
Gea yang sudah siuman saat ini namun masih harus menjalani pemulihan dan menunggu untuk dibuka jahitan didahinya, mengingat kembali bagaimana kecelakaan itu terjadi dan paham betul bahwa itu ulah Papahnya! Sambil mengepalkan tangannya.
"Akan aku buat Papah menyesali semuanya!! Kalau dia saja bisa hampir membunuh aku anaknya sendiri, jangan salahkan aku kalau aku juga bisa menghancurkan Papah sehancur-hancurnya!" Kecam Gea.
George Wilson tiba di rumah sakit dengan raut wajah so pura-pura sedih dan shock, George Wilson lantas menghampiri Anderson yang tengah berpelukan dengan Ellea, dihadapan semua orang George Wilson berakting layaknya seorang mertua dan Ayah yang baik.
"Anderson, menantu kesayangan Papah. Apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa mengalami kejadian seperti ini," kata George Wilson dengan nada seolah bersedih sembari mengusap pundak Anderson.
"Papah mertua tersayang, kenapa repot-repot kemari. Aku dan semua yang berada didalam mobil hanya mengalami luka kecil saja kok," ledek Anderson yang sebenarnya sudah ingin meninju wajah tua Bangka itu.
"Syukurlah kamu beruntung nak, lalu bagaimana keadaan Gea? Dimana dia sekarang?" tanya George Wilson.
"Sepertinya orang yang hendak membunuh ku sangat kecewa saat ini karena aku masih hidup dan baik-baik saja, tapi kali ini aku pastikan akan menjebloskannya kepenjara," sinis Anderson sambil menatap tajam George Wilson.
"Tapi Anderson kamu harus tau kalau dalam hidup ini terkadang akan sangat sulit untuk mengungkapkan suatu kebenaran, bukan begitu?" kata George Wilson sambil tersenyum meledek.
"Sebaiknya Anda melihat puteri Anda sekarang!! Dia pasti punya kata-kata yang sangat ingin dia sampaikan pada Anda," kata Anderson.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menemui Gea dulu, isteri kedua mu sangat cantik," hahaha George Wilson tertawa sambil berlalu meninggalkan Anderson dan Ellea.
"Idih tua bangka lak nat emang tuh dia! Bisa-bisanya pura-pura sedih begitu, aku yakin kamu pasti bisa mengungkap semua kebenaran ini," kata Ellea.
George Wilson masuk ke ruangan pasien VVIP di sana Gea tengah berbaring dengan perban didahinya dan infusan yang terpasang ditangannya.
"Gea anak Papah, kamu tidak apa-apa kan?" tanya George Wilson.
"Kenapa? Apa Papah kecewa aku tidak mati dalam kecelakaan itu?" kesal Gea.
"Gea, kenapa bicara mu begitu sama Papah, itu tidak sopan nak!" kata George Wilson seolah meledek Gea.
"Aku jatuh cinta pada Anderson. Aku akan berjalan dengan rencana ku sendiri, dan akan aku singkirkan orang yang berusaha menyingkirkan suami ku dan aku! Tidak peduli kalau itu Papah ku sendiri," sinis Gea sembari melirik George Wilson dengan tatapan sangat tajam penuh dendam.
"Papah sangat menyesal memiliki anak seperti kamu, selain tidak berguna kamu hanyalah parasit dalam hidup Papah yang sudah sejak lama harusnya Papah buang," kata George Wilson sembari berlalu hendak meninggalkan Gea.
"Sebelum Papah membuang ku, aku yang akan menghancurkan Papah terlebih dahulu, ingat itu!" kecam Gea dengan menitihkan air matanya.
George Wilson enggan menggubris kata-kata anaknya itu dan berlalu pergi, Gea mengamuk di ruangnya hingga membuat anak buah Anderson yang berjaga di depan ruangannya segera memanggil suster.
__ADS_1
Anderson dan Ellea ikut masuk kedalam ruangan Gea untuk melihat kondisinya setelah mendapatkan kunjungan dari Papahnya, Gea mengamuk membabi-buta.
"Anderson, aku ingin kamu disini menemani aku, kepala ku sakit!" lirih Gea.
Suster pun menyarankan agar Anderson tetap berada disamping Gea agar Gea bisa pulih dengan cepat. Dengan terpaksa Anderson duduk di ranjang pasien, Gea pun langsung memeluk Anderson dihadapan Ellea.
Ayah, Ibu Ellea yang melihat itu semua merasa khawatir dengan keadaan hati anaknya, Ellea hanya menundukkan wajahnya melihat Gea memeluk Anderson dihadapannya.
