
Senja di sore itu ditutup dengan kebersamaan dan pemandangan yang indah. Terlihat matahari sudah tenggelam membiarkan langit malam menutup cahayanya. Deburan ombak yang menghantam batuan karang dipinggir pantai, membuat suasana makin menyenangkan.
Bude Asih dan beberapa pelayan sudah menyalakan bara api untuk membuat api unggun dan barbeque yang akan di santap di jam makan malam nanti. Sementara Aiden tengah ditimang oleh baby sisternya.
Saat sepotong daging mulai dibakar beserta dengan udang, kerang, dan ikan! Aroma khas dari seafood yang dibakar itu memang sangat menggugah selera, bikin perut terasa lapar. Setelah selesai memanggang beberapa potong daging dan seafood, semua hidangan diletakkan dimeja makan yang sudah disediakan oleh para pelayan dipinggir kolam renang.
"Emm, wangi banget! Kayanya abis lahiran, aku engga bakalan bisa diet kalau kaya gini caranya," kata Ellea.
"Kamu engga perlu diet! Meski berat badan kamu bertambah sekarang, aku tetap suka kok," kata Anderson.
"Ih ya engga gitu dong, aku tuh harus selalu jaga makanan aku, ga boleh makan malam banyak-banyak nanti, kalau aku gemuk nanti kamu ngeluruk cewek lain lagi!" kata Ellea.
"Ellea itu engga mungkin! Aku hanya mencitaimu," kata Anderson.
"Iya aku paham! Tapi gimana dengan cewek-cewek diluaran sana! Mereka pasti melihat kamu sebagai CEO muda yang tampan, menolak tua, dan baik, mana mungkin mereka tidak berusaha untuk tidak mendekatimu," kata Ellea sedikit sebal.
"Kenapa kamu berpikir akan ada yang mendekatiku? Itu tidak penting Ellea, dan tidak ada pengaruhnya juga untukku," kata Anderson.
"Aku mendengar dari teman-teman di kantorku! Kalau sekertaris kamu yang sekarang sudah dipindah bagian, terus ada lagi itu siapa aku lupa Reni-Reni gitu! Mereka itu kalau di cafe atau di kantin, engga ada henti-hentinya ngomongin pesona kamu! Sebel deh," kata Ellea.
"Ellea ini yang aku engga suka dari kamu, cobalah untuk tidak mendengar gosip diluaran sana! Dan lebih percaya lagi sama aku," kata Anderson.
"Iya aku percaya sama kamu! Tapi engga dengan cewek-cewek genit itu, dan bagus dong temen-temen aku kasih tau aku diawal untuk jagain kamu, daripada nanti cewek-cewek yang suka kamu itu makin ngejar-ngejar kamu, gimana?" tanya Ellea.
Anderson sebenarnya sudah malas membahas hal yang tidak penting seperti ini! Baginya mau seribu wanita yang menganggumi dirinya, sama sekali tidak akan berpengaruh pada rasa cintanya pada Ellea. Lagipula ini seperti halnya membuang-buang waktu dan energi memikirkan hal-hal seperti ini.
"Sudahlah sayang! Aku tidak akan pernah menduakan kamu, dan jangan kebanyakan ngobrol hal-hal seperti ini dengan teman-teman di kantor, tidak baik Ellea!" kata Anderson.
Lagi-lagi Anderson menganggapnya hal tidak penting, padahal dibalik ketampanan dan kekayaan seorang suami ada jutaan wanita yang mengejar-ngejarnya! Maklum dijaman sekarang, wanita genit tidak akan pandang buluh meskipun tau pria yang disukainya telah memiliki anak isteri, namun ada istilahnya yang sedang trend jaman sekarang, yaitu suami orang lebih menantang.
Ellea selalu ketakutan bila para cewek-cewek genit itu akan terus mengejar-ngejar suaminya! Sampai-sampai dia mengorbankan waktunya yang harusnya untuk Aiden, anak semata wayangnya malah harus kembali bekerja di kantor untuk menjaga suaminya dari incaran cewek-cewek yang menyukai Anderson.
"Intinya, aku akan tetap menjaga kecantikan wajah, tubuhku, dan juga akan tetap kerja di kantor untuk bisa menjagamu!" kata Ellea.
