
Lucas membantu pergerakan pinggul Marwa agar dia bisa memberikan permainan yang cetar membahana! Perlahan pinggul Marwa bergerak kedepan lalu kebelakang, terus seperti itu! Kedua tangan Lucas pun memegangi pinggul Marwa untuk membantunya lebih mempercepat gerakannya lagi.
Marwa bergerak leluasa diatas tubuh Lucas, sementara Lucas pasrah saja berada dalam penguasaan Marwa! Siang hari yang begitu terik dan panas ini, mereka buat semakin panas hingga keringat pun mulai membasahi tubuh keduanya.
"Ahh terus Marwa! Lebih cepat lagi sayang!" desahh Lucas seiring dengan gerakan maju mundur Marwa yang dirasa kurang mengguncangkan anacondanya.
"Ini sudah cepat mas, ahhhhhh mas," desahh Marwa.
Lucas merasakan kenikmatan luar biasa karena permainan Marwa yang semakin meningkat intensitasnya! Seakan diajak terbang mengudara dengan sejuta rasa yang sulit untuk diungkapkan.
Hingga akhirnya tubuh Lucas menegang hebat, lahar panas yang sudah dialiri oleh bira hi membara sudah berupaya untuk menyemburkannya didalam sana. Lucas pun semakin menambah kecepatan membantu Marwa agar diatas sana Marwa bisa semakin cepat bergerak keatas dan kebawah.
"Marwa,,,,,, oughttt aku sampai sayang!" kata Lucas sambil terus menekan lebih dalam lagi.
Marwa merasakan semburan hangat didalam sana! Lalu beranjak turun dari atas tubuh Lucas yang sudah terkulai lemas dengan senyuman.
__ADS_1
Marwa pun merobohkan tubuhnya disamping Lucas dengan nafas terengah-engah akibat kecapean. Baru kali ini Marwa yang merajai permainan, jadi wajar saja bila Marwa merasakan keletihan setelah memenangkan permainannya dengan Lucas.
"Tidurlah! Nanti sore saat akan melihat sunset akan aku bangunkan," kata Lucas.
"Iya mas, aku cape banget iki mas! Rasane kaya habis kerja bakti keliling kampung, encok aku mas," keluh Marwa.
Lucas pun tersenyum mendengar keluhan Marwa yang terkesan capek sendiri! Padahal biasanya dia hanya tinggal terima beres dan Lucas yang bergerak diatas tubuhnya, namun baru sekali saja dia yang mengambil alih permainan sudah encok saja.
Sore harinya Anderson dan Ellea terbangun akibat Aiden menangis rewel.
Oaaaa, oaaa, oaaaa.
Anderson pun menggendong Aiden bermaksud hendak menenangkannya, ternyata begitu Anderson menggendongnya, tercium aroma-aroma yang asem-asem cenderung bau yang sangat menyengat. Anderson pun mengintip bagian bawah popok Aiden, dan ternyata Aiden pup makanya dia rewel, mana banyak sekali dan cair pantas saja dia rewel.
"Loh mim, papa dikasih pup ini!" kata Anderson sambil agak merasa tidak kuat mencium aroma dari bawah anaknya itu.
__ADS_1
Hahahhaha..
"Makanya papa tuh harus sering-sering nyium aroma ini! Biar ga kerasa baunya, tapi seger," ledek Ellea yang langsung meraih Aiden dari tangan Anderson untuk segera diganti popoknya.
Anderson pun mengendus tangan yang tadi menggendong Aiden, baunya masih menempel saja! Haduhh bayi padahal cuma minum asi, semerbak banget! Anderson pun segera mandi sekalian kan nanti mau melihat sunset sekaligus barbequean malamnya.
"Sayang aku mandi ya! Biar ilang ini, nempel tau wanginya si baby Ai," kata Anderson.
"Iya ya sudah! Nanti gantian," kata Ellea.
Anderson segera mengambil handuk untuk mandi, sementara Ellea membersihkan dulu pup Aiden, serta mengganti popoknya. Tak lama dua orang baby sister datang ke kamar Ellea, bermaksud untuk membawa jalan-jalan baby Aiden.
Tokk, tokk, tokk.
"Nyonya, ini kami!" kata baby sister.
__ADS_1
"Oh iya masuk sus! Saya lagi gantiin popok dulu!" kata Ellea.
Kedua baby sister itu pun masuk, dan Ellea selesai memakaikan popok baru pada Aiden, kedua babysister itu pun membawa Aiden jalan-jalan agar Ellea bisa segera mandi dan bersiap untuk melihat sunset.