
Gea berjalan tunggang langgang menuju ruangan kerja suaminya. Berharap Anderson akan mengajaknya berdamai atau sekedar untuk mengajaknya makan siang. Gea berjalan melewati meja kerja Ellea, dengan melirik sinis kearah Ellea. Membuat Ellea memalingkan wajahnya dari Gea.
Gea langsung masuk ke dalam ruangan Anderson. Ellea semakin penasaran, kenapa justru Gea yang boleh masuk ke dalam ruangan itu, sedangkan dia tidak. Pintu ruangan Anderson tertutup rapat.
Gea yang baru saja masuk, cukup kaget kenapa ada pengacara keluarga Anderson berada diruangan ini.
Tanpa disuruh Gea langsung duduk disofa bersama Anderson dan pengacaranya, dilihatnya tiga gelas minuman yang tersedia dimeja dan beberapa cemilan. Gea dengan santainya meminum minuman itu.
"Gea dengarkan baik-baik!" kata Anderson.
"Aku selalu mendengarkan kamu! Tidak seperti kamu, yang tidak pernah mendengarkan aku," kata Gea sembari memainkan gelas ditangannya.
"Aku mau kita bercerai secepatnya!" kata Anderson.
Tatapan Gea mendadak berubah menjadi kegelisahan mendengar dirinya akan diceraikan oleh Anderson. Gea menyelipkan senyum tipis dibibirnya.
"Kamu bercanda? Apa kamu mau aku menuntutmu dan kamu menghabiskan waktumu di penjara?" ancam Gea.
"Karena itu aku memanggilmu kesini. Kita lupakan segala masalah yang terjadi, kita bercerai baik-baik. Akan aku berikan padamu setengah dari kekayaanku," kata Anderson berkata penuh harapan Gea akan menyetujuinya.
Pengacara keluarga Anderson menyimak pembicaraan ini, bila nantinya Gea akan setuju untuk bercerai maka pengacara keluarga Anderson akan membacakan harta milik Anderson yang akan diperoleh oleh Gea.
Gea menatap wajah penuh harap Anderson.
"Kamu lihat air yang terdapat dalam gelas yang sedang aku pegang ini?" kata Gea.
Anderson hanya terdiam dan tidak mengerti kenapa Gea malah menanyakan pertanyaan tidak penting disaat seperti ini.
"Aku memiliki lautan yang jumlah airnya sangat banyak jika aku menjadi isterimu, lalu kamu air didalam gelas ini padaku! Tentu saja aku lebih memilih lautan dibandingkan satu gelas air," kata Gea.
"Bicara yang benar Gea, aku sedang tidak ada waktu untuk berbicara yang tidak penting!" tegas Anderson.
"Aku sudah mencintaimu, aku menjadi ratu di rumahmu di perusahaanmu, lalu untuk apa aku memilih bercerai denganmu dan membawa setengah hartamu, jika aku saat ini bisa memiliki semuanya?" kata Gea.
"Tapi aku tidak mencintaimu Gea!" tegas Anderson.
__ADS_1
"Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku," kata Gea.
"Aku memiliki Ellea saat ini, aku tidak bisa terus menerus menjadikannya isteri keduaku," kata Anderson.
"Kita lihat saja! Tidak lama lagi, isteri keduamu itu akan menyerah hanya dijadikan isteri kedua dan akan memilih untuk pergi dari hidupmu!" kata Gea.
"Aku mencintai Ellea! Aku sangat mencintai Ellea. Kau dengar itu Gea!" kata Anderson dengan nada bicara tegas.
Mendengar perkataan itu keluar dari mulut Anderson, membuat tangan Gea gemetar dan menjatuhkan gelas yang tadinya ia genggam.
Prangggghh,,,,,,,,, gelas terjatuh kelantai.
"Jangan pernah berkata seperti itu lagi dihadapan ku!! Dan jangan pernah berharap aku akan setuju bercerai darimu!" kata Gea dengan kedua mata yang sudah memerah.
Gea segera bangkit dari sofa dan bergegas meninggalkan ruangan kerja Anderson dengan wajah kesal dan sedih. Ketika keluar ruangan Anderson Gea melihat Ellea tengah duduk memainkan handphonenya dan tertawa gembira, entah apa yang sedang ditonton oleh Ellea. Tapi melihat Ellea tertawa seperti itu membuat kebencian dihari Gea semakin menjadi.
