
Setelah mengakhiri obrolan seputar pancingan anak dengan Bude Asih, Lucas pun segera menemui Marwa di dalam kamarnya!
"Mas," girang Marwa langsung loncat dari atas ranjang dan memeluk Lucas.
"Wow, apa ini? Kenapa hari ini kamu terlihat manja sekali?" tanya Lucas sambil memainkan hidung mancung Marwa.
"Habisnya aku kangen terus karo mas Lucas! Kayae aku wis cinta mati deh sama mas Lucas! Ibarat, jantung yang membutuhkan detak, koyo ngono perasaanku mas," kata Marwa.
"Gombal kamu! Ayo ke tempat tidur!" ajak Lucas sambil senyum-senyum sendiri digombali oleh Marwa.
Marwa dan Lucas pun bersantai duduk diatas ranjang sambil berpangku-pangkuan.
"Tadi Ibuku kesini mas," kata Marwa.
"Iya, itu juga yang mau aku tanyakan. Apa Ibumu bilang juga soal pancingan anak?" tanya Lucas sambil membelai rambut Marwa yang panjang dan berwarna pirang.
"Njeh mas, di kampungku memang wis tradisi kalau susah hamil ya pake pancingan gitu, adopsi anak dulu! Nanti Ndak lama, langsung hamil," kata Marwa.
"Lalu, apa kamu setuju? Sedangkan kita masih cukup muda, dan masih rajin menyetak juga! Apa itu perlu sekarang?" tanya Lucas.
"Ya justru itu! Aku si nurut aja sama mas Lucas! Apapun keputusan mas Lucas, aku ya hayo wae," kata Marwa.
"Sepertinya aku tidak akan mengambil jalan itu! Dan kakakku menyarankan untuk program bayi tabung, aku juga masih ragu karena prosesnya yang pasti membuatmu sakit," kata Lucas.
"Memange bayi tabung iku kaya apa si mas?" tanya Marwa.
"Ya semacam kamu akan dicek sel telurnya lalu disuntikkan cairan-cairan untuk membuat sel telur kamu berkualitas baik, aku engga tega kalau kamu harus menerima suntikan setiap harinya!" kata Lucas.
"Lah apa bedane mas? Toh sekarang juga aku wis tiap hari disuntik, jarumnya gede lagi!" kata Marwa langsung menutup mulutnya sendiri dan langsung menahan tawanya.
"Kamu sekarang udah bisa gombal dan juga udah bisa bicara nakal yah ternyata," kata Lucas.
Hehehe Marwa pun hanya cengengesan saja digoda oleh Lucas.
__ADS_1
Keesokan harinya, Ellea bangun dengan mata panda karena semalaman Aiden rewel sehingga membuatnya tidak bisa tidur semalaman! Anderson yang juga baru saja bangun tidur sampai tak tega melihat mata panda pada isterinya itu.
"Pagi sayang! Ya ampun mata kamu kenapa? Apa semalam kamu tidak tidur? Ai rewel?" tanya Anderson.
"Iya, aku jadi engga tidur sama sekali!" kata Ellea.
"Tapi kok aku engga dengar suara tangisannya?" kata Anderson.
"Iya aku bawa Aiden ke kamarnya dia, kalau tetap tidur dikamar kita yang ada ganggu istirahat kamu, semalam itu bener-bener Aiden nguji kesabaran aku," kata Ellea.
"Kalau begitu, setelah mandi aku akan bawakan sarapan ke kamar! Kamu sarapan dan istirahat di kamar saja ya sayang," kata Anderson.
"No, no! Engga usah sayang! Aku akan telepon pelayan untuk antarkan kesini, mumpung Ai masih tidur aku juga ingin tidur dulu nanti habis sarapan," kata Ellea.
"Pokoknya engga boleh nolak! Sebelum berangkat ke kantor, aku akan membawakan dulu sarapan untuk tuan Puteriku yang cantik jelita ini, lalu aku suapi sampai habis sarapannya!" kata Anderson.
"Emm, so sweet!" kata Ellea sambil matanya setengah terpejam saking ngantuknya.
