
Ellea membuka kedua matanya, dan seketika yang dilihatnya pertama kali adalah tubuh Anderson yang dia peluk sampai saat ini.
Aaaaaaa........ teriak Ellea yang langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Anderson.
"Ke-kenapa kamu memelukku begitu?" tanya Ellea.
"Hei, kamu tidak tahu betapa pegalnya sepanjang malam tubuhku harus dipeluk seerat itu oleh mu," kata Anderson yang langsung bangun dari kasur.
"Apa aku memeluk mu sepanjang malam?" tanya Ellea.
"Hmm," singkat Anderson.
"Duh bodoh banget si kamu Ellea, ga ada harga dirinya jadi cewek," kata Ellea berbicara pelan.
"Ayo mandi! Aku akan mengajak mu ke suatu tempat," kata Anderson yang mulai membuka kancing kemejanya hendak mandi.
"Apa? Apa harus kita mandi bareng?" kata Ellea yang pikiran nakalnya tidak hilang-hilang.
Anderson sampai menggelengkan kepalanya mendengar Ellea menyebutkan mandi bareng.
"Ide bagus tuh! Padahal tadi maksudku kamu mandi di kamar mandi lain, tapi aku tidak menyangka kamu akan memiliki ide bagus untuk mandi bareng," kata Anderson sambil tersenyum.
"Tidak begitu maksud ku," kata Ellea sembari lelah dengan pikiran nakalnya itu.
Semalam Anderson sudah mengutus salah satu anak buahnya untuk pergi ke rumah Ellea memberikan voucher belanja di mall langganannya untuk Ayah dan Ibu Ellea berbelanja hari ini, serta menyuruh anak buahnya menyampaikan bahwa Ellea belum bisa pulang karena sedang gathering bersama karyawan kantornya sejak semalam.
__ADS_1
Anderson membawa Ellea bersamanya di dalam mobil yang dikemudikan oleh supir pribadi Anderson.
"Tunggu dulu! Astaga Pak, aku harus segera pulang Ayah dan Ibuku pasti khawatir sejak semalam aku tidak juga pulang," kata Ellea.
"Lihatlah handphone mu, apa kedua orang tua mu itu menelpon dan menyuruh mu pulang?" tanya Anderson.
Ellea kemudian membuka handphonenya, dan tidak ada satupun pesan masuk atau telepon masuk dari orang tuanya, membuat Ellea sedikit geram.
"Kenapa Ayah dan Ibuku tidak menelepon? Apa mereka tidak khawatir anak mereka satu-satunya tidak pulang sejak semalam. Aku sungguh tidak percaya Ayah dan Ibu setega ini," gerutu Ellea.
"Mungkin mereka sudah memecat mu sebagai seorang anak," ledek Anderson.
"Ayah Ibu, aku begitu menyayangi kalian, tapi kenapa Ayah dan Ibu ku bahkan tidak peduli aku tidak pulang ke rumah. Apa mereka tidak khawatir kalau anak satu-satunya mereka di culik lalu di...," rengek Ellea.
"Di apa?" tanya Anderson.
"Apa kamu tidak salah? Bukankah kamu yang memeper*kosa ku? Sampai-sampai memelukku sepanjang malam," ledek Anderson.
"Ah sudahlah, jangan ajak aku berdebat. Aku akan menelpon dulu!" kata Ellea yang mulai menekan nomor telepon Ayahnya.
Anderson merebut handphone Ellea dan memasukkannya dalam saku celananya.
"Hei kembalikan!!" kata Ellea.
Anderson hanya diam saja, membuat Ellea hendak mengambil sendiri handphone miliknya dari saku Anderson, namun Anderson memegangi tangan Ellea lalu menariknya dalam dekapannya.
__ADS_1
"Hei lepaskan!! Apa yang kamu lakukan, memalukan supir mu melihat ini," kesal Ellea.
"Oh ya? Pak fokus saja menyetir dan jangan melihat pedulikan kami sedang melakukan apa, jangan juga melihat dari spion tengah!" teriak Anderson pada supirnya.
"Baik Tuan," ujar supir yang langsung memalingkan spion tengah agar tidak tertuju kursi belakang mobil.
"Beres kan?" kata Anderson yang terus memegangi kedua tangan Ellea.
"Kamu mau apa si? Kembalikan handphone ku!" rengek Ellea.
Anderson semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Ellea sembari menatapnya.
"Kalau kamu tidak bisa diam! aku akan memberikan mu pelajaran," kata Anderson.
"Aku tidak takut dengan mu!" kesal Ellea yang masih berusaha melepaskan cengkraman tangan Anderson.
Tak lama Anderson mengec*up bibir Ellea.
"Kau! Kenapa menciu*m ku?" tanya Ellea.
Namun Anderson kembali mengec*up bibir Ellea.
"Hei hentikan!! malu," kesal Ellea.
"Kalau kamu terus bicara dan tidak bisa diam, aku akan terus menc*ium bibir manis mu itu," kata Anderson.
__ADS_1
Ellea pun menyerah dan tak lagi berusaha mengambil handphone miliknya, sembari sesekali melirik wajah Anderson dengan tatapan kesalnya.
"Satu, dua, tiga, astaga suami orang ini sudah menci*um bibir ku sebanyak empat kali, bahkan suami ku sendiri saja belum pernah menyentuh ku. Takdir memang aneh aku malah bersentuhan dengan suami orang lain." Kata Ellea didalam hatinya.