
Lucas meraih dagu Marwa hingga membuat wajah cantiknya kini terangkat dan bebas dipandangi olehnya.
"Mas Lucas, ndak marah mas?" tanya Marwa.
Tanpa menjawab pertanyaan Marwa! Lucas segera meraih tengkuk leher Marwa, lalu menci um bibir Marwa dengan penuh kemesraan, kedua tangan Marwa kini melingkar dileher Lucas. Keduanya masih saling memagut bibir di pagi hari ini, setelah beberapa menit, Lucas melepaskan ciu mannya lalu meraih kedua tangan Marwa.
Lucas menggerakkan kedua tangan Marwa untuk mengajarkan bagaimana caranya memasangkan dasi! Perlahan-lahan Lucas mengajarkan Marwa, dan akhirnya dasi itu berhasil terpasang dengan rapi.
"Yes, yes! Akhire aku iso mas, mas Lucas!" teriak Marwa kegirangan.
Tanpa sadar Marwa langsung memberikan pelukan pada Lucas, keduanya berpelukan dengan erat.
"Eh, maaf mas! Aku terlalu seneng, sampe engga sadar meluk kamu!" kata Marwa, yang langsung melepaskan pelukannya.
"Jadi kamu meluk aku, kalau engga sengaja doang nih?" tanya Lucas.
"Ehh engga mas, ndak gitu mas maksud aku!" kata Marwa yang terlihat gugup dan salah tingkah.
"Aku antar kamu ke sekolah ya! Ambil gih tas sekolahnya, cek dulu isinya pastikan kalau engga ada buku pelajaran yang tertinggal!" kata Lucas.
"Njeh mas!" kata Marwa lalu bergegas mengambil tas sekolahnya.
Sementara itu di halaman rumah, Ellea tengah mengantarkan Anderson masuk ke dalam mobil untuk berangkat ke kantor pagi ini. Di susul oleh Lucas namun, Lucas memilih mengemudikan mobillnya sendiri, agar bisa leluasa bersama Marwa di dalamnya. Sementara Anderson diantar oleh supir pribadinya dan langsung menuju kantor.
Lucas berbelok ke kanan jalan untuk mengantarkan Marwa terlebih dahulu ke sekolah, padahal pagi ini ada meeting penting di kantor, Lucas mengemudikan mobil dengan terburu-buru.
Saat tengah fokus ngebut di jalanan sepi, tiba-tiba seorang nenek-nenek menyebrangi jalan padahal sedang lampu hijau. Sontak Lucas segera mengerem mobil hingga membuat Lucas dan Marwa kaget bukan main. Hampir saja, jika Lucas tidak mengerem tepat waktu, entah apa yang terjadi pada nenek-nenek itu.
Tak lama seorang anak muda, sepertinya itu cucu dari nenek-nenek yang mendadak menyebrangi jalan raya itu! Terlihat cucu dari nenek itu, memohon maaf pada Lucas karena telah lalai menjaga neneknya, sampai-sampai sang nenek menyebrangi jalan tanpa melihat-lihat terlebih dahulu.
Lucas yang sudah terlanjur kesal! Sedang buru-buru malah ada-ada saja itu nenek, Lucas pun melakukan kembali mobilnya, lalu mengumpat karena masih kesal.
__ADS_1
"Dasar nenek-nenek aneh! Udah tau ada cucunya ngapain dia nyebrang sembarangan gitu! Untung saja tidak tertabrak, udah tua malah engga hati-hati, sialan!" Celetuk Lucas.
Marwa yang mendengar umpatan Lucas tentang nenek-nenek itu, berusaha menenangkan Lucas.
"Wis to mas, ndak baik tau mengumpat nenek itu!Kata ibuku kalau ada orang yang membuat kita kesal, kita maafkan saja, aku aja ndak pernah mengumpat orang lain loh mas, apalagi bicara kasar! Aku iki meskipun wong Desi, tapi bahasaku selalu baik mas," kata Marwa.
Lucas pun mengatur nafasnya agar tidak emosi lagi atas kejadian tadi. Tiba di sekolah Lucas ikut turun dari mobil, untuk sekedar melihat Marwa lebih lama. Tiba-tiba kedua siswa laki-laki yang tengah bercanda satu sama lain menyenggol tubuh Marwa secara tidak sengaja.
"Aw,,,,," ringis Marwa.
Lucas sontak langsung menghampiri Marwa untuk memastikan Marwa tidak apa-apa. Sementara kedua siswa tadi masih berdiam diri karena tangannya ditahan oleh Marwa.
