Istri Miskin Presdir

Istri Miskin Presdir
KEDOK


__ADS_3

Jika tuhan menakdirkan kita untuk bersama. Sejauh apapun kau berlari, tidak akan bisa mengubah garis takdir jodoh kita.


Lihat, bahkan sekarang kau yang kembali ke dalam pelukanku.


Daniel segera mengemasi barang-barang keperluannya untuk menyusul sang pujaan hati tercinta di Turki.


"Belle, kenapa kau berlari sangat jauh, meninggalkanku dan kekasihmu yang pengkhianat itu?" lirih Daniel sambil memesan tiket pesawat. Dan kebetulan, tiket untuk malam ini masih ada.


Daniel langsung bergegas, tak mau kelinci kecilnya melarikan diri lagi. Dia hanya membutuhkan waktu empat jam untuk tiba di Turki. Saat di perjalanan, Daniel begitu tak sabar dengan raut wajah terkejut Belle yang sangat dinantikannya. Apakah wanita itu akan terkejut, senang atau takut. Dia selalu terkekeh jika mengingat-ingat itu.


Empat jam kemudian, dia tiba di bandara yang sama, yang dipijaki oleh Embun saat tiba di negara itu. Daniel sudah ditunggu oleh orang kepercayaannya di sana.


"Langsung ke hotel ku." titahnya.


Daniel sampai di hotelnya, dia langsung masuk dengan di dampingi orang kepercayaannya.


"Apa saja kegiatannya hari ini?" tanya Daniel sambil berjalan menuju kamar Belle, bibirnya terukir senyuman yang kunjung menyurut.


"Nona Belle sekarang sedang di luar, Tuan." ucap orang kepercayaannya mengiringi perjalanan Daniel.


"Apakah dia merasa curiga?"


"Tidak, Tuan. Kami melayani Nona Belle seperti melayani tamu yang lainnya. Jadi, tidak mungkin dia curiga."


"Hem!" Daniel hanya berdehem. Seperti biasanya, dia tak banyak bicara.


"Kami juga sudah menyiapkan kamar anda."


"Tidak." tolak Daniel menghentikan langkahnya. "Bawakan aku langsung ke kamar Belle." jelasnya.


"Baik, Tuan. Di depan adalah kamar Nona."


CEKLEK


Daniel masuk ke dalam kamar Belle, aroma parfum Belle langsung menyeruak memenuhi Indra penciumannya. Dia menghirup dalam-dalam aroma yang sudah ia rindukan. Padahal, baru beberapa jam tak bertemu.


Daniel melihat pakaian Belle yang masih berada dalam koper. Dia tahu, Belle si anak manja, malas untuk melakukan hal-hal kecil seperti itu.


Saat Daniel masih menikmati aroma yang menyuguhi hidungnya, tiba-tiba pintunya terbuka. Tanpa pikir panjang, Daniel langsung bersembunyi di belakang pintu kamar mandi.


Ternyata memang dirinya.


"Ahh ... lelahnya." ucapnya sambil menguap. "Lebih baik aku mandi dan menyegarkan tubuhku yang keletihan ini." Belle bicara dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Belle masuk ke kamar mandi, tak memperhatikan apapun, dia langsung menanggalkan pakaian yang masih melekat di tubuhnya, dengan keadaan polos, dia masuk ke dalam bathub yang dan menyandang kepalanya, merasakan lelahnya hilang secara perlahan.


Mata Daniel melotot sempurna melihat kelakuan gadisnya. Dari mulai membuka semua pakaiannya, sampai masuk ke dalam bathtub. Bisa dikatakan, kalau ia sudah melihat setiap inci keindahan tubuh gadisnya itu.


"Sepertinya dia sama sekali tak menyadari keberadaanku di sini."


Merasa sudah tak tahan dan kepalang tanggung, Daniel berdehem, menyadarkan Belle bahwa dia berada di sana.


"Hem!"


Belle langsung melihat ke belakang, dan dia langsung terkejut dan hampir menangis. Secara spontan dia menenggelamkan tubuhnya agar tak terlihat oleh Daniel, dia hanya menyisakan hidungnya agar tetap bisa bernafas. Melihat tingkah Belle, Daniel berjalan cepat dan menarik tangan Belle agar wanita itu tidak tenggelam akibat ulahnya sendiri.


"Belle, apa yang kamu lakukan?" tanya Daniel geram.


Belle menghempaskan tangan Daniel, dia menatap Daniel nyalang.


"Seharusnya aku yang bertanya! Apa yang Kakak lakukan di sini?" teriak Belle yang masih duduk di dalam bathub. Dia berteriak dengan sangat keras, Daniel sampai harus memejamkan matanya.


"Aku mencari calon istrimu! Yang sudah berjanji mau menikah denganku, tapi malah melarikan diri." sindirnya yang tak gentar setelah mendengar teriakan Belle.


"Jika aku melarikan diri, itu artinya aku tidak bersedia menjadi istrimu. Kenapa kau tidak mengerti sedikitpun." Belle masih saja teriak dan menatap Daniel dengan tatapan marah.


"Kau mencintai anak ingusan itu?" tanya Daniel santai yang kini berjongkok di dekat bathub untuk mensejajarkan posisinya.


