
"Buka!!! Atau aku dobrak pintu ini!" teriak Gea.
Tak lama seorang laki-laki muda membuka pintu rumahnya sedikit, dengan wajah cemas melihat kedatangan Gea.
"Apa yang kamu sembunyikan dari aku Axel? Minggir aku mau masuk, apa kamu bersama wanita lain?" tanya Gea.
"Sebaiknya kita putus!" kata Axel.
"Apa? Putus, setelah aku berusaha mati-matian menyingkirkan Anderson suami ku sendiri, setelah aku selalu menghabiskan uang yang diberikan Anderson untuk ku demi memberikan mu uang? Kamu bilang putus?" teriak Gea.
"Dengar Gea, aku sudah mencintai wanita lain dan yang jelas wanita itu bukan isteri orang. Jangan ganggu aku lagi!" kata Axel.
"Kamu engga berhak melakukan ini Axel!!! Setelah kamu habiskan uang ku selama ini, kamu berjanji akan menikahi aku," teriak Gea.
Axel kemudian mendorong tubuh Gea hingga terjatuh, dan langsung mengunci pintu rumahnya.
Bughtttttttt...
Aww,,,, Gea merintih kesakitan akibat didorong oleh Axel.
"Baji ngan!! Brengsek kamu Axel, aku akan balas semua ini!" teriak Gea yang langsung meninggalkan rumah Axel dengan sempoyongan.
Gea berjalan dan menangis sepanjang jalan, mengingat kembali apa yang sudah ia korbankan selama ini untuk Axel.
__ADS_1
"Aku sudah berulangkali hampir membu*nuh suami ku sendiri, aku tidak pernah menjadi isteri yang baik untuk suami ku, aku bahkan selalu menghabiskan uang yang diberikan oleh Anderson. Itu semua aku lakukan untuk bisa bersama Axel, tapi kenapa dia tega mencampakkan aku seperti ini, kenapa?" teriak Gea.
Setelah melakukan perjalanan dari rumah sakit sampai lah Anderson dan Ellea di rumah Anderson, Ellea melirik Anderson begitu juga sebaliknya.
"Kamu jangan turun dulu!" kata Anderson.
"Kenapa memangnya?" tanya Ellea.
Anderson tidak menjawab pertanyaan Ellea dan turun dari mobil, lalu membukakan pintu mobil Ellea, melepaskan seat belt yang dikenakan oleh Ellea kemudian kembali memangku tubuh Ellea. Kali ini Ellea tidak protes dan hanya terus menatap wajah tampan Anderson.
Pelayan yang bingung pagi-pagi begini Anderson dan Ellea bukannya harusnya sedang berada di kantor tapi malah sudah pulang ke rumah dengan perlakuan romantis Anderson pada Ellea, membuat para pelayan rumah Anderson berusaha menahan senyum mereka.
Anderson memangku tubuh Ellea sampai ke dalam kamar dan membaringkannya diranjang, Ellea masih memakai pakaian kerjanya memakai kemeja biru muda dan rok mini abu-abu.
"Apa kamu serius akan melakukannya menjelang siang begini?" tanya Ellea.
"Bisakah kamu melakukannya dengan perlahan? Aku maunya pelan-pelan saja," tanya Ellea.
"Kamu sudah sering melakukannya dengan mantan suami mu bukan? Kenapa kamu seperti ketakutan dan berkeringat seperti ini?" tanya Anderson.
Ellea hanya terdiam mendengar perkataan Anderson, dalam hati Ellea boro-boro Gerry melakukannya, berci* uman saja tidak pernah, malah Anderson lah laki-laki pertama yang menyentuh tubuhnya, menyentuh bibirnya, dan juga memeluknya.
Anderson membuka blazer yang dikenakan Ellea dan melemparkannya entah kemana, perlahan Anderson membuka kancing kemeja Ellea satu persatu hingga terpampang jelas apa yang sempat ia tunda semalam. Setelah melihatnya bira* hi Anderson semakin memuncak menjalar keseluruh tubuhnya.
__ADS_1
Anderson menyambar bibir ranum Ellea, memagutnya tanpa rasa ampun tangan Anderson tak tinggal diam ia lantas membuka kain yang menutupi gunung kembar besar itu lalu mere masnya, memainkannya dengan tidak pelan-pelan.
Anderson berpikir Ellea sudah sering melakukannya dengan mantan suaminya jadi, Anderson melaksanakannya dengan sedikit kasar dan tidak lemah lembut dipikirnya Ella sudah terbiasa dengan situasi ini.
Anderson semakin kuat mer masnya, sembari memagut bibir Ellea, melahapnya bagikan santapan lezat yang menggugah selera, setelah puas dengan bibir Ellea kecu pan- kecu pan itu turun keleher dan sekitaran bahu Ellea Anderson menghirup wangi leher dan bahu Ellea sambil sesekali meng hisapnya.
"Ssstttt,,, ah," lenguhan Ellea mulai terdengar.
Mendengar lenguhan yang keluar dari bibir Ellea membuat Anderson semakin tertantang ingin membuat Ellea lebih nyaring lagi mengeluarkan lenguhannya. Anderson mendaratkan kecu pannya di kedua gundukan milik Ellea yang besar dan masih alami itu.
Di ke cupnya dengan perlahan, lalu dilahapnya oleh Anderson secara bergantian sembari kedua tangannya ikut bermain disana.
"Ah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, emm," lenguhan Ellea semakin panjang dan semakin nyaring.
Sejenak Anderson menatap wajah Ellea yang memejamkan kedua matanya dan menggigit bibir bawahnya sendiri akibat menahannya untuk bersuara.
"Kamu membuat ku tidak tahan lagi, Ellea," kata Anderson.
Anderson langsung melucuti pakaiannya sendiri hingga tak tersisa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya, termasuk rudal buatan Rusia itu sudah menjulang tinggi disana. Ellea yang melihat rudal untuk pertama kalinya langsung tertegun bagaimana bisa rudal sebesar itu bisa muat pikirnya.
Tanpa basa basi Anderson yang sudah dikuasai oleh bira hi yang membara menyala-nyala melucuti rok mini yang masih dikenakan oleh Ellea berikut dengan kain yang menutupi gawang milik Ellea.
Ellea yang masih gugup dan malu-malu namun hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya itu, saat ini pemandangan indah jelas terpampang nyata dihadapan Anderson, apa yang dia rindukan dan dia inginkan selama ini kini hanya berjarak beberapa inci dari rudal Rusia itu.
__ADS_1
"Lebat sekali sayang," bisik Anderson sambil menyelipkan senyuman tipis dibibirnya.
Membuat Ellea tersipu malu, dan menutupinya dengan kedua tangannya.