Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Pertarungan mencekam


__ADS_3

Anderson terus semakin gelisah, tatapan matanya yang seperti hilang kesadaran. Obat yang dibeli Gea sungguh memberikan efek yang luar biasa, saat ini aliran darahnya sudah semakin mendidih membuat has ratnya bergemuruh dan tak mampu dia kendalikan! Saat ini yang ia pikirkan adalah wadah untuk segera memuaskan keinginannya.


Gea menggandeng Anderson penuh semangat, tapi semakin dia melangkah rasanya kedua mata Gea merasa ditiupkan angin sepoi-sepoi, diiringi musik biola melow, dan dinyanyikan lagu Nina Bobo. Kedua bola mata Gea semakin sayu, tak kuat lagi untuk menggandeng Anderson! Gea melepaskan tangan Anderson.


Jalannya semakin sempoyongan, saat ini bahkan Gea merasa diayun ambing semakin dalam semakin ngantuk, dan Ellea yang melihat Gea sudah hampir terpejam mulai berhitung.


"Dalam hitungan ketiga kamu akan tertidur!" kata Ellea sembari menirukan gaya seorang hipnotis.


Benar saja Gea mencari posisi wenaknya dan pilihannya adalah sofa di ruang televisi. Gea pun tertidur pulas. Sementara Ellea menghampiri Anderson yang sudah sedari tadi menatapnya tajam seperti seekor harimau yang mengenali mangsanya.


Ellea menarik mesra kedua tangan Anderson, disambut oleh tatapan nakal dan gelisah Anderson. Mereka masuk ke dalam kamar sampai lupa mengunci pintu karena Anderson langsung menerkam tubuh se xy Ellea.


Efek obat perangsang itu sudah menjalar keseluruh tubuh Anderson membuatnya tidak bisa lagi lemah lembut dan menjadi sosok yang tidak sabaran. Anderson menindih tubuh Ellea diteruskan dengan memagut bibir Ellea dengan beringas, mereka berdua sangat larut dalam suasana saat ini.


Anderson yang sudah tak sabaran segera menghentikan permainannya dibibir Ellea, dia memilih segera beralih untuk bisa memuaskan keinginannya saat ini. Anderson memilih leher jenjang Ellea lalu di hi sapnya setiap inci leher jenjang mulus itu, Anderson membuat beberapa jejak merah disana.


"Ah, kamu nakal," bisik Ellea.


"Kamu yang membuat ku tak bisa berhenti nakal, Ellea!!" sahut Anderson.


Anderson kembali meneruskan aksinya kali ini kedua tangan Anderson menyambar gunung kembar Ellea sembari menatap wajah cantik Ellea, Anderson tak merasa puas akan hal ini!! Ia lantas segera melucuti setiap helai pakaian yang dikenakan Ellea tanpa tersisa apapun.


Kini pesona gunung itu jelas terpancar begitu indahnya seakan melambai-lambai untuk segera Anderson mendakinya. Tak perlu waktu lama Anderson segera melemparkan seluruh pakaian milik Ellea membuatnya berserakan dilantai, baginya tak ada lagi waktu untuknya menaruh pakaian itu dengan rapi.

__ADS_1


Segera Anderson membenamkan wajahnya pada gunung itu! Menghirup aromanya, dan melahapnya layaknya hidangan steak hangat yang menggugah selera makan siang mu. Kekiri dan kekanan tak bisa ia sisakan begitu saja, pikirnya semua harus adil mendapatkan perlakuan yang sama, kedua tangan Anderson tak bisa diam begitu saja mereka ikut menari-nari dengan lincah untuk menambah sensasi pada gunung itu.


Ellea yang sudah terlena akan perlakuan ranjang suaminya itu tak kuasa lagi untuk menahan lenguhan-lenguhannya.


"Oh ssttttt ah, I like it." Kata Ellea sembari semakin membenamkan wajah Anderson, membuat Anderson untuk beberapa saat tak dapat menghirup oksigen.


Meski begitu Anderson sangat menyukai reaksi Ellea saat ini, Ellea yang semakin dibuat melayang-layang diatas awan bahkan mungkin melayang lebih tinggi dari awan, tapi untungnya engga ada pesawat yang lewat jadi aman Ellea tidak akan tertabrak lalu terjatuh ke dasar jurang.


