
Marwa dan Lucas pun tertawa bersama-sama, mereka sudah tidak sabar untuk segera mulai program kehamilan.
"Oh ya selain kita harus lebih rajin cetak anak! Besok aku akan ajak kamu konsultasi dengan dokter kandungan untuk mulai program kehamilan, kamu mau kan?" tanya Lucas.
"Mau mas! Cetak anak juga aku mau mas," kata Marwa.
Lucas kemudian menurunkan tubuh Marwa diatas ranjang, dengan mengambil ancang-ancang seperti itu! Marwa paham betul bahwa suaminya itu akan segera memulai proses penyetakan.
Lucas langsung memberikan ciu man-ciu man penuh naf su pada Marwa, kedua tangannya bergerak membuka kancing satu persatu kemeja putih yang masih dia kenakan, setelah selesai membuka kancing kemeja satu persatu hingga terlepas semuanya! Segera dia singkirkan kemeja itu, dan berlanjut membuka celana jeans hitam yang masih ia kenakan.
Sambil terus memagut bibir Marwa! Lucas bersemangat untuk segera bercocok tanam diladang gandum milik Marwa itu.
"Mas, kamu sabar dong mas!" kata Marwa saking kewalahannya menghadapi keberingasan Lucas saat ini.
Keduanya tidak lagi memiliki kecemasan tentang kehamilan dini, yang ada justru kini Marwa dan Lucas ingin secepatnya memiliki keturunan, dan itu artinya akan lebih sering untuk keduanya melakukan proses pencetakan.
Setelah Lucas bertelan jang layaknya bayi yang baru lahir, kini giliran Marwa yang dia jadikan seperti bayi yang baru lahir. Marwa hanya pasrah saja saat Lucas terus melucuti pakaian yang ia kenakan, menerima luma tan-luma tan dibibirnya yang membuat seluruh tubuhnya semakin tersengat oleh naf su.
Saat ini Marwa sudah benar-benar tidak mengenakan sehelai benangpun, seluruh pakaiannya telah disingkirkan oleh Lucas dan berceceran dimana-mana.
Kini tinggal tugas terbesar Lucas untuk bisa sedalam mungkin bercocok tanam di ladang gandum milik Marwa itu!
"Aku akan lesatkan, bibit-bibit unggul ke dalam rahimmu! Maka bersiaplah sayang," lirih Lucas.
Mendengar peringatan dari Lucas, membuat Marwa menggigit bibir bawahnya karena sudah ngilu diawal membayangkan bagaimana Lucas nanti akan bercocok tanam hingga sangat dalam.
"Mas lakukan sesukamu," lirih Marwa.
__ADS_1
"Tentu sayang!" kata Lucas.
Buah melon Bangkok milik Marwa seketika direm as-rem as oleh kedua tangan Lucas, dimainkannya bola kecil yang mirip choco chips dikedua buah melon Bangkok Marwa dengan jari-jari Lucas.
"Aughtttt mas, emmmmahhhh," des is Marwa.
Tak tahan dengan expresi gelisah Marwa akibat rema san-rema sannya! Lucas segera menyingkirkan kedua tangannya dari gundukan melon Bangkok itu, dan tugas kedua tangan Lucas digantikan oleh mulutnya yang sudah mulai menye sap choco chips itu secara bergantian kiri dan kanan.
Rasanya, Marwa seperti diajak terbang ke angkasa pikirannya melayang-layang diudara merasakan gigitan kecil, hisa pan nakal penuh naf su yang dilancarkan oleh Lucas pada kedua melon Bangkok miliknya.
Tubuh Marwa mulai meliuk-liuk merasakan rangsa ngan yang makin liar pada melon Bangkoknya! Kedua tangan Lucas pun harus turun tangan memegangi kedua tangan Marwa lalu meletakkannya diatas kepala Marwa, tujuannya satu! Agar Lucas bisa lebih leluasa lagi menghi sap melon Bangkok itu, tanpa ada gangguan dari kedua tangan Marwa yang mencoba menahannya karena sedikit kesakitan ketika kedua buah melon Bangkok itu digigit pelan.
