Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Anderson dan Lucas baikan


__ADS_3

Saat ini Gea tidak ada pilihan lain. Tidak mungkin juga kondisinya masih begini dia harus mendekam di penjara, kalau dia bisa 6 bulan dirawat di rumah sakit ini, itu artinya masih lama dia baru akan merasakan sel penjara. Itu lebih baik daripada harus dari sekarang, Gea akhirnya setuju untuk menggugat cerai Anderson.


Ketika Gea menggugat cerai Anderson, itu berarti surat perjanjian yang dulu Anderson tanda tangani tidak akan berlaku lagi. Karena tangan Gea belum bisa Sam sekali digerakkan, Anderson menggunakan cap jempol Gea sebagai ganti tanda tangannya. Kini hanya tinggal menunggu surat putusan dari pengadilan dan Anderson resmi bercerai secara resmi dari Gea.


Di hadapan Ellea! Anderson menjatuhkan talak pada Gea. Hari ini Gea sudah bukan lagi isteri Anderson secara agama. Air mata Gea tumpah ruah menangisi takdir hidupnya sekarang. Suami yang dulu dia sia-siakan, dia hampir bunuh, dia selingkuhi sekarang bahagia dengan wanita lain.


"Puas kamu Ellea?" tanya Gea sinis.


"Apa kamu tidak akan memohon maaf padaku Gea? Setelah kamu membuat Ayah dan Ibuku meninggal?" kesal Ellea.


"Cihhhhh, aku tidak sudi minta maaf padamu!" kata Gea sembari meludah.


Ellea sampai geleng-geleng kepala kenapa ada wanita seperti Gea di dunia ini. Anderson meminta pada Ellea agar sabar dan tidak usah lagi menggubris perkataan Gea. Mereka pun pergi meninggalkan Gea sendirian.


Anderson sudah memegang surat gugatan cerai tinggal memberikannya pada pengacara pribadinya, biasanya Lucas akan menghandle semuanya! Tapi keduanya sekarang masih saling diam. Anderson, Ellea, dan Marwa pun kembali ke rumah.


Ellea ditemani oleh Marwa beristirahat di kamarnya. Karena Ellea sudah mulai merasakan mual dan pusing sekarang ini, sementara Anderson pergi ke kamar Lucas. Kabar dari pelayan, badan Lucas demam dan sejak pagi dia belum makan apapun.


"Bangun!" kata Anderson.


Lucas berpura-pura tidur dan tidak mau bicara apapun.


"Kenapa kamu bersikap seperti Puteri tidur yang sedang ngambek?" sindir Anderson.


"Nanti sore aku akan segera keluar dari rumah ini!" kata Lucas.


"Kamu pikir kamu siapa? Bisa keluar masuk sesuai keinginan kamu! Aku tidak mengizinkanmu keluar dari rumah kita," kata Anderson.


Lucas yang mendengar Anderson mengatakan bahwa ini adalah rumah kita yang artinya rumahnya dan juga rumah Lucas, langsung tercengang. Anderson menjelaskan pada Lucas, bahwa dia sungguh-sungguh tidak tau atas apa yang menimpanya.


Tapi jika saja sejak dulu Anderson mengetahui bahwa dia memiliki saudara! Dia pasti akan merangkul Lucas, mengajaknya untuk tinggal bersamanya, dan akan selalu melindunginya dari apapun itu.

__ADS_1


"Lucas! Sekarang kedua orang tua kita telah tiada! Sekarang hanya tersisa kita berdua, apa kamu masih berniat untuk membunuhku?" tanya Anderson.


"Diamlah! Pergi dari sini!" kata Lucas.


"Aku tau jauh di dalam hatimu! Kamu tidak akan pernah mampu membunuh ku! Kamu dulu membantu George Wilson, tapi kamu juga yang bahkan selalu melindungiku. Apa itu karena kamu tidak sanggup membunuhku?" tanya Anderson.


Lucas pun mulai bangun dan duduk di samping ranjang.


"Kamu benar! Aku tidak mampu melakukannya!" kata Lucas sembari tertunduk haru.


"Apa kamu yang membunuh ibuku? Mendorongnya dari tangga?" tanya Anderson.


"Tidak! Aku memang ingin sekali membunuh ibumu! Tapi dulu aku tidak memiliki keberanian seperti itu! Aku melihatnya terpeleset dan terjatuh dari tangga lantai atas rumahmu saat kita sedang kerja kelompok waktu itu!" kata Lucas.


