Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Menunggu di rumah


__ADS_3

Ditengah obrolan Bude Asih dan Ellea, tak lama kemudian, Bude Asih menyadari kalau guru yang mengajar Marwa hari ini tak kunjung datang juga padahal ini sudah terlewat dari jadwal guru itu harusnya mengajar siang ini.


"Ndo, gurumu hari ini pie ko durung datang-datang?" tanya Bude Asih.


"Guru, em nganu loh Bu! Katanya dia ada urusan sama suaminya, jadine izin Ndak datang dulu hari ini!" kata Marwa.


"Jadi iki kamu libur dulu belajarnya?" tanya .Bude Asih.


"Njeh Bu, tapi aku arep pergi ke kantor mas Lucas siang iki," kata Marwa.


"Loh, ngapain kamu kesana? Nanti ganggu nak Lucas sing lagu cari nafkah buat kamu, ribetin wae wis diem di rumah aja," kata Bude Asih.


"Ih Bude, kaya engga ngerti aja! Mereka berdua itu lagi anget-angetnya Bude, biarin aja Marwa ke kantor!" kata Ellea.


"Daripada kamu pergi ke kantor, terus suamimu jadi Ndak fokus kerjane. Mending kamu di rumah bikinin suamimu itu kue atau apa gitu, biar pas pulang kerja dia seneng sekali-kali dibuatkan makanan itu ndak sama pelayan rumah mulu!" kata Bude Asih.


Marwa dan Ellea pun saling bertatap-tatapan pertanda mereka setuju dengan saran Bude Asih, apalagi selama ini baik Marwa ataupun Ellea tidak pernah turun langsung ke dapur untuk membuatkan makanan untuk suami mereka.


"Iya juga ya Bude! Kayanya bikin kue tart red Velvet enak deh, atau dark Coco boleh juga tuh, buat nyemil nanti malam," kata Ellea.


"Oh iya iya aku setuju mba Lea! Aku juga pengen menyambut mas Lucasku yang ganteng dengan kue tart bikinanku sendiri," kata Marwa.


"Tapi Ai," kata Ellea.


"Ndak usah khawatir, Ai biar Bude sing momong selama kamu bikin kue tart," kata Bude Asih.


"Emmm Bude, Bude emang terbaik deh pokoknya! Ya udah kalau gitu kita cek dulu bahan-bahan untuk bikin kuenya ke dapur," kata Ellea.


"Ayo mba Lea, aku ikut!" kata Marwa.


Ellea dan Marwa pun pergi menuju dapur utama di rumah itu! Terlihat ada beberapa pelayan yang tengah merapihkan dapur.


"Bi, apa ada bahan-bahan untuk bikin tart?" tanya Ellea.

__ADS_1


"Bahan untuk bikin tart? Kue tart gitu nya?" tanya pelayan memastikan kembali.


"Iya, untuk bikin kue tart. Nanti sore aku sama Marwa mau bikin kue soalnya untuk suami kita!" kata Ellea sambil senyum-senyum sendiri.


"Engga ada nyonya! Adanya juga bahan-bahan untuk masak nanti sore buat hidangan makan malam, kalau bahan-bahan kue harus beli dulu," kata pelayan.


"Ya sudah, aku dan Marwa akan pergi ke mini market untuk beli bahan-bahannya!" kata Ellea.


"Biar saya aja yang beli nyonya!" ujar seorang pelayan lain.


"Oh engga usah! Aku sama Marwa aja yang beli, kalian beres-beres rumah aja ga apa-apa," kata Ellea.


Akhirnya Marwa dan Ellea pun pergi menuju mini market terdekat untuk membeli bahan-bahan pembuatan kue, berbekal Mbah google dan tayangan YouTube! Marwa dan Ellea mengikuti petunjuk apa saja yang harus mereka persiapkan untuk membuat kue tart red Velvet itu.


Sore harinya setelah kembali dari mini market dengan membawa belanjaan untuk pembuatan kue, Ellea dan Marwa berdua buru-buru kembali ke dapur tidak sabar untuk membuat kue tart hasil dari tangan mereka sendiri. Para pelayan pun sampai bengong dibuatnya! Pasalnya, mereka tidak mungkin membiarkan Ellea dan Marwa bergutat di dapur.


"Nyonya, biar kami saja yang buatkan! Jangan nyonya dan nona yang sampai masuk dapur begini," ujar seorang pelayan.


