
Anderson geram karena Gea tak kunjung memakai bajunya, situasi seperti ini membuatnya ragu untuk membuka pintu. Anderson yang sudah berdiri di dekat pintu, sedangkan Gea masih tiduran diatas ranjang dengan tubuh yang sama sekali tidak tertutupi sehelai benangpun.
Ellea merasa sangat takut pikiran negatifnya akan menjadi kenyataan saat ini. Dengan ragu Ellea membuka pintu kamar Gea sendiri, kebetulan kamar Gea tidak dikunci, dan dilihatnya wajah gugup Anderson berdiri didekat pintu.
Kemudian Ellea mengarahkan pandangannya pada Gea yang saat ini berada diatas ranjang dengan tubuh seperti ber te lan jang. Seorang pria dewasa dan wanita dewasa dalam satu kamar dan posisi si wanita tanpa sehelai benang diatas ranjang, apa yang akan terbesit dalam pikiran kita kaum wanita???
Ya, itulah yang saat ini Ellea saksikan dengan kedua matanya sendiri, suami yang sudah berjanji tidak akan pernah menyentuh wanita yang sudah hampir membunuhnya. Suami yang berjanji hanya akan menyentuhnya, suami yang sudah berjanji akan segera menjadikannya isteri satu-satunya, kini dia melakukannya dengan isteri pertamanya yang jahat.
Sekuat hati Ellea menahan kesakitan didalam hatinya, pondasi cintanya yang sudah susah payah dia bangun untuk Anderson seketika roboh dan luluh lantah, Ellea berusaha menahan perihnya hati, tangannya gemetar ingin rasanya mendaratkan satu tamparan pada pipi suaminya itu untuk mencurahkan amarahnya saat ini, tapi itu tidak mungkin Ellea lakukan.
"Ellea, ini tidak seperti apa yang kamu lihat!" kata Anderson.
"Memangnya apa yang aku lihat? Apa salahnya sepasang suami isteri sah melakukan hal seperti ini? Tidak ada yang salah kan? Ini handphonemu!" kata Ellea menyerahkan handphone milik Anderson dengan tangan gemetar dan sekuat jiwa raganya menahan agar bulir bening dari setiap sudut matanya tak menetes saat ini.
"Ellea aku jadi tidak enak, maaf ya kamu jadi harus melihat kenikmatan yang sedang kami rasakan!" kata Gea.
"Gea cukup!! Hentikan bualanmu itu!" bentak Anderson.
Ellea berlalu tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya, rasanya hati Ellea tengah disayat-sayat dan diiris-iris oleh sebuah pedang yang tajam. Anderson segera mengejar Ellea lalu memeluknya dari belakang.
"Ellea aku bersumpah aku tidak melakukan apapun dengan Gea!! Apa yang kamu lihat itu semua ulah Gea," kata Anderson yang masih terus berusaha meyakinkan Ellea dan memeluknya dari belakang.
"Semua yang Gea lakukan tapi kamu juga ikut menikmatinya kan?" lirih Ellea yang sudah tak punya tenaga lagi untuk bicara.
__ADS_1
"Aku tidak mungkin mau menyakiti hatimu Ellea!" kata Anderson.
"Kenapa tidak mungkin? Toh aku hanyalah isteri keduamu. Aku dinikahi karena kamu hanya menginginkan tubuhku," kata Ellea yang tak mampu lagi membendung bulir bening dikedua matanya, hingga meneteskan air mata itu dikedua pipi Ellea.
Ellea menangis tanpa bersuara, tubuhnya lemas dan hatinya hancur. Baru saja Ellea memiliki harapan untuk hidup bahagia dipernikahan keduanya kali ini bersama Anderson, tapi ternyata semuanya sirna.
Ellea melepaskan pelukan Anderson dari tubuhnya, lalu segera menyeka air mata yang menetes di pipinya. Ellea kembali berpikir jernih, dia tidak boleh lemah.
Ellea harus lebih tegar dan kuat dihadapan Anderson apalagi dihadapan Gea. Kalau sampai Gea melihat Ellea dan Anderson bertengkar dan Gea melihat Ellea menangis, itu hanya akan membuat Gea merasa menang. Dan Ellea tak mau itu.