Sebenarnya dalam hati Anderson ada juga rasa bersalah karena membiarkan Ellea harus mengasuh Aiden sendirian! Bahkan kini Ellea tak pernah menitipkan Aiden pada Bude Asih, dia benar-benar menepati janjinya untuk merawat Aiden sepenuh hati dan sendirian. Ingin rasanya untuk kembali memperkerjakan baby sister lagi, tapi Anderson takut Ellea akan terlena seperti waktu itu.
"Bu, tolong pisahkan su su putih, sandwich, sama apelnya ya! Saya mau bawa ke kamar!" kata Anderson.
"Ya sudah Tuan! Biar nanti saya bawakan ke kamar," kata seorang pelayan.
"Oh tidak seperti itu! Saya akan bawa sendiri ke kamar, ini untuk nyonya Ellea," kata Anderson.
Sontak para pelayan pun langsung tengok kanan-kiri karena mustahil bagi mereka membiarkan Anderson membawakan sarapan sendirian ke kamar Ellea.
"Loh ko bengong! Cepetan siapin!" kata Anderson.
Pelayan pun lantas mempersiapkan sarapan sesuai request dari sang majikan. Akhirnya sarapan untuk Ellea siap, Anderson membawakan sarapan itu sambil senyam-senyum sendiri sepanjang jalan! Baru kali ini Anderson membawakan makanan untuk seseorang, yaitu Ellea istrinya yang sangat dia cintai.
Lucas yang berpapasan dengan Anderson pun sampai geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Dasar bucin!" celetuk Lucas.
Anderson tiba di kamar Ellea, lalu membangunkan Ellea yang sedang berusaha memejamkan kedua matanya.
"Sayang, bangun! Jangan tidur dulu, nih aku bawain sandwich isi kornet, sama su su putih kesukaan kamu," kata Anderson.
"Emm, emmhh," Ellea membuka kedua matanya namun masih mengantuk.
Melihat Ellea sudah mulai fresh, Anderson segera menyuapi Ellea sandwich, lalu membantunya meminum su su putihnya hingga habis.
Ellea pun kembali merebahkan tubuhnya setelah kenyang dengan sarapan yang sudah dibawakan langsung oleh Anderson.
"Aku ke kantor dulu ya! Kamu tidur yang nyenyak, jangan lupa mimpiin aku!" kata Anderson sambil menge cup dahi Ellea.
"Ada-ada aja! Memangnya mimpi bisa request, kamu hati-hati yah," kata Ellea.
Anderson pergi meninggalkan Ellea dan juga Aiden, keduanya sama-sama terlelap dipagi hari. Anderson dan Lucas menaiki mobil yang sama dan diantar oleh supir pribadinya ke kantor pagi ini.
Sesampainya di kantor! Anderson dan Lucas turun dari mobil disambut oleh seorang manager yang terlihat membawa sebuah buku catatan lengkap dengan pensilnya. Terlihat para karyawan wanita yang terpana oleh ketampanan Anderson dan juga Lucas.
Ya keduanya memang tampan, kaya, cerdas dan juga berkharismatik. Apalagi saat mereka berjalan sambil membahas pekerjaan, semua karyawan wanita akan meleleh melihat pesona kedua pria tampan itu.
Seorang karyawan wanita yang baru masuk bahkan sampai menanyakan tentang siapa pria yang berjalan di loby utama dengan ketampanan seperti dewa.
"Waw, ini mangsa baru! Perusahaan baru, dapat mangsa baru," ujar seorang karyawan wanita yang baru saja masuk ke perusahaan Anderson group itu.
"Heh jangan macam-macam kamu! Itu CEO kita, sekaligus founder perusahaan ini!" kata seorang karyawan senior.
"Ya apa salahnya dicoba! Lagian menantang banget si tuh cowok," ujar karyawan baru yang genit itu.
"Dih dia udah punya isteri tau, mana cantik tinggi, putih, langsing, mulus," kata karyawan senior.
"Yaelah, tinggi, putih, langsing, itu cewek atau bihun?" kata karyawan baru itu.
__ADS_1
"Pokoknya dia gak akan kegoda sama cewek yang kaya cacing kepanasan kata kamu!" ujar karyawan senior.
"Ihh sirik aja! Ya udah mba liat aja, aku mau pakai jurus elang memangsa ikan," kata karyawan baru yang genit itu.