"Ya aku tau! Kamu tidak akan sanggup seperti itu! Aku akan memaafkan semua kesalahanmu padaku sekarang. Asal jadilah saudaraku!" kata Anderson.


Kedua mata Lucas berbinar-binar dia tak kuasa menahan haru karena Anderson masih mau merangkulnya, Anderson bahkan sudah mengakui Lucas adalah saudaranya saat kemarin dihadapan anak buah yang lain dan polisi.


Anderson merasa bersalah mendengar Lucas menjalani hidup yang begitu sulit, berbanding terbalik dengannya sejak kecil tidak pernah merasa kekurangan apapun.


"Kalau begitu! Aku dan Ellea akan selalu menjadi keluargamu! Kamu adalah saudaraku Lucas! Didalam tubuhmu mengalir darah yang sama denganku!" kata Anderson.


Mereka berdua pun saling maaf memaafkan, bahkan Lucas sekarang bukan lagi bodyguard Anderson melainkan salah satu pemilik Anderson group juga. Lucas akan membantu Anderson bekerja dan mengurus perusahaan.


Ellea sangat senang dan bahagia kini rumah ini terasa tenang dan damai, melihat Anderson dan Lucas yang selalu kompak, di kantor maupun di rumah. Saat sedang makan malam di meja makan bersama-sama, Anderson dan Lucas bahkan memakai kaos couple, saking kompaknya.


"Lucas! Kamu setuju kan besok aku mengirimmu ke Jawa?" tanya Anderson.


"Apa? Tidak mau!" kata Lucas.


"Aku tidak bertanya kau kau atau tidak! Ini perintah!" kata Anderson.

__ADS_1


Mereka berdua pun berdebat tanpa henti disaksikan oleh Ellea dan Marwa, sepertinya statement Ellea yang mengatakan mereka selalu kompak harus ditarik, yang benar adalah mereka selalu berdebat.


Anderson kekeh mengirim Lucas ke Jawa untuk membangun cabang perusahaan mereka di salah satu kota di sana! Sementara Lucas ogah pergi ke sana karena tidak tau jalan dan malas jika harus mengikuti maps.


"Kamu bisa pergi dengan beberapa anak buah kita! Pokoknya tidak ada alasan! Kamu harus survei lahan di sana!" tegas Anderson.


"Bahkan anak buahmu pun tidak ada yang mau ke sana!" tegas Lucas.


"Kalau begitu Marwa kamu yang akan temani Lucas!" kata Anderson.


"Hah? Opo? Aku ikut mas Lucas? Nda mau lah aku mas Anderson," tolak Marwa.


"Nanti aku akan belikan motor Scoopy untuk kamu mulai masuk sekolah Minggu depan! Bagiamana?" tanya Anderson.


Mendengar akan diberikan motor Scoopy dambaannya selama ini! Marwa langsung menerima pekerjaan ini.


"Oke!" kata Marwa tersenyum.


Lucas yang melihat Marwa langsung mengiyakan begitu di imingi motor, hanya menggelengkan kepalanya. Keesokan harinya Lucas dan Marwa berkemas membawa beberapa pakaian untuk pergi ke Jawa, berhubung jalur udara sering delay akibat pandemi yang terjadi saat ini. Lucas memutuskan untuk mengendarai mobil saja! Lagipula hanya butuh waktu 8 jam saja lewat tol.


Mereka pun selesai berpamitan pada Ellea dan Anderson! Di dalam mobil Marwa dan Lucas sama sekali tidak mengobrol, yang satu kaku, dan yang satunya lagi malu-malu. Karena merasa perjalanan ini terasa sangat garing. Marwa memberanikan diri mengajak ngobrol Lucas.


"Mas ini kan mobil mahal! Ada radione ora si mas?" tanya Marwa.


"Ada! Tuh, nyalain aja!" kata Lucas menunjuk kearah radio.


Marwa pun menekan tombol On di radio mobil. Mulai terdengar suara penyiar dan musik dari radio, Marwa terlihat memutar-mutar untuk mencari saluran musik kesukaannya. Lucas hanya menyimak saja dan fokus menyetir. Tak lama musik dangdut nyaring terdengar!


🎼Opo ora eman duite, gawe tuku banyu setan!!🎼🎼


"Nah iki mantep tenan!" kata Marwa.

__ADS_1


__ADS_2