kedua kakinya mundur kebelakang, namun Lucas terus saja melangkah kearahnya, Marwa pun semakin mundur dan tanpa disadari kakinya menabrak ranjang milik Lucas hingga membuatnya kehilangan keseimbangan lalu jatuh diranjang milik Lucas.
Entah kenapa Marwa selalu saja masih takut dan gerogi apabila Lucas terus mendekatinya seperti itu. Lucas pun naik keatas ranjang, lalu naik keatas tubuh Marwa! Detak jantung Marwa semakin berdetak kencang saat dirinya merasakan tubuh Lucas menyentuh tubuhnya, deru nafas Marwa menjadi tidak beraturan saat tubuh Lucas terasa semakin menghimpit tubuh mungilnya.
Lucas sangat menyukai expresi Marwa yang merasa terdesak seperti saat ini, meski tidak bisa dipungkiri kalau Lucas jauh lebih menyukai saat-saat seperti ini. Semakin hari semakin Lucas menghindari Marwa, perasaan Lucas semakin tumbuh pada Marwa. Laki-laki normal mungkin akan mencari pelampiasan lain jika sudah menikah berbulan-bulan tapi tidak juga mendapatkan kesucian wanitanya! Tapi tidak dengan Lucas, justru rasa cintanya terhadap Marwa kini sudah sangat besar, hingga Lucas tak lagi menganggap penting hubungan ranjang keduanya, bagi Lucas asal setiap harinya bisa melihat Marwa dia sudah sangat bahagia.
Lain halnya dengan Marwa! Sampai saat ini, Marwa masih belum merasa mencintai Lucas. Hingga Marwa tidak pernah memikirkan rasanya berada diposisi Lucas, seorang suami yang tidak pernah mendapatkan haknya.
Marwa menggigit bibir bagian bawahnya, dan menutup kedua matanya saat Lucas semakin menghimpit tubuhnya! Marwa merasakan ada tonjolan besar yang menyentuh bagian sensitifnya saat ini. Seketika kedua mata Marwa terbelalak ketika Lucas justru semakin menekan tonjolan itu kearea sensitifnya saat ini.
Ade junior Lucas memang tidak sabaran setiap kali berdekatan dengan Marwa, Ade junior Lucas selalu meronta-ronta agar segera mendapatkan haknya. Marwa merasakan junior Lucas meskipun menonjol dari balik celananya namun sudah terasa sangat besar dan keras.
Entah bagaimana bentuk dari tonjolan itu, jika dari dalam celana saja sudah sebesar itu, kalau langsung tanpa sehelai benang yang menutupinya bisa jadi tangan Marwa tidak akan muat untuk menggenggamnya.
Marwa menelan salivanya! Sementara Lucas masih terus memandangi wajah lugu Marwa. Lucas terus menerus menekan tonjolannya hingga Marwa semakin terlena merasakannya, nalurinya kini replex saja membuka kedua kakinya sedikit melebar, Marwa bermaksud agar Lucas bisa semakin menguasai area sensitifnya.
__ADS_1
Mendapatkan sinyal baik dari Marwa! Lucas pun menyambar bibir Marwa, dengan perlahan Lucas melumatt bibir Marwa yang lembut selembut kapas. Lucas tak ingin lagi terburu-buru dan ingin membuat Marwa senyaman mungkin dalam hal seperti ini.
Tapi semakin lama Lucas justru kembali hilang kontrol dan malah melumatt bibir Marwa dengan liar membuat nafas Marwa terengah-engah, tangan Lucas mulai beralih menuju area sensitif Marwa.
Sembari terus melumatt bibir Marwa, tangan Lucas mendarat tepat diarea sensitif Marwa, seketika kedua mata Marwa terbelalak merasakan area sensitifnya disentuh oleh Lucas, meskipun Lucas menyentuhnya dari balik celana tapi tetap saja sangat terasa dan membuat tubuh Marwa bergetar.
Lucas menggesekkan tangannya diarea sensitif Marwa hingga area itupun sudah banjir akibat sentuhan nakal Lucas. Tap puas sampai disitu! Tangan Lucas kini memutuskan untuk menyelusup kedalam celana Marwa, sontak tubuh Marwa pun bergelinjang.
Marwa pun melepaskan bibirnya dari ciu mannya dengan Lucas.
"Mas jangan! Lepasin mas, keluarkan tanganmu dari sana!" lirih Lucas.
"A-aku, aku ingin sekali Marwa!" lirih Lucas yang masih terus memainkan area sensitif Marwa.
Lucas hanya bisa pasrah saat Marwa kembali menolaknya! Lucas pun bangun dan duduk dipinggir ranjang, diikuti oleh Marwa.
"Mas maaf! Tapi aku akan memberitahumu ketika aku sudah siap nanti!" kata Marwa.
"Em, besok kamu masuk sekolah saja! Sore baru aku jemput untuk pergi menemui Ellea," kata Lucas.
"Njeh mas! Kalau begitu aku permisi dulu yo, kamu istirahat saja," kata Marwa yang langsung pergi berlalu dari hadapan Lucas.
__ADS_1
Setelah keluar dari kamar Lucas! Marwa berlari menuju kamarnya untuk segera mengganti celana da lamnya yang sudah kebanjiran akibat ulah Lucas terhadapnya.
"Ya ampun Marwa, Marwa! Kenapa to, kamu menolak lagi wae. Padahal kan enak juga ternyata ya, tapi pie si iki aku kok ya masih wedi kalau benda sebesar itu akan masuk kedalam sini! Aku yakin ndak akan muat." Kata Marwa berbicara sendiri.
Sementara itu Lucas masih terbayang-bayang dengan apa yang sudah dia mainkan barusan hingga membuat tangannya sedikit memperoleh lelehan lahar yang keluar dari dalam sana. Lucas pun tersenyum ketika bisa merasakannya tadi.
"Marwa, aku akan tunggu kamu siap dan bersedia melayani aku! Marwa aku sudah sangat mencintai kamu, meskipun aku tidak pernah tunjukkan perasaan ini, tapi bisa bersamamu seperti sekarang ini adalah kebahagiaan yang sangat berarti untukku. Aku akan sabar menantikan kamu memberikan segalanya untukku, aku janji akan membahagiakanmu selamanya." Kata Lucas didalam hatinya.
Keesokan harinya Lucas hendak mengantar Marwa ke sekolah! Bunyi klakson mobil sudah nyaring terdengar karena Marwa tak kunjung keluar dari rumah.
Tettttt, tettttttttt.
"Iyo mas! Sabar! Sabar! Orang sabar disayang Tuhan," teriak Marwa sambil buru-buru berlari masuk ke dalam mobil.
"Biasakan bangun pagi!" sinis Lucas.
"Lagian kamu aneh mas! Kan biasane pak supir yang nganter aku sekolah, kenapa mas Lucas sekarang yang anter aku?" tanya Marwa.
Lucas tak menggubris pertanyaan Marwa justru Lucas mendekati wajah Marwa.
Klekkkkkkk bunyi seat belt terpasang.
__ADS_1
Lucas memasang seat belt milik Marwa, lalu mulai menjalankan mobilnya. Sesampainya di sekolah, Marwa pun turun dari mobil dan berpamitan pada Lucas. Marwa berjalan hendak masuk ke dalam namun langkah kaki Marwa terhenti saat seorang kakak kelas laki-laki justru menghalangi langkah kaki Marwa, siswa laki-laki itupun memberikan bunga pada Marwa.
Lucas yang saat ini masih berada didalam mobil dan melihat Marwa mendapatkan bunga dari laki-laki lain, membuat hatinya terluka.