Anderson semakin penasaran dengan reaksi Ellea berikutnya jika dirinya semakin nakal. Digigitnya secara pelan namun pasti memberikan efek pada tubuh Ellea, membuat Ellea meronta-ronta dengan wajah yang mendongak keatas seakan tak tahan lagi oleh perlakuan Anderson, untungnya tidak ada kamera cctv yang apabila sudah tidak kuat silahkan lambaikan tangan.


"Apa kamu menyukainya sayang?" tanya Anderson.


"Em, kamu luar biasa membuat ku seperti ini," kata Ellea.


"Lakukan sesuka mu!!!! Aku akan dengan pasrah menerima apa yang akan kamu lakukan pada ku, karena aku milikmu sayang!" kata Ellea yang diiringi dengan suara de sahnya.


Anderson semakin tertantang dengan isteri keduanya itu, jawaban Ellea ibarat bara api yang membuat kobaran api semakin menyala-nyala. Anderson kembali meneruskan aksinya masih diseputaran gunung yang ia daki.


Anderson melihat sudah banyak jejak-jejak merah yang ia tinggalkan disana, sudah cukup untuk saatnya berpindah ke hal yang lebih menantang untuk keduanya.


Anderson meraba jengkal demi jengkal paha mulus Ellea dengan kedua tangannya, rasa bergidik yang dirasakan Ellea disekujur tubuhnya menjadi sensasi tersendiri bagi Anderson saat melihatnya. Anderson sedikit menari-nari disekitaran sana hingga setelah beberapa saat jari-jari lincah Anderson menyelusup kearea pertahanan terakhir Ellea.


"Ah, ah, emmm stttst ah," semakin nyarin lenguhan Ellea.

__ADS_1


Ellea yang tak ingin Anderson bekerja sendirian, kini mulai berani membuka setiap helai pakaian yang dikenakan oleh Anderson, dilemparnya pakaian milik suaminya yang entahlah mendarat dimana. Dilihat oleh Ellea da da bidang suaminya itu disertai dengan bulu hitam lebat di da danya menambah kesan laki-laki idaman ranjang dimuka bumi ini.


Ellea perlahan merabanya lalu menge cupnya hingga untuk beberapa saat membuat Anderson kehilangan kendali atas Ellea, kini Anderson lah yang dikuasai oleh Ellea.


"Stttsss Kamu membuatku tak tahan sayang!" bisik Anderson.


Ellea tersenyum senang, Anderson segera menindih tubuhnya kembali dan bersiap mengarahkan rudal Rusia itu ketempatnya. Senyum nakal jelas terukir dibibir Anderson kala dia akan kembali bercocok tanam disana. Dan akhirnya pertahanan Ellea kembali ditembus oleh Anderson.


Ellea meremas kencang sekuat tenaga bantal guling disampingnya, kepalanya mendengak keatas dan kedua matanya terpejam merasakan sensasi yang kedua kalinya ia rasakan. Anderson semakin liar bergerak sesuai keinginannya saat ini.


Tak henti-hentinya Ellea menggigit bibir bagian bawahnya, seolah ada ungkapan yang sangat dahsyat namun tak ada kata yang bisa mewakilkan apa yang hendak ia utarakan, Ellea hanya bisa pasrah menerima perlakuan Anderson yang dalam pengaruh obat itu tak kenal kata lemah lembut.


"Stttt ahhhhhh!!


"Aku sangat menyukainya sayang!!


Anderson berpacu sangat kencang, dan tak memberi ruang gerak sama sekali pada Ellea. Sepenuhnya Anderson memegang kendali atas permainan ini, sangat luar biasa memang efek dari obat itu. Hingga akhirnya Anderson mengakhiri permainannya ini.


Tak perlu menunggu waktu lama, Anderson kembali bangkit memborbardir Ellea yang belum sempat beristirahat sama sekali. Ellea tak dapat menolak keinginan suaminya itu, karena jika tidak tersalurkan maka Anderson bisa tersiksa gelisah sepanjang malam.


Ellea yang notabenenya memang sangat menginginkannya sejak tiga hari lalu, menjadikannya ikut berperan aktif berpartisipasi dalam permainan ini hingga tuntas.


Jangan Lupa like dan komennya ya gaes!!! Mau crazy up jadi lesu nih gaes likenya sedikit sekali, minta dukungannya ya kakak readers semuašŸ™makasih

__ADS_1


__ADS_2