Lucas semakin berga irah melihat wajah Marwa yang sudah diselimuti oleh bira hi yang menggebu-gebu, segera dia benamkan wajahnya untuk tenggelam lebih dalam lagi pada kedua buah melon Bangkok kesukaannya.
Tak kuasa menahan has rat lebih lama lagi, sementara anaconda dibawah sana sudah mulai berontak ingin segera memangsa makanannya, Lucas segera melepaskan cengkraman tangannya dari kedua tangan Marwa, lalu memegangi anaconda miliknya yang sudah seperti besi beton, keras, kekar, dan kuat.
"Baiklah, aku akan lepaskan anaconda ini agar bisa membuatmu berteriak keenakan!" lirih Lucas.
"Ahhhhhhhhhhh, oh my God mas! Ini besar sekali mas," teriak Marwa.
"Oughh sempit sekali sayang, anaconda ini akan membuatmu terbang melayang!" lirih Lucas.
Lucas semakin bergerak bebas menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan tempo cukup cepat! Kedua tangan Lucas, mere mass buah melon Bangkok milik Marwa dengan penuh naf su, wajah Lucas mendongak keatas seraya menikmati betapa sempitnya ladang gandum yang tengah dia nikmati saat ini.
"Oughh sitt, apa-apaan ini kenapa cepat sekali ingin sampai," desa hhh Lucas.
"Ahhh mas, apa sudah mau sampai?" tanya Marwa.
"Ahhhhh no, jangan sekarang! Aku masih ingin menikmati ini, Ahhh," desa ahh Lucas.
"Emmhtmhhhh ahhhh, mas ini kan baru sebentar mas," lirih Marwa.
__ADS_1
Lucas dan Marwa yang baru saja memulai permainan harus dibuat kecewa karena sepertinya si anaconda yang panjang, besar dan keras itu sudah tidak dapat menahan lahar yang sudah mendesak untuk segera keluar dari dalam sana, dan menyemburkannya pada ladang gandum yang tak lain merupakan area bercocok tanam benih unggulannya.
Ahhhhh God, ohhh yessssss aku sampai sayang!" era ngan Lucas nyaring terdengar.
Lucas sampai menghentakkan anaconda itu agar menyemprotkan laharnya pada bagian yang sangat dalam! Hingga Marwa pun bisa merasakan betapa hangatnya semburan lahar yang tumpah ruah didalam rahimnya saat ini.
Tubuh Lucas akhirnya roboh diranjang, sambil menstabilkan nafasnya yang masih terengah-engah akibat menggempur Marwa, Lucas tersenyum nakal kearah Marwa.
"Ih mas, kan baru sebentar moso kamu wis nyemprot," protes Marwa.
"Kenapa memangnya? Apa kamu masih belum puas?" tanya Lucas.
"Emm, apaan si mas! Aku puas kok mas, tapi kan biasane mas Lucas lama nganunya! Sampai-sampai punyaku sering lecet," kata Marwa.
Lucas pun tersenyum mendengar Marwa yang begitu jujur dengan persoalan ranjang dengannya.
"Ini baru babak awal! Nanti malam aku akan membuatmu lecet seperti sebelum-sebelumnya," kata Lucas.
"Ih, mas Lucas nakal deh mas! Aku si yes mas, sing penting jadi Dede bayi ya mas," kata Marwa.
"Amin, ya mudah-mudahan kecebong yang aku kirim bisa ada yang berhasil," kata Lucas.
"Njeh mas amin! Mas, ngomong-ngomong pie sama masalah sekolahku?" tanya Marwa.
"Em, kamu tenang saja! Aku sudah meminta orang untuk mengurusnya agar Minggu ini semua persyaratan selesai, dan Minggu besok kamu sudah mulai bisa melakukan home schooling dengan guru terbaik," kata Lucas.
"Jadi, aku kudu ke sekolah ora mas besok?" tanya Marwa.
"Oh engga usah! Selama proses pemindahan data, kamu udah engga usah kembali ke sekolah!" kata Lucas.
"Yes asik, ya wis besok aku maen ke kantor mas Lucas ya mas?" tanya Marwa.
__ADS_1
"Hah ke kantor? Yang ada aku tidak akan bisa fokus kalau kamu ada di kantor!" kata Lucas.