Isteri Kedua CEO Muda

Isteri Kedua CEO Muda
Tawanan Kamar Tuan Lan


__ADS_3

Hallo, ini novel terbaru aku! Mohon dukungannya ya untuk mampir semoga bisa jadi temen bacaan dikala gabut.🙏🙏❤️


Judul : Tawanan Kamar Tuan Lan.



Sinopsis:


Larisha Mevia, mahasiswi cantik itu bernasib malang kala kekasihnya yang bernama Dev meninggal dunia saat tengah bersamanya.


Dan lebih parahnya lagi, Tuan Lan seorang Milyarder kejam yang memiliki banyak bisnis yang legal maupun yang ilegal, dia merupakan Ayah dari Dev, menganggap meninggalnya Dev dikarenakan dia berkencan dengan Larisha yang selalu memberikan pengaruh buruk terhadap Dev.


Dendam membara Tuan Lan terhadap Larisha, dan sumpahnya akan membuat hidup Larisha menderita melebihi dari sebuah siksa kematian! Membuat Tuan Lan, menjadikan Larisha sebagai tawanan kamarnya.


Bagaimanakah kekejaman Tuan Lan terhadap Larisha, akankah Larisha bisa lepas dari jeratan Tuan Lan? Ikuti kisahnya.


Cuplikan cerita...


Larisha membuka kedua daun pintu besar dihadapannya! Terlihat di kejauhan, seorang laki-laki yang menatapnya tajam sedang duduk santai dengan beberapa anak buah disamping kiri dan kanannya.


Larisha langsung melangkahkan kakinya untuk masuk dan berjalan tanpa ragu kehadapan laki-laki kekar yang sudah tidak muda lagi itu! Dialah Tuan Lan, yang memiliki sejuta dendam pada Larisha, untuk pertama kalinya Tuan Lan, melihat wajah dari gadis yang dia benci.


"Siapa anda sebenarnya? Aku tidak mengenal anda Tuan, dimana adikku Luna?" tanya Larisha dengan penuh amarah.


"Diamlah kau wanita hina! Gadis murahan sepertimu tidak pantas meninggikan suara dihadapanku!" kata Tuan Lan.


"Jaga bicaramu Tuan, aku buka wanita hina dan kamu salah alamat mengganggu aku dan adikku! Kami sungguh tidak mengenal anda," kata Larisha.


"Dev Limson, satu-satunya pewaris group Limson, anak kesayanganku yang sudah kamu bunuh!" teriak Tuan Lan dengan mata memerah.

__ADS_1


"Dev? Bunuh? Apa maksudnya ini?" tanya Larisha.


"Karena ulahmu, Dev mati! Dev anakku satu-satunya dia mati karena wanita murahan seperti dirimu!" teriak Tuan Lan.


"Dev meninggal? Tidak mungkin, Luna bilang Dev tidak apa-apa. Apa kamu ayah dari Dev? Tuan dimana Dev sekarang, aku ingin bertemu dengannya?" tanya Larisha.


"Tuan Dev meninggal dalam kecelakaan itu nona!" kata seorang anak buah Tuan Lan.


Tubuh Larisha bergetar saat mendengar Dev telah meninggal dunia. Air matanya jatuh, tak bisa menahan kesedihan mendengar kabar tentang Dev yang sebenarnya.


"Dev, ini tidak mungkin!" kata Larisha sambil terisak tangis.


Tuan Lan lalu mendekati Larisha yang masih dalam kondisi shock, ditariknya rambut panjang dan pirang Larisha dengan sangat keras.


Aaaaaaa..


"Lepaskan Tuan, sakit!" ringis Larisha.


"Tuan, lepaskan aku. Aku mohon!" teriak Larisha.


Tuan Lan pun melepaskan cengkraman tangannya dari rambut Larisha, lalu mendorong tubuh Larisha hingga jatuh didepan pintu gudang.


Brught..


Awww..


"Aku akan membuatmu tersiksa, akan aku pastikan hidupmu lebih mengerikan dari sebuah kematian," kata Tuan Lan.


"Aku pun tidak menginginkan Dev meninggal Tuan, tolong jangan lakukan ini," kata Larisha.

__ADS_1


Tuan Lan yang melihat Larisha ternyata memiliki paras yang sangat cantik dan bertubuh se xy, akhirnya memiliki pikiran untuk tidak jadi mengurungnya di gudang, melainkan mengurungnya didalam kamarnya sendiri.


Tuan Lan menarik tangan Larisha menuju ke kamarnya! Meski meronta-ronta, Tuan Lan yang memiliki tubuh kekar dan kuat tidak akan bisa dikalahkan oleh Larisha, sampailah mereka di dalam kamar Tuan Lan.


Kamar yang berada dilantai lima rumah mewah ini, bernuansa serba hitam, namun sangat luas. Tubuh Larisha kembali didorong oleh Tuan Lan hingga terjatuh di lantai.


"Setelah aku melihat wajahmu! Aku berubah pikiran, aku akan menyiksamu didalam kamarku sendiri. Akan aku jadikan kamu tawanan kamar Tuan Lan!" kata Tuan Lan.


"Kenapa, kenapa anda lakukan ini Tuan? Aku tidak akan sudi berada didalam kamarmu!" kata Larisha.


"Kamu sudah membuatku kehilangan satu-satunya pewaris group Limson! Kamu harus menebusnya dengan tubuh kotormu itu, aku akan membuatmu melahirkan keturunan pengganti Dev untukku. Kau juga akan mengalami siksaan yang teramat perih karena sudah membuat Devku mati dengan cara mengenaskan!" bentak Tuan Lan.


"Kau gila Tuan! Aku tidak akan pernah sudi ditawan di kamar ini!" teriak Larisha.


Tuan Lan pun mendekati Larisha yang masih bersimpuh dilantai, lalu tangan kanan Tuan Lan meraih tulang pipi Larisha hingga wajah keduanya sangat berdekatan. Tuan Lan hendak menyentuh bibir Larisha dengan bibirnya, namun Larisha pun meludahi wajah Tuan Lan.


Cuihh..


Membuat wajah Tuan Lan basah oleh semburan ludah Larisha! Tuan Lan marah hingga menampar pipi sebelah kanan Larisha.


Plakk..


"Aw, ssthhhh," ringis Larisha.


"Berani-beraninya kau melawanku wanita murahan!" kata Tuan Lan sambil membersihkan ludah diwajahnya dengan sarung tangan.


Akibat tamparan Tuan Lan, bibir Larisha mengeluarkan darah dan pipinya mengalami bengkak.


"Sekali lagi kau melawanku, maka siksaanmu akan lebih menyakitkan lagi!" ancam Tuan Lan.

__ADS_1


Tuan Lan pergi meninggalkan kamar miliknya dengan meninggalkan Larisha yang dalam kesakitan akibat tamparannya. Namun bukan karena sakitnya tamparan Tuan Lan Larisha menangis didalam kamar itu!


Larisha masih tidak percaya ternyata Dev telah pergi untuk selama-lamanya, Dev laki-laki baik yang selalu ada untuknya kini sudah tidak ada lagi didunia ini, bahkan disaat-saat terakhir Dev, Larisha tak ada disampingnya.


__ADS_2