"Lepas!! Gea jangan keterlaluan," kata Anderson sembari melepaskan pelukan Gea.
"Kamu suami ku, kamu layak aku peluk, kamu penyelamat hidup ku Anderson. Aku mencintaimu," kata Gea.
Ellea yang mendengar pernyataan Gea pada Anderson berusaha memalingkan wajahnya dari pemandangan itu, Ayah dan Ibu Ellea menyuruh Ellea menunggu diluar saja.
"Lea, ayo kita keluar!" kata ibu.
"Tapi Bu," kata Ellea yang tak rela melihat Anderson dan Gea berduaan.
"Lea, sudah nak. Kita tunggu diluar saja!" kata Ayah.
Ellea, Ayah, dan Ibu pun keluar ruangan Gea demi kebaikan Ellea.
"Iya Bu, Lea sadar. Lea engga mungkin bisa saling jatuh cinta dengan Anderson," kata Ellea sambil memeluk ibunya.
"Sabar ya nak! Kamu hanyalah isteri kedua dan dinikahi secara siri oleh Tuan Anderson," kata Ayah.
Tak lama Anderson keluar dari ruangan Gea dan melihat kesedihan dimata Ellea.
"Ayah, Ibu sebaiknya kalian diantar pulang oleh anak buah ku, kalian pasti sudah kecapean," kata Anderson.
"Iya tapi Ibu ingin menemani Ellea nak," kata ibu.
"Ellea dan aku pun akan pulang sekarang kok Bu," kata Anderson.
"Apa? Pulang? Memangnya kamu sudah sembuh?" tanya Ellea sedikit kaget.
"Emm, aku bisa menunggu luka bekas jahitan ini kering di rumah. Lagipula banyak pekerjaan yang sudah menanti ku," kata Anderson.
__ADS_1
"Yasudah Lea, kalau begitu Ayah dan Ibu pulang sekarang ya!" kata Ayah.
Akhirnya Ayah dan Ibu Ellea diantar pulang oleh salah satu anak buah Anderson, sedangkan Anderson dan Ellea pulang ke rumah mereka.
Sesampainya di rumah, Ellea dan Anderson masuk kedalam kamar untuk beristirahat, Anderson pun duduk bersandar diranjang, namun dengan tatapan sinis Ellea melotot kearah Anderson.
"Kamu kenapa melotot begitu?" tanya Anderson.
"Cie, cie berpelukan udah kaya Teletubbies," ketus Ellea.
"Hah, apa kamu cemburu?" ledek Anderson.
"Tidak!! Silahkan saja kalau kamu mau terus berpelukan dengan isteri pertama mu itu!" ketus Ellea.
"Kemarilah! Aku rela tidak menjalani rawat inap padahal kepala ku masih sakit demi kamu," kata Anderson.
Ellea pun menghampiri Anderson dan duduk disamping Anderson, mereka saling bertatapan.
"Layani aku!" kata Anderson.
"Benar-benar ya kamu! Apa isi kepala mu itu hanya ada daging mentah?" tanya Ellea.
"Apa maksudmu? Aku meminta mu untuk melayani aku, bantu aku mengganti baju dan merawat ku," kata Anderson.
"Oh, maksudnya melayani begitu," kata Ellea yang kembali ketahuan sedang memikirkan hal-hal nakal.
Ellea pun melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Anderson, melihat otot ditubuh Anderson membuat Ellea menelan salivanya.
"Apa celana mu juga?" tanya Ellea.
"Hm, semua termasuk kain yang menutupi pedang ku," kata Anderson yang seperti menikmati Ellea membantunya mengganti pakaian.
Ellea semakin gugup dengan perlahan tangan Ellea mulai membuka resleting celana Anderson, lalu sebuah pedang berdiri tegap dibalik kain berwarna hitam yang dikenakan Anderson membuat otak Ellea traveling kemana-mana.
"Ya ampun gemas sekali, ingin rasanya aku melahapnya. Astaga Ellea otak mu kenapa se me sum ini si, sadar!! Tapi aku gemas sekali bahkan saat dalam keadaan tenang dan damai pun itu pedang masih terlihat besar. Aku ingin lagi sebenarnya." Batin Ellea yang pikiran nakalnya sudah tidak terkendali.
Happy weekend temen readers semua, semoga dihari libur ini kalian bisa terhibur dengan membaca novel aku ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya like dan komen, vote juga boleh. Sebelumnya terimakasih banyak🙏
__ADS_1
Aku mau promosi novel ku yang sudah tamat juga dan sedang dibuatkan audiobook nya oleh pihak noveltoon, jika berkenan bisa mampir untuk baca-bac.