__ADS_1
"Terserah Ellea, aku tidak ingin perdebatan ini merusak kebersamaan kita malam ini!" kata Anderson.
Bude Asih segera memanggil semua orang untuk duduk di meja makan karena makanan sudah siap untuk disantap.
"Wah, aku ndak pernah makan udang Segede ini mas!" panjang pula," kata Marwa.
"Ya wis, kamu makan lagian badan kamu itu kok ya engga gede-gede Marwa! Padahal makan terus kerjaanne," kata Bude Asih.
"Lah ibu pie si! Badanku ora bisa gemuk, ya salahin orangtuanya, nurunin gen kurus begini," kata Marwa.
"Lah iya ya! Itu keturunan jadine kamu kurus terus kaya ndak dikasih makan," kata Bude Asih.
"Jadi pie siapa sing salah?" tanya Marwa.
"Ya orang tua kamu, ibu karo bapamu itu," kata Bude Asih.
"Ya iya, siapa ibune?" tanya Marwa.
Hahahha... Marwa dan yang lainya tertawa renyah. Rasa ikan bakar yang bumbunya sangat meresap membuat makanan itu paling cepat tandas di piring, sementara Marwa makan udang terus-menerus karena rasa gurihnya yang sangat lezat.
Sementara Aiden masih anteng diatas stroller, hanya bisa lirik kanan lirik kiri melihat orang-orang dewasa dihadapannya tengah menyantap makan malam dengan menu serba dibakar.
"Ai kasian cuma bisa liatin tok, nih liat onty lagi makan udang! Rasane enak tenan!" kata Marwa sambil memperlihatkan udang besar ke dekat Aiden.
Aksi Marwa membuat Aiden tertawa seolah mengerti apa yang dikatakan olehnya.
"Lah kok ketawa! Makanya cepat besar, nanti onty suapi kalau sudah besar ya!" kata Marwa.
"Iya onty cerewet! Gituin nak, ontynya bikin Ai iri mulu ya nak, kan jadi kecium wangi udang bakarnya onty," kata Ellea yang mewakili suara hati Aiden.
Setelah hampir satu jam melahap makan malam sampai kekenyangan, ditambah angin yang bertiup kencang dan dingin membuat mata rasanya semakin sayu sudah terbayang-bayang kasur.
__ADS_1
"Ellea, kamu makan sedikit banget!" kata Anderson yang sejak tadi melihat Ellea hanya memakan sepotong daging itupun tak sampai habis.
"Ih sayang, aku kan bilang lagi mau diet," kata Ellea.
"Heh diet opo Lea? Badan kamu itu wis kurus, ora usah diet-dietan nanti malah jadi sumber penyakit! Makan lagi yang banyak," kata Bude Asih.
"Udah kenyang bude! Lagian habis melahirkan, badan Lea kaya gendut banget," kata Ellea.
"Jare siapa gendut? Badan kurus kering begitu," kata Bude Asih.
"Kata temen-temen di kantor, badan Lua gemukan kata mereka ga se langsing dulu!" kata Ellea.
"Ora usah dengerin teman-temanmu itu, kamu harus banyak makan Lea, kamu kan masih men yusui," kata Bude Asih.
"Iya mba Lea! Mba Lea tuh masih kurus ndak gendut sama sekali kok," kata Marwa.
"Sayang makan lagi ya! Nanti kan kamu harus ngasih Asi untuk Aiden, kalau supply makanan untuk sumber asinya aja sedikit, gimana mau buat anak kita sehat!" kata Anderson.
Ellea pun akhirnya menyerah setelah dipaksa oleh semua orang untuk tidak diet! Anderson kembali menyuapi Ellea nasi, dan udang bakar agar Ellea tidak ada alasan untuk menghindar.
"Pokoknya Bude ndak mau denger kamu diet-dietan, waktunya makan ya makan!" kata Bude Asih.
"Oh ya, besok kita jadi kan mas Lucas main air di pantai?" tanya Marwa.
"Iya jadi, kita akan ke beberapa tempat wisata di sini juga!" kata Lucas.
"Wah, asik! Nanti di pantai kamu fotoin aku ya mas karo bule," kata Marwa.
"Genit!" celetuk Lucas.
Visual Ellea.
__ADS_1
Visual Marwa