Kedua mata Marwa melotot, kearah dua siswa itu, sambil tangannya tetap mencengkram kuat tangan salah satu siswa laki-laki itu. Marwa mulai menggerakkan bibirnya.
"Dasar kutu kupret, wedus sapi, titisan grandong! Saudarane si buta dari goa hantu, wong gemblung, jenglot lanang! Kecoa bunting, kalian berdua itu kalau jalan pakai mata, ini malah nabrak-nabrak aku! Awas yo, sekali lagi kalian nabrak aku! Aku pites kalian!" kata Marwa mengumpat sampai puas dihadapan kedua siswa dan juga Lucas.
"I-iya maaf Marwa, kita engga sengaja! Kita janji lebih hati-hati lagi," kata kedua siswa itu.
Lucas yang sejak tadi mendengarkan Marwa mengumpat hanya cengar-cengir sendiri. Mengingat belum lama Marwa membanggakan dirinya yang tidak pernah mengumpat orang, bahkan tidak pernah berkata kasar. Tapi setelah barusan melihat Marwa mengumpat kedua siswa itu dengan lancar jaya, Lucas pun mencoba menahan tawanya.
Sadar dia keceplosan mengumpat didepan Lucas, Marwa pun tertunduk malu, dan gugup dihadapan Lucas.
"Ya sudah, kamu masuk kelas gih!" kata Lucas.
"Njeh mas! Tapi mas, tadi itu aku lagu kesel banget, jadine aku mengumpat begitu, mas Lucas jangan ketawain aku si!" kata Marwa.
Lucas pun sudah tidak bisa lagi menahan tawanya.
Hahahhahaha...
"Tuh kan, mas Lucas jahat," kata Marwa.
__ADS_1
"Maaf, maaf! Aku engga bermaksud ketawain kamu kok," kata Lucas.
"Wis ah, mending aku ke kelas sekarang," kata Marwa lalu berlari meninggalkan Lucas dengan menutupi wajahnya yang sudah sangat malu.
Di dalam perjalanan Lucas hanya bisa senyum-senyum sendiri mengingat tingkah lucu dari Marwa. Sesampainya di kantor Lucas segera menuju ruangan meeting.
Di sana beberapa karyawan sudah berkumpul, sementara Anderson baru keluar dari ruangan kerjanya untuk menuju ruangan meeting, tak lama Gerry muncul untuk mengikuti meeting juga.
Mereka berdua berjalan beriringan dengan jarak cukup dekat.
"Gimana rasanya! Ketika cewek yang kamu kejar, makin lama makin jauh dari kamu?" tanya Anderson.
"Maksud anda apa ya?" tanya Gerry berpura-pura tidak mengerti maksud pembicaraan Anderson.
"Tenang saja! Saya tau, sekeras apa usaha kamu untuk membuat Ellea berpikiran negatif pada saya dengan menebar fitnah-fitnah ga jelas itu! Saya tidak akan pecat kamu, tapi sebaliknya saya akan hadirkan Ellea kembali di sini dan kamu akan menyaksikan sendiri bagaimana mesranya kami!" kata Anderson.
Gerry hanya terdiam menahan kekesalan pada Anderson, mereka akhirnya sampai di ruangan rapat. Anderson menyelipkan senyum tipis dibibirnya karena senang telah memanas-manasi Gerry.
Sementara di kediaman Anderson, terlihat Ellea sudah berpakaian rapi untuk pergi ke mall! Saat hendak menuju ke parkiran rumah, babysister baby Ai menghampiri Ellea sambil menggendong Babay Ai.
"Nyonya! Dari tadi baby Ai nangis terus nya! Saya bingung nenangin nya," kata babysister itu.
Oooaaaa,,, oaaaaa tangisan baby Ai makin nyaring terdengar.
"Aduhh sayang! Sayang, kamu kenapa nak! Padahal udah mi mi banyak loh tadi," kata Ellea lalu meraih baby Ai untuk dia gendong.
Tak lama baby Ai langsung tidak menangis lagi, dan tenang dalam gendongan Ellea Mimanya.
"Ya ampun sus, giliran di aku malah diem dia, kamu ikut aja deh sama suster satu lagi. Aku harus ke mall soalnya beli pakaian kerja," kata Ellea.
"Loh, nyonya mau kerja lagi?" tanya babysister.
__ADS_1
"Iya, abis bete di rumah! Lagian itung-itung jadi satpamnya suami," kata Ellea tertawa ringan.