Gea pergi kemeja kerjanya dan memukul mejanya dengan tangannya sendiri.
Brughhgggghhhhhhh,,,,, para karyawan lain sampai tercengang.
Sementara diruangan kerja Anderson tengah gelisah memikirkan cara agar Gea mau bercerai darinya. Tawaran harta bahkan ditolak mentah-mentah olehnya. Lalu dengan cara apalagi agar Anderson bisa secepatnya terbebas dari ikatannya dengan Gea.
"Tuan saya benar-benar merasa bersalah dengan Anda, andai saja dulu saya tidak koma," kata pengacara.
"Tidak usah dipikirkan! Ini murni karena kebodohanku. Aku hanya sedang penat saja hari ini, sepertinya aku memang harus sejenak istirahat," kata Anderson.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan! Saya akan tetap mencari jalan keluarnya," ujar pengacara.
Pengacara pun meninggalkan Anderson sendirian didalam ruangannya, nampak jelas kekecewaan dari raut wajah Anderson karena Gea menolak kesepakatan itu. Pengacara menghampiri Ellea yang tengah tertawa menonton drama Korea dilayar handphone miliknya.
"Anda tidak sibuk nona?" sapa pengacara.
"Eh om pengacara, biasa sudah mau jam break makan siang jadi bisa santai," kata Ellea.
"Sepertinya tuan Anderson butuh dihibur oleh Anda," kata pengacara.
__ADS_1
"Oh, iya aku akan segera menemuinya," kata Ellea.
"Tolong hiburlah dia nona!!" kata pengacara setelah itu pergi meninggalkan Ellea.
Ellea yang bingung bagaimana cara menghibur suami yang sedang banyak masalah? Ellea pun mengetuk ruangan kerja Anderson.
Tok, tok, tok.... namun tidak ada jawaban.
Karena takut terjadi sesuatu dengan Anderson, Ellea langsung membuka pintu dengan cepat, Tiba-tiba.
Dug, kepala Anderson terbentur pintu yang dibuka oleh Ellea.
"Astaga!! Ma-maaf, aku tidak tau kalau kamu berdiri didepan pintu. Kamu terlalu lama membuka pintunya," kata Ellea.
Anderson hanya memberikan reaksi wajah kesakitannya sembari memegangi dahinya yang terbentur pintu.
"Sakit ya? Sini aku lihat, takutnya benjol," kata Ellea.
Ellea mendekatkan wajahnya dengan wajah Anderson untuk melihat dahi Anderson, mata Ellea fokus melihat dahi Anderson. Sedangkan Anderson kedua matanya malah berpusat pada bibir ranum Ellea, dan melihat betapa cantiknya isterinya itu.
Dalam hati Anderson biarin deh kepentok pintu setiap harinya asalkan bisa terus sedekat ini dengan Ellea. Merasakan tarikan nafasnya, menikmati setiap hembusan nafasnya.
"Ini si engga apa-apa kok! Engga benjol," kata Ellea yang kemudian menatap kedua mata Anderson yang tak berkedip sejak tadi memandanginya.
Ellea menundukkan wajahnya karena tersipu malu dipandangi seperti itu.
"Apa hari ini ada meeting lain?" tanya Anderson.
"Tidak ada, dan sore ini juga sepertinya tidak akan terlalu sibuk karena sejak pagi kita sudah giat mengerjakan semua pekerjaan," kata Ellea.
"Kalau begitu, apa kamu mau pacaran denganku?" tanya Anderson.
Mendengar kata pacaran membuat Ellea tertawa.
Hahhahahah...
__ADS_1
"Memangnya kita pacaran?" kata Ellea sembari terus tertawa.
Anderson pun tersenyum malu, mengingat dirinya sangat kaku sekali untuk mengajak kencan Ellea. Sejak dulu Anderson memang tidak pernah merasa jatuh cinta seperti pada Ellea, dia juga tidak pernah mengajak kencan duluan wanita, selalu saja para wanita yang mengajaknya pacaran atau kencan duluan.