Terlepas benar atau tidaknya Anderson dan Gea melakukan hubungan suami isteri, Ellea harus berpura-pura tidak peduli, dan tidak menangis.
Tak lama Gea yang sudah kembali memakai kimononya menghampiri Ellea dan Anderson. Beruntung Ellea sudah lebih dulu menyeka air matanya dan menguatkan dirinya sendiri.
"Kamu gila Gea. Aku sudah tertidur dan kamu sendiri yang membuka bajumu lalu memaksaku dengan kegilaanmu itu!" bentak Anderson.
Tanpa diduga Ellea menghampiri Anderson, kedua tangan Ellea meraih wajah memerah Anderson yang tengah diselimuti oleh amarah pada Gea. Ellea menatap sendu wajah Anderson, dirabanya wajah tampan Anderson, membuat Anderson dan juga Gea kebingungan.
Ellea semakin mendekatkan tubuhnya lalu, tak lama kedua kaki Ellea berjinjit agar bibirnya mampu menyentuh bibir Anderson. Dengan buasnya Ellea melahap bibir Anderson dihadapan Gea. Membuat Gea tercengang dengan tindakan Ellea.
Ellea meraba dan mengelus da da bidang Anderson penuh gai rah, tak ketinggalan bibirnya yang melu mat secara ganas bibir Anderson hingga membuat Anderson kesulitan bernafas. Ellea mendorong tubuh Anderson bersandar ketembok.
Kedua tangan Ellea meraih tangan Anderson, dan mengarahka kedua tangan Anderson pada gunung kembar milik Ellea. Secara tidak langsung meminta Anderson untuk memompanya saat ini.
__ADS_1
Gea yang terus menatap perbuatan Ellea pada Anderson dan kepasrahan Anderson pada Ellea, mengepalkan kedua tangannya. Bukan ini yang diharapkan oleh Gea, dia berharap Ellea akan salah paham lalu meninggalkan Anderson. Kenapa malah sekarang Ellea yang membuatnya kepanasan.
Ellea menghentikan ciu mannya dengan Anderson, lalu memalingkan tubuhnya dari Anderson dan menghampiri Gea. Anderson masih terdiam seribu bahasa dengan yang barusan Ellea lakukan padanya. Tapi Anderson merasa sangat senang Ellea tak membencinya saat ini.
"Apa tadi kamu melakukannya seperti yang aku lakukan? Upss, aku lupa mungkin kamulah yang terlalu murahan meski sudah ditolak tapi tetap berte lanjang didepannya!" kata Ellea.
"Kurang ajar kamu Ellea!" kata Gea yang mengangkat satu tangannya lalu menampar Ellea.
Plakkk.... satu tamparan mendarat dipipi Ellea.
Anderson langsung meneriaki Gea karena tak terima Ellea ditampar, saat Anderson hendak maju ke arah Gea. Ellea menahannya dengan tangan Ellea. Kemudian Ellea maju selangkah kedepan Gea dan.
Plakkkkkkk...... Ellea membalas tamparan itu dengan menampar pipi sebelah kanan Gea dengan keras.
"Ini peringatan untuk kamu Gea!! Berhenti berbuat hal menjijikkan seperti itu! Anderson pasti akan segera menceraikanmu!" kata Ellea.
Gea yang sudah sangat murka pada Ellea, namun Ellea adalah lawan yang tangguh dan tidak dapat dibohongi ataupun ditindas. Karena sudah tidak tau harus melawan Ellea dengan cara apa lagi, Gea pergi kembali masuk kedalam kamarnya dengan penuh kekesalan.
Anderson kembali memeluk Ellea, dirinya sangat bersyukur Ellea tidak percaya dengan kebohongan Gea. Tak lama satu kaki Ellea menendang anunya Anderson, karena masih kesal dengan Anderson yang tidak buru-buru keluar saat Gea berte lanjang didepannya.
Bughhhhtttttt... anunya Anderson ditendang oleh Ellea.
"Aww,,,,, asetku," lirih Anderson sembari memegangi aset berharga miliknya itu.
__ADS_1
"Rasakan itu! Lain kali kalau kamu tetap masuk kedalam perangkap Gea, rudalmu itu bukan hanya aku tendang tapi akan aku cincang dan akan aku jadikan makan ikan hias di akuarium depan!" ancam Ellea.