"Udah ga apa-apa! Kalian lanjut aja masak untuk makan malam nanti!" kata Ellea.


"Iya, lagian ada YouTube juga jadi kita tinggal ikutin aja! Udah bubar semuanya, kalian lanjut masak menu makan malam aja," kata Ellea.


Setelah meyakinkan para pelayan untuk tak ikut campur pembuatan kue tart, Marwa dan Ellea langsung menggulung pakaian lengan panjang mereka agar tidak menggangu proses pembuatan, tak lupa keduanya mengikat rambut mereka agar tidak kotor dan memakai celemek serta sarung tangan.


Bahan-bahan sudah tersedia diatas meja, bermodal siaran YouTube Marwa dan Ellea mulai memasukkan bahan-bahan pembuatan tart sesuai dengan arahan diyoutube.



Dimasukkannya tepung, telor, gula pasir, vanila bubuk maizena dan lain-lain kedalam mixer. Marwa dan Ellea pun melakukan tos, ternyata segampang itu membuat kue tart.


"Mba, liat coba kok di google telornya dudu 4, tapi 8," kata Marwa.


"Coba lihat, resep kue tart seperti rasa toko kue di Jerman," kata Ellea sambil mengeja bacaan di google.

__ADS_1


"Pie mba? Tambah lagi ora?" tanya Marwa.


"Iya tambah aja! Kayanya tepung maizenanya juga kurang banyak deh, tambah lagi aja!" kata Ellea.


Mereka pun berpedoman pada berbagai macam sumber untuk menghasilkan kue tart yang rasanya seperti toko kue di Jerman. Hingga akhirnya, adonan yang tadi sudah dimixer, mereka tuangkan kedalam loyang berbentuk bundar, lalu memasukkannya ke dalam oven.


"Nah beres, sekarang kita tinggal tunggu jadi deh," kata Ellea.


"Pasti mas Lucas makin kesemsem iki karp aku!" kata Marwa.


Ellea dan Marwa pun tertawa karena telah berhasil menyelesaikan kue tart rasa red Velvet itu. Setelah menunggu beberapa saat, keduanya benar-benar excited untuk membuka oven mengambil kue tart yang sudah susah payahnya mereka buat dengan penuh cinta.


Namun tak disangka begitu membuka pintu oven, dan kue tart itu ditarik keluar. Ternyata kue tart itu justru tak jelas bentuknya, bantat tidak mengembang seperti kue tart pada umumnya.



"Yah mba, kok kie bentukane?" tanya Marwa yang syok melihat bentuk kue tart itu.


"Yah gagal nih kayanya! Mba juga engga tau apa yang salah, kok bantat dan ga jelas gini bentuknya," kata Ellea penuh kekecewaan.


"Iki ndak mirip kue tart sama sekali, tapi mirip wedus sapi sing geletak dijalanan kampung mba," kata Marwa sambil menepuk jidatnya.


Ellea dan Marwa pun kecewa dengan kue hasil buatan keduanya! Padahal sebentar lagi Anderson dan Lucas pasti akan segera tiba di rumah! Harapan untuk menyediakan kue tart dengan tangan mereka sendiri, kini sirna, keduanya duduk di meja makan dan memandangi kue yang gagal itu.


Tak lama kemudian Anderson dan Lucas tiba di rumah! Keduanya disambut oleh pelayan rumah, dan diberitahu kalau Ellea dan Marwa tengah berada di dapur. Anderson dan Lucas pun lantas menuju dapur untuk menemui isteri-isteri mereka itu.


Anderson dan Lucas melihat Ellea dan Marwa tengah memasang wajah bad mood, mereka pun segera menghampiri Ellea dan Marwa.


"Hai sayang, aku pulang!" kata Anderson.


"Mas Lucas!" teriak Marwa seperti biasanya, Marwa akan langsung berlari dan memeluk Lucas tak pandang malu meskipun di dapur tengah banyak pelayan yang sibuk memasak.


"Hai, kamu udah sampe, cape yah?" tanya Ellea dengan tidak bersemangat.

__ADS_1


Sementara Lucas justru asik saja membalas pelukan Marwa dan melakukan ciu man bergai rah di dapur, sepertinya pribahasa dunia milik berdua yang lain ngontrak, atau yang lain diungsikan ke planet mars berlaku untuk Marwa dan Lucas yang nyaman saja berci uman meskipun didepan orang banyak dan di dapur yang penuh dengan aroma masakan.


__ADS_2