"Ya. Memang kenapa, ada masalah?" tantang Belle, matanya sedari tadi menunjukkan rasa kebencian.


"Ta-taruhan a-apa?" tanya Belle terbata-bata.


Wajah Belle berubah teduh dan penuh dengan rasa keingintahuan. Dia menatap manik cokelat Daniel, berusaha mencari kebohongan di sana.


"Kau tidak tau?" Daniel malah berniat mempermainkan rasa penasaran Belle terhadapnya.


"Tidak mungkin karena taruhan!" sangkal Belle menggelengkan kepalanya kuat.


"Aku punya bukti. Tapi, untuk mendapatkan bukti itu, aku mengerahkan tenaga yang tak biasa. Jadi, kalau kamu mau bukti itu, harus ada pertukaran."


"Aku tidak mau. Karena aku tidak percaya padamu." Belle melihat ke arah lain, mengacuhkan Daniel yang masih tersenyum memandang Belle.


"Jangan begitu, kamu semakin menggemaskan. Rasanya, sekarang aku ingin memerawanimu segera."


Tersadar dengan ucapan Daniel yang kurang ajar, Belle langsung menyiram Daniel dengan buih-buih sabun hingga membasahi pakaian pria itu.


"Jika kamu tidak mau menunjukkannya, keluar dari sini! Jangan ganggu hubungan kami. Karena aku tidak akan percaya pada apapun yang tidak mempunyai bukti." ketusnya tanpa melihat Daniel.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah." jawab Daniel. Daniel merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya, lalu menunjukkan sebuah Vidio pada Belle. "Lihat ini!" ujarnya sambil memperlihatkan ponselnya.


Belle melihat Vidio di ponsel genggam Daniel. Membuat dadanya sesak dan bergemuruh.


"Hahaha, sekarang dia sudah pergi ke luar negeri." seru Kevin sambil tertawa, sebelah tangannya memeluk wanita.


"Kau sangat hebat, Kevin. Bisa mempermainkan seorang adik dari Bara Yang." ucap temannya yang juga tertawa.


"Ya. Sekarang, taruhan kita selesai. Aku yang menang. Jadi, berikan kunci mobil yang sudah kau janjikan itu segera!" Kevin masih tertawa dengan teman-temannya.


"Baiklah-baiklah. Tapi, kapan kau akan memutuskan hubungan dengan si Belle itu?" tanya temannya.


"Tentu setelah aku mempermainkannya. Aku lihat, meskipun dia terlahir dari keluarga kaya, tapi dia sangat polos. Bahkan tak menyadari perasaan seorang pria, teman Kakaknya." akunya Kevin tanpa rasa bersalah.


"Hahaha. Boleh juga. Kalau kau sudah bosan bermain dengannya, berikan dia pada kami. Kami juga ingin merasakan tubuh gadis kaya, hahahaha." ejek teman-temannya.


Kevin hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan mencium bibir wanita di sampingnya mesra.


Setelah rekaman video itu habis, Belle menangis sejadi-jadinya.


"Tidak. Aku tidak percaya ini! Ini pasti ulahmu kan, Kak! Ayo mengaku!" tudingnya yang masih berat untuk mempercayai kalau dia telah dipermainkan oleh pria yang baru saja menjadi kekasihnya.


"Belle, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya membayar temannya agar dia mengaku. Selebihnya, aku tidak melakukan apa-apa, begitulah perasaannya terhadapmu." jelas Daniel, tangannya menangkup wajah Belle yang berurai air mata.


"Dan siapa wanita itu? Jangan bilang kalau itu kekasihnya?" ucap Belle dengan suara melemah.


"Ya, dia kekasih Kevin. Dia juga ikut andil dalam hal ini. Dia membuatkan kekasihnya membohongimu." Jawa Daniel.


Dasar biadab! Aku berjanji, pasti akan membalas kalian lebih dari ini. Aku tidak akan membiarkan kalian lolos.


Daniel memeluk Belle. Wajah Belle berada di dada bidangnya.


Dia memang melakukan sesuatu, dia membayar teman Kevin yang ikut dalam taruhan itu. Awalnya, temannya itu tidak mau, tapi Daniel menggunakan segala ancaman, hingga pemuda itu menyetujuinya tanpa syarat. Kalau tidak seperti itu, bagaimana Daniel bisa mendapatkan bukti. Jadi, Daniel akan melakukan apa saja untuk menjaga wanitanya.


"Belle, jangan seperti ini. Kamu sudah terlalu lama berendam." ucap Daniel masih memeluk Belle.


Namun, tak ada pergerakan apapun dari wanita itu. Saat Daniel melihat, ternyata mata Belle sudah terpejam.


DUKUNG KARYA INI DENGAN BERIKAN LIKE, KOMENTAR, GIFT DAN VOTE. BERIKAN RATE 5 DAN TAMBAH KE DAFTAR FAVORIT ❤️


MESKIPUN GAK ADA YANG NUNGGUIN, AUTHOR JUGA MAU BILANG, MAAF TELAT UPDATE, SOALNYA AUTHOR LAGI GAK ENAK BODY🙏🥺


DUKUNG KARYA BARU AUTHOR SAHABATKU SUAMI MUHALLILKU

__ADS_1


MASIH ANGET GUYS


TERIMA KASIH ❤️❤️❤️


__ADS_2